Marvel

Marvel
Bab 41 : Tak Percaya



“ Cil, lo mau kemana?”. Tanya Marvel mencegah Siska namun diabaikannya.


“ Vel, Siska mau ketemu Yuda, dia ngerasa bersalah atas semua ini”. Adu Maya menjelaskan pada Marvel.


“ Cil, ini semua bukan salah lo, lo mau dia..”. ucapan Marvel dipotong Siska.


“ Vel cukup, gue gak mau terlambat lagi ngenyelesain permasalahan ini, please kasih gue ruang untuk ketemu kak Yuda”. Siska beranjak dari sana tak lagi memikirkan apa yang telah terjadi padanya semalam, yang paling penting saat ini ia harus bicara sama Yuda.


“ gak apa, ada kita berdua kok”. Ujar Adel segera menyusul Siska begitu pun dengan Maya.


“ lo sepeduli itu ternyata sama dia cil, gue jadi ragu akan perasaan lo Cuma anggap Yuda sebagai sahabat atau kakak bagi lo”. Ucap Marvel hanya bisa menatap diam akan penolakan Siska.


“ Sis, lo mau ngomong apa lagi sama Yuda, jangan sampe sikap lo yang kek gini jadi harapan buat dia, dan itu semakin nyakitin lo berdua”. Maya masih tak habis pikir dengan arah pikiran Siska.


“ gue tau kok apa yang akan gue lakuin, kalian tenang aja, gue Cuma mau minta tolong lo berdua halangin Winda nantinya”. Pinta Siska pada kedua sahabatnya.


“ janji, lo gak akan kembali bermain perasaan pas ketemu Yuda?”. Adel tak ingin sahabatnya itu kembali larut dalam perasaannya.


“ iya gue janji”. Ucap Yakin Siska membuat kedua sahabatnya sedikit lega.


“ loh ini bukannya arah ke gudang ya? Ngapain kita kesini?”. Maya heran kenapa Siska malah mencari Yuda kesini.


“ ini tempat Mike sama Csnya kalo lagi mangkir, gue yakin Yuda juga ada disini”. tukas Adel yang mengetahui maksud Siska kesini.


“ lo tau tempat ini?”. Tanya Maya bingung kenapa Adel tau tempat mangkir Mike Cs yang juga diikuti tatapan selidik dari Siska.


“ lo berdua ngapain liatin gue kek gitu?”. Adel merasa gugup saat menyadari ia telah salah berbicara.


Siska hanya melampirkan senyum melihat kegugupan Adel, pasalnya tempat yang mereka tuju adalah tanah kosong dibalik gudang, dan hanya beberapa orang saja yang berhubungan dengan Cs Mike mengetahui tempat itu.


Pasalnya Cs Mike malah terlihat sering mangkal diarea taman lapangan basket, mereka hanya kesana saat sedang melampiaskan amarahnya. Tentu ketahuan Adel akan tempat itu membuatnya yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi dibalik ketahuannya.


“ gue heran sama lo, padahal kita kemana – mana selalu bertiga, dan gue kok gak tau akan tempat ini”. Maya masih bingun, kenapa hanya dirinya yang tidak tau akan tempat itu.


“ Shittt, kalian dengar sesuatu gak?”. Bisik Adel menyuruh temannya untuk dia dan ikut menetralisir arah suara.


“ gila suara apaan tu”. Maya ikut terperanjak saat mendengar suara nyaring dari arah sana.


Ketiganya sempat tediam mempertanyakan satu sama lain apakah mereka akan melanjutkan mengintip kearah suara yang semakin nyaring disana. Dengan ragu – ragu ketiganya memutuskan untuk melihat ke sumber suara, ketiganya terperanjak saat melihat apa yang kini dihadapan mereka.


“ Whatt.. ”. Keterkejutan Maya yang tak dapat dibendung membuat dua insan disana yang sedang asik bergelut bibir pun membuat mereka terperanjak.


Siska semakin tak percaya bahwa Yuda yang kini dihadapannya bukanlah Yuda yang dikenalnya dulu. Yuda yang mendengar suara Maya segera mendorong Winda dari hadapannya. Hanya tatapan nanar tak dapat diartikan isinya saat ia menatap Siska.


“ kalian ngapain sih disini, awas ya lo bertiga”. Winda yang merasa kesal ingin memnghampiri mereka karena telah menganggu hal yang selama ini ia tunggu segera dicekal oleh Yuda.


“ Yud, tapi mereka…”. keluh Winda pun langsung terpadamkan saat melihat tatapan tajam dari Yuda.


“ mending lo semua pergi dari sini”. Titah Yuda masih menatap netra yang masih setia menelisik dirinya.


“ lo tuli ya, pergi dari sini, gak usah lo ganggu Yuda lagi”. Nyalang Winda menatap benci pada Siska.


“ cih, kalo kita pergi bisa lanjut buat anak lo berdua, malu – maluin sekolah aja”. Maya pun ikut menatap jijik kearah mereka berdua.


“ngomong apa lo barusan hah?”. Winda semakin emosi menghadapi ketiga gadis itu.


“ DIAM”. bentak Yuda menghentikan aksi adu mulut mereka.


“ lo mau ngomong apa, gue lagi sibuk”. Lanjut Yuda menjawab permintaan Siska.


“ heh, sibuk gituan maksudnya”. Timpal Maya menatap jengah.


“ May”. Siska menghentikan Maya untuk lanjut berbicara.


“ gak lama kok kak, 10 menit aja, aku tunggu didepan gudang”. Lanjut Siska segera berlalu dari sana.


Yuda pun langsung mengikuti Siska tanpa bantahan, ingin ia jelaskan bahwa kejadian tadi terjadi diluar kendalinya. Winda tiba – tiba saja mencium dirinya dengan penuh paksaan walaupun sempat ia putuskan, namun sikap Winda membuat dirinya ingat akan tingkahnya yang memaksa Siska dan membuat ia terlarut dalam ciuman Winda selanjutnya.


“ eh yud, lo mau kemana?”. Winda ingin menghentikan Yuda namun langsung dihalangi oleh Adel dan Maya yang langsung menggunci ia dari luar.


“ woi brengsek lo berdua, bukain pintunya”. Winda terus saja menggedor pintu diminta untuk dibukakan.


“ kak, kamu benar – benar berubah”. Ujar Siska saat melihat Yuda yang telah berdiri disampingnya.


“ ck, aku berubah atau enggak, sama aja kan perasaan kamu ke aku”.Yuda tersenyum getir melihat tatapan kecewa Siska padanya.


“ ya tapi ini gak logis kak, kakak gak harus ngerusak diri kakak jadi kek gini, apapun perasaan aku saat ini, kita masih bisa seperti dulu”. Tukas Siska tak mau Yuda merusak dirinya sendiri karana dirinya.


“ seperti dulu, Cuma sebatas seperti hubungan kakak atau sahabat gitu, dan kakak harus sabar lait kamu dekat sama cowok lain, cih”. Yuda masih tidak bisa terima akan penolakan Siska terhadap cintanya.


“ asal kamu tau ka, aku seperti ini juga karena kamu, kamu bisa jatuh cinta sama Marvel yang kamu tau kelakuan dia seperti apa, gak salah kan kalo aku menjadi lebih buruk dari dia, karena itu tipe kamu”. Ucap Yuda mengungkapkan apa yang telah merubah dirinya.


“ kak, maksud kakak apaan sih, Marvel bukan cowok yang buruk, dia..”


“ heh, dia bukan cowok yang buruk dimata kamu setelah apa yang dia lakukin terhadap kamu, dan sebaik apapun aku, kamu gak akan pernah ngeliat kakak yang selalu ada disisi kamu”. Yuda semakin emosi melihat Siska masih membela Marvel didepannya.


“ kak itu Cuma salah paham dan dia juga udah minta maaf, kakak juga tau akar permasalahan itu kan?”. Tutur Siska berharap Yuda mengerti.


“ salah paham, terus maksud pesan yang kamu baca itu apa?”. Yuda kini menatap jengah Siska karena terlalu mudah untuk percaya pada seseorang.


“ pesan, pesan apa?”. Tiba – tiba suara bass Marvel ikut menimpali perdebatan mereka.


Jangan lupa dukungannya ya,


Like, Vote dan giftnya


Tambahkan juga ke list favorit, terimakasih 😊