Marvel

Marvel
Bab 43 : Kembalinya Mike



Siska dan Marvel kini kembali bersitegang, lagi – lagi mereka kembali membisu satu sama lain. Marvel ingin memberi waktu pada dirinya sendiri, ia juga tak bisa menyalahkan Siska karena tak percaya padanya setelah apa yang sebelumnya ia lakukan.


Siska yang awalnya berusaha untuk berbicara dengan Marvel akhirnya mengurungkan niatnya saat ia menangkap netra Marvel seolah memintanya untuk menunggu. Beda dengan Marvel, kini Yuda bahkan secara tiba – tiba mengundurkan dirinya dari OSIS dan mempertahankan sikap perubahannya.


Siska hanya bisa diam saat bertemu keduanya, tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menunggu mereka belajar dari waktu yang terus berjalan. Namun dibalik itu semua ia masih menyalahkan dirinya sendiri, bahkan kembalinya Mike pun tak mengubah pemikirannya walaupun telah dijelaskan oleh sepupunya bahwa itu bukan kesalahannya.


“ lo udah dewasa ka, gue tau lo juga butuh waktu untuk belajar dari ini semua”. Ujar Mike menatap sendu setelah mendengar penjelasn Siska.


“ tapi ini gak akan lama kan kak?”. Tanya Siska yang masih bergelut dengan perasaannya.


“ ya itu tergantung lo sendiri, mau terus berada dikeadaan ini atau enggak”. Jelas Mike lagi.


“ ih itu kan kata – kata aku”. Siska menguratkan senyum tipisnya karena malu ia harus mendengar kata – katanya sendiri yang biasanya ia lontarkan pada Mike.


“ nah itu lo tau, makanya jangan pesimis lagi dong, masak sepupu gue yang biasanya bawel dan sok bijak seantero komplek gerutu sama dirinya sendiri”. Goda Mike untuk membuat sepupunya senang.


“ iya – iya, tapi kakak bantuin ya”. Pinta Siska dengan mata berbinar.


“ ogah”. Ucap Mike seraya bangun dari tempat tidur sepupunya.


“ ish kok gitu, gak aku bantuin jomblangin sama Adel ya”. Siska berniat menggoda balik Mike karena ia masih penasaran kenapa Adel bisa tau tempat Cs Mike kalo bukan sepupunya alasannya.


Mike mengernyitkan dahinya saat Siska tau apa tujuannya saat ini, apakah Adel telah menceritakan bagaimana keadaannya selama ia menghilang 2 minggu ini?. Namun ia kembali menormalkan ekpresinya dan begegas pergi saat melihat Siska bersiap untuk menelisik dirinya.


“ ih kak Mike tungguin, mau dibantuin gak sih?”. Teriak Siska seraya mengejar Mike yang sedang menuruni tangga.


“ loh Mike, kamu disini?”. Buk Nia begitu senang mendapati keponakannya kini telah kembali.


“ eh iya bunda”. Mike mencium tangan bunda seraya membalas pelukan yang diberikan kepadanya.


“ kamu tinggal disini lagi kan, bunda kangen sama kamu”. Pinta Buk Nia tak ingin Mike menghilang lagi.


“ gak bun, sekarang aku udah tinggal dirumah”. Mike memaksakan guratan senyum tipis itu hadir diwajahnya.


“ ha, kakak udah balik tinggal dirumah? Gak mimpi aku kan ma?”. Celoteh Siska kembali terkejut mendengar penuturan Mike.


“ makanya bangun dari alam kegalauan lo itu”. Mike mencubit pipi tembem Siska untuk mencairkan suasana dan tidak semakin ditelisik oleh kedua wanita didepannya saat ini.


“ aww sakit kak”. Ketus Siska seraya ingin membalas Mike, namun Mike telah terlebih dahulu bersembunyi dibelakang mamanya.


“ bun bantuin aku dari bocah galau dong”. Mike menjadikan bundanya sebagai tameng dari amukan Siska.


“ emang Siska galau karena siapa?”. Perhatian Buk Nia kini teralihakan pada putrinya.


“ ih kak Mike….”. Siska menggeram kesal dan mengejar Mike agar tak semakin berbicara ngaur didepan mamanya.


***


Lagi – lagi sekolah dihebohkan dengan kembalinya Mike, bukan hanya itu saja, style Mike hari ini memnbut semua orang seolah berpikir jiwa Yuda dan Mike telah tertukar. Penampilan Mike yang begitu rapi membuat aura ketampanannya semakin bertambah, sikapnya yang biasanya dingin kini dengan ramah membentuk senyum diwajahnya itu.


Siska tersenyum melihat perubahan sepupunya itu, ia benar waktu akan terus mengajarkan kita jika kita mau berusaha. Ia semakin yakin jika ada seseorang yang telah membuat Mike menjadi seperti ini, ‘Adel’. Wajah Adel saat ini yang tanpa sadar tersenyum cerah melihat perubahan Mike menandakan ia mengetahui perubahan itu, berbeda dengan Maya dan siswa lainnya yang tak percaya akan sosok Mike saat ini.


“ ni sekolah ada apa ya, gue gak salah liat kan?, Mike ganteng banget woi”. Maya tak dapat membendung kekagumannya terhadap Mike.


“ heum, mulai deh lo”. Adel menatap jengah akan tingkah sahabatnya itu.


“ ye sirik aja, macam punya elo juga tu orang, sepupunya aja santai”. Balas Maya tak mempedulikan cibiran Adel.


“ udah ada yang mau punya kok May”. Ungkap Siska sekilas menatap Adel.


“ serius ka?, yah baru aja mau gue gebet”. Ucap Maya berniat bercanda.


Siska dan Adel yang menyadari Andi sedari tadi dibelakang mereka dan mendengar jelas penuturan Maya membuat keduanya beringsuk dari sana dan meninggalakan Maya yang kini ditahan Andi.


“ eh lo pada mau kemana”. Gerutu Maya yang tak terima ditinggalkan namun tangannya seketika dicekal oleh seseorang.


“ siapa yang ganteng?”. Tukas Andi dibelakang Maya menatapnya tajam.


“ eh kamu beb, enggak, enggak ada”. Kilah Maya meneguh ludahnya kasar.


Andi mentap kesal kepada Maya dan ikut meninggalkannya. Maya pun hanya bisa mengikuti Andi dan mencoba membujuknya agar tak merajuk. Ia bahkan berjanji pada dirinya akan menggerutu kesal habis – habisan pada kedua temannya yang telah meninggalkannya begitu saja.


Jam pelajaran pun kini dimulai, Maya hanya menepikkan muka kesalnya pada kedua temannya yang tersenyum santai seolah tak bersalah meninggalkannya, untung saja Andi bukan tipe cowok yang susah dibujuk.


“ awas aja ya lo berdua”. Tukas Maya pada kedua sahabatnya yang malah berekpresi pura – pura takut lalu tersenyum.


Siska hanya menatap nanar Marvel disampingnya, 3 hari ini cowok itu telah mengirit bicara padanya dan terlalu fokus pada apa yang dikerjakannya. Ia bahkan ragu untuk meminta pendapat dari Marvel untuk tugas kelompok yang baru saja diberikan oleh guru mereka.


“ pulang sekolah nanti kita kerjain sekalian waktu belajar yang udah kita sepakati”. Marvel membuka suaranya dan hanya menatap lurus pada Siska.


Marvel tak tahan untuk tak berinteraksi dengan Siska, apalagi ia sering mendapati gadis disampingnya sering mencuri pandang terhadapnya. Apalagi tadi ia berusaha menahan senyumnya saat melihat Siska ragu – ragu untuk mulai mengajaknya bicara seraya memegang tugas kelompok ditangannya.


Siska segera menanpikkan senyum cerahnya saat Marvel mulai berbicara kepadanya, apalagi saat ia melihat guratan senyum tipis yang selama ini ia rindukan dari cowok itu. Siska mengangguk mengiyakan ajakan Marvel, itu artinya Marvel sudah mau berinteraki dengan dirinya.


Jangan lupa Vote, like, dan giftnya


Terimaksih 😊