Marvel

Marvel
Bab 44 : Iya



Sepulang sekolah Siska langsung menuju atap sekolah, tapi tak ada siapapun disana. Apakah itu hanya bayangan yang ia harapkan? Ah gila rasanya jika ia masih harus mendapati diamnya Marvel untuk kedepannya.


Siska merebahkan kepalanya dimeja yang biasanya ia dan Marvel belajar disana, bayangan akan kedekatan keduanya saat belajar di meja itu kembali menghiasi pikirannya. Tiba – tiba wajah Marvel muncul dihadapannya dan ia hanya melengus kesal menganggap itu hanyalah angannya saja.


“ ih ngapain sih lo muncul disini, keluar dari otak gue”. Gerutu Siska masih mendapati Marvel didepannya.


“ kenapa gue harus pergi?”. Tanya Marvel bingung akan kelakuan gadis itu.


“ ya elo harus pergi, kalo gak gue makin kangen sama dia”. Decih Siska meladeni ucapan bayangan didepannya.


“ sumpah lo kangen sama gue”. Marvel tersenyum mendengar penuturan Siska dan ikut merebahkan kepalanya dimeja agar semakin dekat melihat wajah yang selama ini hanya bisa diliriknya.


Tabrakan deruan nafas keduanya membuat Siska terbelalak, ia merasakan hangat menerpa wajahnya. Apa ia bayangan memiliki nafas, ia mengadahkan kepalanya dan menepuk dirinya untuk segera sadar dari lamunannya.


“ sadar Siska sadar”. Siska terus menepuk pipinya sampai saat tangannya dicekal oleh Marvel.


“ cih, ngapain sih lo cil”. Marvel menghentikan Siska yang berperilaku aneh pikirnya.


“ eh lo kok bisa sentuh gue”. Siska yang kaget segera menghempaskan cekalan Marvel.


“ ya bisa lah, lo pikir gue apaan”. Marvel mulai sadar bahwa sedari tadi Siska hanya meganggapnya bayangan.


Glek, lagi – lagi siska harus menelan ludahnya saat menyadari marvel yang ada didepannya ini adalah asli bukan bayangan yang terus ada dipikirannya. Ia segera membalikkan badannya dan merutuki dirinya sendiri dan tak tau harus bersikap apa didepan Marvel karena ia malu.


“ ish, kok gue gak sadar sih, terus gue bilang apa tadi, kangen? Huwa…”. Siska melenguh kesal akan apa yang ia lakukan barusan.


Marvel semakin melukiskan senyum diwajahnya, Siska pasti malu karena tanpa sadar telah mengungkapkan rasa rindu kepadanya. Ia semakin tak bisa menahan senyumnya saat melihat Siska merutuki dirinya sendiri dan itu tampak lucu dimatanya.


“ udah terlanjur gue denger, gak usah salahin mulut lo itu, dia gak salah”. Tukas Marvel membuat Siska segera membalikkan badannya dan menatap kesal Marvel.


“ ngapain lo natap gue gitu?, masih kangen?”. Goda Marvel membuat pipi Siska kembali semakin merona.


“ ih Marvel… please lo diam , jangan bikin gue tambah malu”. Teriak Siska merucutkan bibirnya dan menatap malas Marvel.


“ wkwkwk, ngapain sih lo malu cil, gue malah seneng dengernya”. Ujar Marvel jujur akan perasaannya saat ini.


‘akhirnya lo sendiri yang jujur akan perasaan lo cil’. Gumam Marvel senang ternyata tak sia – sia ia mendiamkan Siska selama 3 hari ini.


“ ih udah ah, gue mau pulang”. Siska tak sanggup menahan rasa malunya saat ini.


“ ****, mau kabur tetap aja gak ngerubah apapun, dan lo harus hadapin itu”. Tukas Marvel tak ingin ia harus berjauhan dengan Siska lagi.


Siska kembali duduk dibangkunya dan menundukkan wajahnya, ia tak ingin Marvel semakin menggodanya saat melihat wajahnya masih memerah menahan malu. Tapi ia juga senang karena perasaan yang dipendamnya saat ini sudah terluapkan begitu saja.


“ lo benarean kangen sama gue?”. Marvel ingin mendengar lebih jelas lagi akan perasaan Siska padanya saat ini.


“ lo juga suka sama gue?”. Sontak pertanyaan itu membuat Siska terdiam dan berjeda sesaat sebelum ia kembali menganggukkan kepalanya menandakan ia.


Marvel ingin berloncat senang saat melihat anggukan Siska, tapi ia masih tetap ingin mendengar penuturan setidaknya kata iya dari mulut Siska. Kini ia mengangakat wajah Siska agar bertatap dengan wajahnya.


“ iya apa enggak?”. Marvel memperkecil suara saat mengucapkan kata terkhirnya, ia tak ingin Siska merubah keputusannya.


“ iya gue suka sama lo”. Tukas Siska dengan lantang tak sanggup menahan perasaannya saat melihat wajah Marvel dengan tatapan penuh harap padanya.


Marvel yang mendengar penuturan Siska tak dapat lagi membendung kegiragannya, ia bahkan meloncat seraya bersorak Yes diatas Meja bahkan hampir terjatuh jika Siska tak memegang tangannya.


“ Vel, hati –hati”. Siska menarik Marvel agar turun dari meja.


“ sekarang gue boleh peluk lo gak cil?”. Marvel merentangkan sedang tangannya untuk memeluk Siska.


Siska ikut tersenyum cerah melihat tingkah Marvel, ia pun menyutujui permintaan Marvel dengan langsung memeluk terlebih dahulu. Marvel tak percaya jika Siska kini memeluknya dan ia juga membalas pelukan Siska dengan masih rasa keterkejutannya.


Siska hanya bisa menenggelamkan wajahnya didada Marvel, ia sangat malu dengan apa yang ia lakukan saat ini. Selama beberapa saat mereka berpelukan saling diam dan mencurahkan kegirangannya masing – masing.


Deringan ponsel Siska dan Marvel yang beriringan membuyarkan mereka yang terhanyut dalam kebahagiaan, Siska langsung melepas pelukan Marvel dan menngulum senyum saat saling bertatapn dengan Marvel.


Mereka saling bersikap salah tingkah dan membuang mukanya untuk menghindari rasa canggung ketika netra mereka saling menangkap satu sama lain. Keduanya saling berdecih kesal saat melihat siapa yang menghubungi mereka beberrapa kali.


“ heum, siapa yang nelpon lo?”. Tanya Marvel mencoba menormalkan kembali tingkahnya.


“ eum, Maya yang nelpon, tapi kayaknya gak penting soalnya dia gak nelpon lagi”. Ungkap Siska yang tau bahwa Maya menelponnya pasti untuk mencari tau apa yang terjadi diantaranya dan Marvel.


“ lo siapa yang nelpon?”. Tanya Siska yang juga mulai menormalkan kembali kecanggungan mereka dan kepo siapa yang menelpon Marvel dan membuat pria itu kesal.


“ Andi”. Marvel tersenyum mengungkapkan siapa yang menghubunginya, pasti saat ini Andi dan Maya sedang bersama dan mencoba keduanya.


Disisi lain Andi dan Maya tertawa keras karena berhasil mengganggu calon pasangan baru itu. Ide itu tercetus saat Maya mengatakan pada Andi untuk mengajaknya mengintip Siska dan Marvel yang mulai berbaikan. Namun Andi menolaknya dan lebih memilih untuk menganggu mereka ketika keduanya sedang berusaha berbaikan.


“ beb lo liat deh Siska balas apa?”. Maya tersenyum kegirangan saat mendapati pesan emotikon marah berwarna merah dari Siska.


“ sini coba aku liat”. Andi juga tak kalah tertawa karena berhasil merusak momen berbaikan si ratu bawe dan raja dingin itu.


Andi dan Maya juga tak berhenti tergelak tawa saat melihat pesan yang dikirim Marvel dengan emoticon jari tengah dan wajah anjing. Mereka kembali beradu tos karena rencana mereka berhasil, namun mereka tiidak mengetahui telah merusak momen awal kedua sejoli itu bersatu bukan sekedar berbaikan.


Mohon dukungannya semua,


Like, Vote and giftnya, tambahkan juga ke list Favorit


Terimakasih