Marvel

Marvel
Bab 54 : Cinta Pertama Mama



“ tapi setelah itu kita saling pelukan”. Sambung Marvel mebuat ketiga wanita itu terbelalak dan menatap padanya.


Siska tak dapat menahan rasa malunya saat Buk Dila terus saja menggoda mereka, sesekali ia hanya bisa melirik raut wajah mamanya untuk menetralisir ekpresi apa yang terdapat disana.


Buk Nia sadar akan lirikan Siska namun ia hanya diam saja dan bersikap datar saat sahabatnya itu heboh akan hubungan pasangan muda ini. Buk Dila bahkan telah menjabarkan sampai ke tahap pernikahan dan membuat semuanya tersenyum canggung.


Setelah menghabiskan waktu yang begitu lama, Buk Nia dan Siska pun pamit pulang. Didalam perjalanan tak ada yang membuka suara satu pun. Siska menyangka bahwa mamanya marah karena ia telah menyembunyikan hubungannya dengan Marvel.


Sesampainya dirumah Siska tak dapat lagi menahan dirinya dan langsung memeluk mamanya dari belakang. Buk Nia tersenyum menang karena telah membuat putrinya merasakan rasa keingintahuan seperti dirinya yang selalu kepo akan kedekatan ia dan Marvel baru – baru ini.


“ ma, kok dari tadi diem sih, jangan marah nanti wajah mama berkerut gimana?”. Rengek Siska membujuk mamanya agar tak marah.


“ memang kamu ngajak mama ngomong tadi?”. Sahut Buk Nia Ketus namun tersirat senyum kecil dibibirnya.


“ ya habisnya mama nyeremin tadi pas diem aja, jadi aku juga ikut diem”. Kelut Siska jujur.


“ udah ah, kamu sekarang udah gede gak mau cerita lagi sama mama, ok fine, kamu gak peduli lagi sama mama”. Buk Nia masih setia mengerjai putrinya.


“ ih jangan dong, ya udah aku cerita tapi dikamar mama ayok”. Ajak Siska menarik tangan ibunya ke lantai atas.


“ kenapa kita harus kesini”. Tanya Buk Nia bingung dengan tingkah Siska.


“ ma, tadi kan mama dengar sendiri Marvel cerita, menurut mama hubungan kita gimana?”. Tanya Siska antusias ingin mendengar penilaian mamanya.


“ heum gimana ya, mama juga heran kamu bisa suka sama es batu itu”. Ledek Buk Nia seraya mengerlingkan mata jengahnya.


“ ih mama gitu, padahal mama juga kepincut sama kutub utara macam papa”. Balas Siska karena papanya juga dikenal bersikap dingin diluar, sepertinya ia menuruni takdir mamanya.


“ kamu itu papa sendiri dikatain, ya walaupun bener sih”. Gelak tawa keduanya kini memenuhi area kamar.


“ tapi papa kamu itu sweet tau, dia es batu nya mama jadi teh hangat nya, jadinya es teh dingin, seger – seger gitu”. Guyonan Buk Nia membuat Siska mangut – mangut saja karena tak sejalan dengan guyonan mamanya itu.


“ ma, mama bisa deket sama papa sampe nikah itu ceritanya gimana sih?”. Kepo Siska berpikir apa hubungannya sama Marvel akan berjalan sempurna seperti kisah mama paanya.


“ kenapa?, kepikiran omongan mama mertua ya, heum?”. Goda Buk Nia mengingat seantusias apa temannya itu membahas pernikahan anak mereka.


“ bukan gitu, pengen tau aja, please..”. pinta Siska dengan mata sendu membuat Buk Nia gemas sendiri melihat putrinya yang masih kecil kini sudah berpacaran.


Akhirnya Buk Nia pun bercerita bagaimana ia bertemu dengan Pak Andre ayahnya Siska. dulunya mereka se universitas dan dimana Pak Andre adalah kakak senior sekaligus asisten dosen disalah satu mata kuliah yang diampu Buk Nia.


Ia begitu kesal karena sikap dingin, cuek, serta kedipsipilana sang suami sangatlah keras. Hampir semua tugas yang selalu dikerjakan sang mama ditolak mentah – mentah bahkan sampai harus direview berulang kali.


Namun suatu ketika Buk Nia harus menyelesaikan tugasnya dikelas, ia malah membaca bahan tulisannya dalam bentuk irama lagu, dan tanpa sepengetahuanya sang papa sedari tadi berada dibelakangnya.


Dan dengan sikap Buk Nia yang selalu menggoda sang papa untuk terus tersenyum saat berjumpa dengannya membuat sosok sang papa tak dapat menahan senyumannya itu. Akhirnya karena keakaraban mereka itu membuat mereka terjerat hubungan cinta dan diwaktu yang tepat akhirnya mereka menikah.


Siska pun ikut tersenyum mendengar penuturan sang mama, ternyata ceritanya dan sang mama tak jauh berbeda, dimana mereka lah yang terlebih dahulu membuat para es batu mencair dan hadirnya perasaaan diantara mereka.


Setelah berpuas bercerita dengan sang mama dan berjanji tak akan menutupi apa – apa lagi, karena sang mama juga harus mengontrol mereka jangan sampai diluar batas, Siska pun memilih masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


Setelah siap membersihkan dirinya ia pun membuka ponselnya yang dipenuhi dengan panggilan dari Marvel. Siska pun memilih menelpon balik Marvel yang langsung tersambung.


“ hai, kemana aja sih ditelpon gak diangakat”. Ketus Marvel namun senang karena panggilan itu yang sedari tadi ia tunggu.


“ habis mandi dan ngobrol sama mama tadi”. Utas Siska santai melihat wajah kusut Marvel.


“ tante marah ya, atau aku kesana aja sekarang”. Marvel langsung bersiap pergi mengunjungi rumah Siska, ia sadar Tante Nia terlihat datar saja tadi walaupun sempat bersyukur karena Siska sudah punya pacar.


“ eh gak usah, mama ok aja kok, asal gak boleh sembunyi – sembunyi lagi”. Terang Siska seraya tersenyum karena hubungan mereka tidak terdapat penlakan dari keluarga.


“ yah gak jadi ngapel berarti aku ni”. Keluh Marvel karena niatnya gagal untuk bertemu Siska.


“ ck, pantesan udah rapi gitu, ingat kamu itu belum bisa bawa motor harus banyak istirahat”. Nasehat Siska melihat Marvel tak terbebani dengan lukanya.


“ iya – iya, padahal udah semangat 45”. Jawab Marvel dengan raut lesu.


Akhirnya mereka berdua pun terlibat obrolan panjang dan kemudian harus berakhir karena Siska harus turun kebawah untuk memulai acara makan malam bersama sang keluarga.


Setelah menutup panggilan itu, Marvel pun merasa rindu akan kehangatan keluarga. Ia pun kembali teringat ulah sang papa tadi dan lupa memberitahu ibunya. Marvel pun bergegas keluar rumah dan meminta supir yang sudah disediakan mama tadi sebelum pulang untuk mengantarnya ke rumah utama.


Marvel sudah bertekad akan membuat sang mama bahagia dengan berpisah dengan Pak Rama. Ia tak ingin lagi mamanya berpura – pura lagi terlihat tegar didepannya padahal ia sangat terluka dengan hidupnya saat ini.


Sesampainya didepan gerbang, pak satpam terkejut akan kehadiran Marvel dan terlihat canggung untuk mengizinkan tuan mudanya untuk masuk kedalam rumah. Marvel yang melihat hal itu pun langsung memaksa masuk karena khawatir dengan mamanya.


Setelah mendapatkan akses Marvel pun terpatung didepan pintu kebesaran rumahnya, ia tak dapat membendung lagi kemarahannya melihat sang mama telah terkapar dilantai dengan isakan tangis.


“ mau tak mau, kita harus bercerai”. Sontak ucapan sang papa membuatnya kembali tersadar dan dengan gontai karena sakit ia masuk namun dengan emosi yang menyala membangunkan sang mama dan mengajaknya pergi.


Jangan lupa like, vote and giftnya,


Mohon Share dan promosiin juga ya


Terimakasih