Marvel

Marvel
Bab 48 : Isyarat



Saat jam olahraga Siska dan Marvel saling melirik dan berbicra melalui netra mereka, sesekali Marvel melemparkan senyum untuk Siska saat sedang bermain bola dilapangan sekolah.


Sorakan para gadis menambah riuh pertandingan football disana, Siska dan Adel hanya duduk diam dan sesekali bertepuk tangan saat ada yang mencetak gol, berbeda dengan Maya yang heboh sendiri saat Andi menguasai bola.


“ ayo an, iya oper, gol…”. Teriakan Maya hampir memecahakan gendang telinga Siska dan Adel yang duduk disampingnya.


“ ya ampun May, biasa aja dong, sakit ni kuping gue”. Keluh Adel menatap kesal pada Maya yang asik berjoget heboh karena tim Andi mencetak gol.


" itu pacar gue menang gimana gue gak senang, cogan juga keren banget cetak golnya". pungkas Maya kembali berteriak senang.


“prit…”. Suara peluit ditiup menandakan waktu bermain telah usai dan pertandingan dimenangkan oleh tim Andi.


Para siswa pun kini menepi kesamping lapangan untuk meneduh dan membasahi tenggorokannya. Maya langsung memberi minuman dingin untuk Andi, sedangkan Siska terlihat ragu untuk memberi minuman yang ada ditangannya.


Marvel yang melihat Siska gugup dan menggenggam erat minuman ditangannya seakan peka jika minuman itu telah disiapkan untuknya. Tanpa aba – aba Marvel langsung merebut minuman itu dan membuat Siska kaget.


“ wah, gue yang jomblo gak ada yang nyiapin ni ceritanya, del gue mau juga dong”. Pinta Kevin juga berusaha merebut minuman Adel.


“ eh enak aja, makanya cari pacar, tapi Marvel jomblo juga ya”. Kerling Adel melihat Siska tak mengeluh minumannya direbut.


“ ya elah, lagi otw tu dia, walaupun gue agak kesiksa liatya, bagi ya”. Kevin langsung meminum minuman Adel.


“ eh tapi kan itu bekas gue”. Adel mengerucutkan bibirnya, bukankah itu sama saja dengan ciuman tak langsung menurutnya.


“ udah del, siapa tau lo jodohnya Kevin, jadi pas deh circle kita”. Sambung Andi menggoda dua jomblo yang sama bersifat tertutup itu.


“ ih beb, Adel tu suka sama atlit renang atau yang suka renang gitu, lebih sexy katanya, apalagi badannya kayak roti sobek, wih..”. seketika muka Maya langsung diraup oleh Andi karena telah membayangkan cowok lain dikepalanya.


Siska hanya tersenyum mendengar ocehan para temannya, sedangkan Adel dan Kevin bersikap tenang tak menyahuti celotehan Maya. Siska semakin merasakan jika tipe Adel tak jauh dari sepupunya Mike.


Saat akan berganti pakaian dan meninggalkan area lapangan, Marvel dan Siska diam – diam berbicara dengan bahasa isyarat. Marvel yang berjalan disamping andi sedikit mundur kebelakang saat akan memberikan kode isyarat pada Siska yang berjalan disamping Maya, ya keduanya dipisahkan oleh Maya dan Andi yang berjalan ditengah.


[ pulang sekolah ketempat biasa ya]. Arti dari gerakan tangan Marvel menunjukkan atap.


Siska awalnya bingung mengartikan maksud dari gerkan tangan Marvel apalagi ia harus hati – hati agar kedua temannya tak sadar. Namun setelah memikirkan ia akhirnya paham maksud Marvel dan membalas kode ok dengan jarinya.


[ I love you]. Lagi – lagi Marvel mampu membuat Siska tersenyum malu dan itu menjadi candu baginya.


Siska dengan guratan wajah menahan malu menatap Marvel kesal dan memintanya jangan melakukan hal itu ditempat yang ramai. Namun Marvel hanya melenguh karena Siska tak membalas ungkapan hatinya.


Setelah jam pulang sekolah usai, keduanya sama – sama berjalan menuju gerbang sekolah dan area parkiran agar taka da yang mencurigai keduanya. Saat sedang menunggu digerbang sekolah, tak sengaja Siska melihat kak Yuda dan Winda beserta gengnya berjalan menuju area belakang sekolah.


Siska langsung mengirim pesan pada Marvel untuk berpindah lokasi pertemuan mereka, takutnya kejadian kemarin yang hampir membuat mereka tak sengaja bertemu Yuda kembali berulang. Marvel pun menyutujui kemauan Siska dan memilih bertemu di taman yang tak jauh dari sekolah.


Saat sampai disana Marvel melihat Siska sedang menunggu dirinya dan ide jahil kembali muncul dikepalanya untuk mengagetkan Siska. Marvel melempar batu kecil ke arah Siska, kemudian bersembunyi dibelakang tanaman yang tumbuh sejajar disana.


“ bha..”. Siska yang terkejut pun berjingkrak kaget dari tempatnya dan tak sengaja menginjak tali sepatunya yang telah terlepas dan membuatnya hampir jatuh jika Marvel tak segera menyangga tubuh Siska dalam pelukannya.


Seperkian detik keduanya saling menelan ludah untuk menetralisir apa yang sedang terjadi pada keduanya. Deheman Siska membuat Marvel kembali membenarkan posisinya saat Siska kini telah bisa menumpu badannya sendiri.


Keduanya kini sedang duduk dibangku taman dengan saling diam tak berani memulai percakapan seraya menikmati es krimnya masing – masing. Hanya tawa kecil dan senyum yang hadir diantara keduanya saat lirikan mereka bertemu.


“ kamu”. Sontak keduanya kembali tertawa kecil saat surara mereka saling bertabrakan.


“ kamu aja dulu”. Ucap Marvel mempersilahkan Siska terlebih dulu berbicara.


“ ck, sorry ya kita harus sembunyi – sembunyi gini, gak kayak orang pacaran pada umunnya”. Ujar Siska tersenyum canggung dan menunduk mengalihkan tatapnnya dari Marvel.


Marvel malah tak tahan mencubit pipi chubby pacarnya itu, entah sudah keberapa kali Siska selalu meminta maaf karena hal ini. Siska yamg mendapati cubitan dari Marvel semakin menunjukkan wajah cemberutnya yang membuatnya semakin imut.


“ kok dicubit sih?”. Keluh Siska mengerucutkan bibirnya.


“ siapa suruh imut gitu kayak bayi, kan akunya jadi gemes”. Timpal Marvel kembali mencubit pipi Siska.


“ ish Marvel sakit”. Rengek Siska bohong.


“ yah maaf, kekencengan ya aku cubitnya”. Marvel langsung mengelus pipi Siska dengan khawatir, berbeda dengan Siska yang denyutan jantungnya sudah tak karuan merasakan kelembutan tangan Marvel dipipinya.


Marvel yang awalnya khawatir karena tak sengaja menyakiti Siska kini tau jika gadis itu berbohong atau merasa malu dimana pipi itu semakin hangat ditangannya dan bersemu merah.


Dengan jahilnya Marvel tersenyum devil dan tak membuang kesempatan lagi untuk mencium pipi Siska yang lembut dengan cepat. Siska tidak berkutik bahkan tak dapat bicara saat mendapat ciuman singkat Marvel yang didaratkan didpipinya.


Sedangkan Marvel tersenyum puas saat melihat ekprsei Siska yang seketika menjadi patung akibat ulahnya. Siska yang sudah sadar pun tak segan – segan memberi pukulan pada Marvel karena tiba – tiba menciumnya tanpa meminta izin terlebih dahulu.


“ ih ngeselin banget sih jadi orang”. Ketus Siska memegang pipinya dan menatap kesal kearah Marvel.


“ semakin kamu cemberut gitu semakin gemes tau gak, jadi jangan salahin aku kalo…”. Marvel sengaja menggantungkan kata selanjutnya dan menatap devil ke bibir Siska.


Siska yang sadar kemana arah tatapan Marvel pun semakin kesal dan kembali memberi cubitan bertubi – tubi ditubuh Marvel dan memberi ancaman peringatan untuknya.


“ awas aja ya kalo kamu gitu lagi, aku gak akan mau ketemu sama kamu”. Ancam Siska seraya membuang muka dari Marvel.


Jangan lupa jaga kesehatan dimusim ini ya ges,


Jangan lupa like, vote and giftnya,


terimakasih