
“ wah ada anak kamu ya jeng dirumah, aku boleh…”. Wanita paruh baya itu pun ikut terkejut siapa yang sedang bersama temannya itu.
Marvel dan Siska semakin tak percaya melihat siapa yang datang bersama Buk Dila kerumahnya. Keduanya pun menelan ludah kasar tak tau apa yang harus mereka jelaskan.
“ mama, Siska”. Buk Nia tak menyangka jika anaknya ada dirumah anak temannya dan ia terlebih tak percaya jika anak dari sahabatnya adalah Marvel.
“ loh kalian saling kenal?”. Tanya Buk Dila semakin bingung dengan acara saling kaget – kagetan ini.
“ ini putriku jeng, Siska kamu ngapain disini, berduaan dirumah laki – laki lagi”. Pelotot Buk Nia pada putrinya.
“ enggak ma bukan begitu”. Penjelasan Siska terpotong saat Marvel ikut berbicara.
“ maaf tante, Siska habis nganterin saya pulang dari rumah sakit”. Ucap Marvel seraya memperlihatkan tangannya yang diperban.
“ loh sayang kamu kenapa?, Ya Allah kamu kenapa lagi ini?”. Utas Buk Dila yang khawatir menghampiri Marvel dan memperhatikan keadaan putranya.
“ gak kenapa – kenapa kok ma, ngepel aspal sikit tadi”. Jawab Marvel dengan santainya seolah lukanya bukan apa – apa.
“ gak kenapa – kenapa gimana , orang kamu lecet begini kok, Siska kamu gak ikut ada luka juga kan?”. Tanya Buk Dila lagi tak ingin Siska juga mendapati luka karena ulah putranya.
“ aku baik kok tan, tadi gak sengaja liat kecelakaan dijalan, eh rupanya Marvel jadi aku temenin, eum maaf juga ya tan karena main masuk aja kesini”. Ujar Siska sambil melirik pada ibunya agar tidak berpikir jauh.
“ eh iya gak apa, malah tante makasih banyak loh udah bantuin Marvel”. Tukas Buk Dila tersenyum pada Siska.
“ heum iya tante”. Siska menghampiri mamanya agar tak marah padanya.
“ mama kok bisa ada disini sih?”. Tanya Siska heran kenapa mamanya ikut ada disana.
“ ya kalo mama sama tante Dila gak datang kesini mau jadi apa kalian, kalo ada yang sebar foto waktu kamu sama Mike lagi gimana?”. Seru Buk Nia ketus pada putrinya.
“ udah jeng jangan dimarahin Siskanya, aku malah harus banyak terimakasih sama Siska karena dia udah ngubah Marvel, kamu sendiri tau kan dia gimana”. Bela Buk Dila dimana ia sering curhat tentang putranya pada temannya itu.
“ mama temenan sama tante nia?”. Marvel terkejut keakaraban kedua wanita itu.
“ iya, dan kalian berdua ada hubungan apa sampe sembunyi – sembunyi dibawah tadi”. Kini Buk Dila yang ikut melopoti putranya meminta jawaban.
“ pacaran”. Jawab Marvel enteng seolah tak tau sekarang mereka sedang bersama siapa, berbeda dengan Siska yang langsung berkeringat dingin mendengarkan penuturan Marvel.
“ What pacaran?”. Kedua wanita paruh baya itu menatap saling tak percaya dana menelisik anaknya masing – masing.
Marvel yang melihat tatapan penuh keingintahuan dari mamanya lagi – lagi hanya mengangguk iya, sedangkan Siska hanya bisa menunduk dan sedikit memperhatikan tatapan mamanya.
Buk Dila dan Buk Nia seperti terkomando langsung saling bertatapan dan menyunggingkan senyum devil diwajah mereka yang sedikit berkerut namun masih tampak sangat cantik kemudian saling mendekati.
“ jeng akhirnya kita jadi besan”. Sorak Buk Dila sumringah lansung memeluk temannya itu.
Marvel dan Siska semakin tergelak dimana awalnya mereka berpikir bahwa mama mereka tidak menerima hubungan mereka, apalagi keduanya ketahuan dalam situasi yang sangat tidak baik. Namun ternyata kedua wanita itu malah bersorak seperti remaja pada umumnya ketika mendapati berita kebahgaiaan.
“ iya jeng akhirnya putriku punya pacar, aku pikir dia tidak suka pada lawan jenisnya, jadi sekarang aku udah bisa tenang”. Sahut Buk Nia memeluk erat mamanya Marvel.
“ ih mama kok ngomong gitu sih, malu”. Gerutu Siska merucutkan bibirnya.
“ ya tapi itukan emang benar sayang, Kevin kamu tolak, Yuda juga, padahal mereka baik sama ganteng, aneh banget kalo kamu tolak”. Jujur Buk Nia tak merasa bersalah malah semakin menceritakan secara gamblang didepan tante Dila.
“ ya karena dia belum ketemu sama aku tante, selera anak tante mah lebih tinggi daripada yang biasanya”. Timpal Marvel secara bangga dan menyunggingkan senyum kesombongan pada Siska.
“ ih seolah kamu bener aja”. Sulut Siska menatap kesal Marvel.
“ eits.. masak pasangan saling berantem, sekarang kita ke ruang tamu, banyak banget yang harus kita tanyain sama kalian berdua”. Sargah Buk Dila mengajak semuanya keruang tamu.
“ ma minumnya”. Ingati Marvel tak enak hati bertemu mama Siska tapi tak menyuguhinya minuman.
“ oh iya mama lupa, ya udah kalian duluan biar mama yang siapin”. Buk Dila kembali menuju dapur sedangkan yang lainnya berjalan kearah ruang tamu.
Siska dan Marvel merasa canggung saat ditatap oleh Buk Nia, ditambah Siska membuat raut kesal saat bertatapan dengan Marvel karena langsung menyatakan hubungan diantara mereka berdua pada mamanya.
“ hey hey, minuman segar untuk menemani kondisi tegang kita sudah sampai”. Kehebohan Buk Dila membuat suasana sedikit bernyawa.
Buk Dila mengedipkan matanya pada Buk Nia untuk memulai plot investigasi mereka, keduanya saling berdeham dan duduk tegap serta menatap dua remaja yang ada didepannya saat ini.
“ jadi siapa yang mau cerita tentang status pacaran yang sedang kalian jalani saat ini”. Tanya Buk Nia dengan nada tegas.
“ ma..”. rengek Siska meminta ibunya mengehentikan drama ini., namun malah dipelototi dan membuatnya memilih mengunci rapat mulutny karena tau akan sifat mamanya yang pandai berlakon seperti kakaknya atau ibu Mike yang seorang artis.
“ eum biar saya aja tante”. Ucap Marvel walaupun merasa gugup dan mendapati acungan jempol dari sang mama.
“ aku sama Siska baru pacaran beberapa hari ini, karena masih tahap mengenal satu sama lain jadi masih dirahasiain dari semuanya, jadi saya minta maaf ya tente, seharusnya saya minta izin dulu”. Terang Marvel membuat Siska sendu karena itu adalah permintaannya tetapi malah Marvel yang meminta maaf.
“ udah itu gak penting, bagaimana caranya kalian bisa saling suka terus gimana cara kalian ungkapinnya”. Buk Dila malah antusias sendiri ingin mendengar cerita itu dan membayangkannya seperti yang ada di drama.
“ jeng”. Senggol Buk Nia melihat temannya itu malah tak sejalan dengan niatnya yang ingin menjadi ibu – ibu tegas seperti yang ada didrama.
“ udah jeng, sayang mukanya pada pucet akibat wibawa kamu yang {acungan jempol}, mending kita denger part yang bikin aku penasaran”. Seru Buk Dila membuat Buk Nia pun mengakhiri aktingnya dan mentap antusias Marvel dan Siska.
Siska hanya bisa melampirkan senyum pasrah saat melihat mama dan mamany Marvel menatap binar pada mereka. Lau ia pun melirik Marvel agar ia saja yang menceritakannya, toh dari awal juga Marvel yang menyatakannya.
Marvel pun menceritakan dengan lurus proses ia dan Siska menjadi dekat dan cara mereka mengungkapkan perasaan. Buk Dila pun menunduk malu dan tersenyum canggung pada Buk Nia, rupanya anaknya yang kaku dan sedingin kutub itu masih sama, bahkan tak tau cara romantic dalam menyatakan cinta.
“ tapi setelah itu kita saling pelukan”. Sambung Marvel mebuat ketiga wanita itu terbelalak dan menatap padanya.
Jangan lupa like, vote and giftnya,
Mohon Share dan promosiin juga ya
Terimakasih