
Hari ini pelan – pelan kehidupan Marvel kembali berubah, rasa kasih sayang yang ia rindukan kini telah ia dapatkan. Kehidupan mereka akan semakin menjadi lebih baik jika mamanya bercerai, dan mereka akan bersama – sama membuka lembaran baru.
Saat ia sampai disekolah terdapat kerumunan yang membuat ia ikut tersulut ingin tau apa yang sedang terjadi disana. Saat ia akan menghampiri gerumbulan para siswa di madding, ia tak sengaja melihat Siska berlari gontai kearah ruang kepala sekolah.
Marvel pun memilih untuk mengikuti Siska, sampai disana ia melihat Siska sedang meminta pertanggung jawaban dari guru tentang isu bahwa nilai Yuda selama ini hanyalah rekayasa.
“ pak, ada apa ini sebanarnya, bukankah kita semua tau bahwa kak Yuda adalah siswa yang berprestasi, bagaimana ini semua terjadi”. Tunjuk Siska pada selebaran yang pagi ini tersebar dimading sekolah.
“ tapi siska, beberapa guru telah ikut bersaksi bahwa selama ini mereka dibayar oleh orang tua Yuda, dan kasus ini sedang kami selidiki”. Ungkap Kepala Sekolah yang juga kecewa karena telah keclongan bahwa telah terjadi penyuapan disekolah mereka.
“ lalu bagaimana dengan ajang olimpiade, saya dan kak Yuda bekerja keras dan akhirnya kami mendapatkan juara, bukankah itu membuktikan bahwa kak Yuda siswa yang berprestasi”. Ketus Siska sedikit tersulut emosi.
“ itu juga sedang menjadi pertimbangan kami semua, saya harap kamu bisa bersabar menunggu hasil ari proses penyelidikan ini”. Ujar Kepala sekolah membuat Siska tak dapat lagi membantah dan keluar dari ruangan tersebut.
Saat ia keluar dari sana, ia menagkap tatapan Marvel yang lurus padanya, Siska hanya bisa melenguh dan membawa Marvel. Marvel hanya diam saja tanpa berkutik, ia belum mencerna keadaan apalagi yang telah heboh disekolah mereka itu.
“ Vel, aku mau ketemu kak Yuda”. Ucap Siska saat telah sampai di area gudang biasanya geng Yuda berada disana.
Marvel masih terdiam bisu, ada sedikit gundah dihatinya saat mendengar penururan Siska. pacarnya masih peduli pada Yuda, tapi ia masih bisa berpikir tenang dan memilih mendengarkan ucapan Siska selanjutnya.
“ Kak Yuda sedang terkena masalah, entah kenapa pihak sekolah hari ini mengabarkan akan melakukan penyelidikan terhadap nilai – nilai kak Yuda selama ini, mereka mengatakan mendapat kiriman bukti penyogokan dari ayah kak Yuda pada guru – guru sekolah agar memberikan ia nilai yang tinggi”. Jelas Siska merasa itu adalah tidak benar.
“ dan kamu tidak percaya akan hal itu?”. Tanya Marvel yang akhirnya ikut merepon.
“ aku tau kak Yuda adalah siswa yang pintar, telepas dari isu benar atau tidak, tapi aku percaya bahwa kak Yuda tidak terlibat, dan nilai yang selama ini ia dapatkan itu adalah hasil dari jerih payah usahanya sendiri”. Terang Siska lagi.
Marvel kembali terdiam saat melihat Siska begitu khawatir dan percaya akan Yuda, berbeda ketika dirinya terlibat isu waktu dulu. Dengan cepat Marvel menghilangkan rasa kecemberuannya itu dan akan menemani Siska untuk bertemu Yuda.
“ aku ikut kamu jumpai dia, atau gak sama sekali”. Tukas Marvel tak ingin dibatah, ia takut bahwa ini hanya lah akal – akalan Yuda agar kembali mendapati perhatian dari Siska.
Siska pun mengiyakan perkataan Marvel, ia juga masih takut jika hanya sendiri menjumpai Yuda yang dalam keadaan tak karuan seperti ini. Setelah menelisir lebih lanjut merka dapat melihat Yuda yang diam saja dan ditemani Winda disana.
“ngapain lo kesini?”. Sinis Winda melihat Siska menghampiri mereka dan membuat Yuda juga ikut menatap Siska dan Marvel.
Yuda semakin terasa sesak melihat kebersamaan Siska dan Marvel. ia pun memilih membuang muka dan kembali menyulutkan rokok dan menghisapnya. Gumpalan asap rokok membuat Siska tak nyaman dan batuk.
“ Siska mau ngomong sama lo, dan gue minta lo buang rokok dulu sekarang, Siska gak terbiasa”. Ucapan Marvel membuat Yuda tertawa nyengirnamun mengikuti perkataan Marvel.
Winda menjadi emosi saat melihat Yuda rela mebuang rokokny yang telah menjadi candu baginya hanya karena Siska. ia pun kembali menatap sinis Marvel dan Siska meminta mereka untuk pergi.
“ gak ada yang perlu mereka omongin, dan sekarang kalian pergi dari sini”. Usir Winda namun malah ditarik paksa oleh Marvel dan menjauh dari sana.
Melihat Marvel membawa Winda pergi, Siska hanya bisa tersenyum tipis karena Marvel percaya kepadanya. Siska pun akhirnya mengalihkan tatapanya pada Yuda yang berdeham saat melihat ia menatap kepergian Marvel.
“ lo mau ngomong apa?”. Ketus Yuda namun dengan nada lembut.
“ aku Cuma mau tau keadaan kakak aja”. Jawab Siska singkat dan memilih meneliti keadaan Yuda.
“ gue baik, lo gak usah peduli sama gua, karena kita bukan siapa – siapa”. Ujar Yuda tak menatap Siska.
“ aku tau kak Yuda masih sama seperti yang dulu, kak Yuda bukan penipu, nilai kak Yuda adalah real dari apa yang udah kak Yuda usahain, terlepas dari semua berita itu benar atau tidak, aku percaya sama kak Yuda, aku harap kakak bisa membuktikan semua itu”. Ungkap Siska kemudian berlalu dari sana.
“ apa sama sekali tidak ada harapan untukku”. Ucap Yuda masih dengan posisi yang sama membuat Siska mematung.
“ aku yakin kak Yuda bisa ngelewatin semua ini, dan berharap aku kembali mengenal Yuda yang dulu, dan kembali mengejar cita – citanya”. Tukas Siska kembali melanjutkan langkahnya dan menemui Marvel yang masih menahan Winda.
“ sudah selesai?”. Tanya Marvel menatap Siska yang tak lama telah menyusulnya.
“ sudah, ayo pergi”. Jawab Siska kemudian melihat kearah Winda yang menatapnya tajam.
Marvel pun menghempas kasar tangan Winda dan kembali mengenggam tangan Siska dan membawanya pergi dari sana. Windamendescih kesal seraya memegangi tangannya yang sakit bahkan sampai merah akibat perbuatan Marvel.
“ cih, kasar banget sih tu cowok”. Kesal Winda dan memilih kembali menemui Yuda.
Yuda hanya bisa termenung memikirkan perkataan Siska, apa ia harus mengikuti atau membiarkannya saja. Toh penafsiran buruk telah menetap pada dirinya selama ini pikirnya.
“ Yud, kamu gak apa – apakan”. Ucapan Winda menyadarkan Yuda dan membuatnya beranjak dari sana.
“ Yud kamu kenapa sih, kamu jangan terpengaruh dengan omongan Siska”. ucap Winda namun tak dipedulikan oleh Yuda.
Disisi lain Marvel tanpa sadar masih menautkan jemarinya dengan Siska dan berjalan santai kearah kelas. Siska yang sebenarnya sadar akan genggaman mereka tak mempeduikan hal itu, dia hanya bisa tersenyum karena Marvel tak posesif akan kepeduliannya pada Yuda.
“ ehem, kaya truk aja gandengan”. Sontak suara itu membuat Marvel menghentikan lahkahnya dan menatap genggamannya dan langsung melepaskannya.
Jangan lupa like, vote and giftnya,
Mohon Share dan promosiin juga ya
Terimakasih