
“ mau ngomong apa ya kak?”. Tanya Siska saat mereka telah berjarak jauh dari Marvel.
“ ka, kamu harus liat ini”. Yuda memberikan ponselnya pada Siska.
Disana terdapat beberapa foto dimana menunjukkan Marvel dengan seorang siswa yang seumuran dengan mereka. Namun difoto terakhir terdapat potongan berita yang menyatakan tentang kecelakaan seorang siswa.
“ ini maksudnya apa kak?”. Siska masih bingung dengan maksud Yuda memberitahukan foto –foto itu padanya.
“ itu sahabatnya Marvel, dan orang yang ada dalam berita itu ya sahabat Marvel”. Yuda menjeda sedikit ucapannya menetralisir apa yang sedang Siska pikirkan dengan raut kebingungannya.
“ saat ini dia masih koma, dan semua itu terjadi karena terlibat perkelahian dengan Marvel”. Jelas Yuda menjawab pertanyaan Siska.
“ tapi ini semua pasti ada alasannya kak”. Siska masih percaya bahwa dibalik ini semua pasti ada alasannya.
“ Siska, percaya sama kakak, Marvel itu bukan orang baik, dia tega ngecelakain temannya sendiri, dan kamu juga pernah dijadiian taruhan kan sama dia, dan ini coba kamu lihat, Marvel juga pernah ngirim ini ke kakak saat dia mau balas perbuatan Mike waktu dulu”. Terang Yuda kembali memperlihatkan pesan teks di ponselnya.
[gue gak tau diantara lo berdua siapa yang suka sama cewek itu, karena dia kalian cari masalah sama gue]
[gue akan bikin perhitungan sama kalian]
[gue pastiin dia jadi milik gue]
Rentetan pesan itu membuat Siska mengembalikan ponsel Yuda dengan cepat dan segera berlalu dari sana. Siska tak tau harus mengekpresikan mimik wajahnya seperti apa, jujur Siska tak ingin percaya akan apa yang ia ketahui sekarang, sakit rasanya jika ia harus memaksakan perasannya itu.
“ maafin kakak ka, cuma ini satu – satunya cara agar kamu kembali lagi ke kakak”. Ucap sendu Yuda sedikit merasa bersalah akan apa yang ia lakukan.
Berita tentang Marvel disekolahnya dulu itu pun telah tersebar, banyak yang tak percaya bahwa cowok tampan itu hampir menjadi seorang pembunuh. Mereka kini harus sedikit waspada dikarenakan takut akan kebrutalan Marvel yang bisa terjadi kapan saja jika tak sengaja mencari masalah dengannya.
“ vel, lo serius ini perbuatan lo?”. Tanya Andi yang terkejut melihat gosip yang sedang banyak dibicrakan para siswa di ponselnya.
Marvel dan Kevin yang sedang bercanda pun langsung terfokus akan apa yang dilihat Andi di ponselnya. Marvel mengernyit heran, bukankah berita ini telah diredam oleh orang tuanya, tetapi kini kembali terkuak, ada yang tidak beres pikirnya.
“ gue yakin ini pasti hoax kan?”. Kevin juga ingin mengetahui bahwa apa yang dilihatnya sekarang adalah tidak benar.
“ sebentar, ini semua awal diunggah dimana dan atas kewenangan siapa?”. Tanya Marvel tak sabar ingin mengetahui siapa dalang dibalik ini semua.
“ ini diunggah di grup form inti sekolah, dan bisa aja semua orang kirim info disini, tapi lo pada liat deh, ini itu akun gak diketahui, tapi gue yakin kerjaan anak sekolahan sini”. Jawab Andi memperlihatkan awal mula berita itu diinfokan.
“ ini pasti ada orang yang lagi cari masalah sama lo”. Timpal Kevin.
“ Yuda”. Sontak ketiganya menyebutkan nama rivalnya itu.
“ tapi tujuan dia apa?, gue bingung ni anak kurang kerjaan atau kenapa sih?”. Andi masih merasa tak percaya jika dalang dibalik ini semua adalah Yuda.
“ cil, lo kenapa?”. Marvel langsung mengahampiri Siska yang telah duduk dikursinya.
“ gue gak kenapa – kenapa kok Vel”. Jawab datar Siska membuat Marvel semakin berpikir ada yang tidak benar dengan Siska.
‘apa yang dibicarain Siska sama Yuda, apa ini semua tentang berita ini’. Pikir Marvel bertanya pada dirinya.
“ lo yakin gak apa –apa, lo udah tau tentang berita di grup from sekolah?”. Marvel ingin memastikan bahwa Siska tidak sedang terpengaruh seperti para siswa lainnya.
“ udah kok”. Jawab singkat Siska masih mensingkronkan pikirannya, apa benar sebegitu bencinya kah Marvel padanya dulu, apa Marvel masih menganggapnya seperti itu sampai saat ini walaupun ia pernah meminta maaf padanya.
“ dan lo percaya?”. Tanya Marvel lagi dengan penuturan Siska yang singkat.
Siska hanya terdiam tak dapat mengucapkan sepatah kata pun, dimatanya ia dapat melihat tatapan pengharapan kepercayaan dari Marvel. Namun ia tak dapat memberikan itu, bukan ia percaya akan berita itu, tetapi egonya sedikit membungkamnya karena masih sedikit ragu.
Apa Marvel juga kan percaya padanya jika ia berada dalam posisi itu, apakah rasa benci Marvel akan membuatnya meninggalkannya sendiri. Entah kenapa ia takut perasaannya yang saat ini telah jatuh cinta pada Marvel akan runtuh tak terbentuk. Itulah yang ada dalam pikiran Siska saat ini.
“ heh, lo diam, ok”. Lenguh Marvel sedikit kecewa dengan Siska yang tak mempercayainya dan beranjak dari kursinya.
“ tunggu, gue percaya sama lo, tapi gue tetap butuh bukti Vel”. Ucap Siska menghentikan Marvel.
Marvel hanya tersenyum kecut mendengar penuturan Siska dan tetap beralih berlalu dari kelas itu. Hanya satu nama yang kini jelas dikepalanya, Yuda, bukankah mereka akan tetap bersaing sportif, jelas ada sesuatu yang dibicarakannya dengan Siska, dan ia akan mencari tau apa itu.
Tanpa kata – kata Marvel langsung menghampiri Yuda dan melayangkan bogem mentahnya diwahajh rivalnya itu. Kevin dan Andi beserta beberapa temannya Yuda berusaha melerai Marvel dikarenakan Yuda tak berusaha membela dirinya sendiri.
“ stop, kalian berdua ikut saya sekarang”. Bentak guru menghentikan aksi Marvel.
Didalam ruang bk mereka disidak oleh guru, karena Marvel tak dapat memberikan alasan jelas dan bukti bahwa Yuda yang menyebarkan berita tersebut. Ditambah ketidakpercayaan guru bahwa seorang Yuda dapat melakukan hal itu, maka Marvel tetap dinyatakan bersalah dan dianggap melanggar persyaratan awal ia pindah kesana.
“ Marvel, tindakan kamu hari ini harus tetap kami diskusikan terlebih dahulu karena telah melanggar persyaratan, untuk itu saya harap beberapa hari ini kamu renungkan dirimu dirumah seraya menunggu keputusan para ketua yayasan dan sekolah”. Guru itu memberikan surat berisikan pernyataan DO untuk Marvel.
Marvel sama sekali tak mengubris perkataan gurunya, dengan masih memendam amarahnya, Marvel masuk ke kelas dan mengambil tasnya dan berlalu pergi. Ingin rasanya Siska mengikuti Marvel setelah tau apa yang diceritakan Andi tentang perkelahian Marvel dan Yuda, namun Marvel telah terlebih dahulu menghentikan langkahnya.
“ kasih gue waktu cil, gue akan turutin kemauan lo”. Ucap Marvel sebelum benar – benar beranjak pergi dari sana dan meninggalkan Siska yang terus bergelut dengan pemikirannya.
“ maafin gue Vel, gue terlalu takut, takut kalo gue gak bisa ngelupain rasa suka gue sama lo walaupun semua itu benar”. Gumam Siska dalam hatinya melihat Sendu akan kepergian Marvel.
Mohon dukungannya, like, vote dan giftnya
Terimakasih 😊