Marvel

Marvel
Bab 45 : Panggilan Baru



Siska dan Marvel menghabiskan waktu bersama hari ini untuk membahas tentang project kerja kelompok mereka. Kecanggungan dan saling salah tingkah yang terjadi diantara keduanya selalu membuat mereka tergelak senyum.


Waktu hampir menuju sore, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Saat sedang berjalan dikoridor sekolah, Siska tak sengaja melihat Yuda dan Cs Mike disana yang ditemani oleh geng Winda minus sang ketua yang pastinya Mike sudah pensiun.


Siska segera menarik Marvel untuk bersembunyi dalam kelas yang tak juah disana, ia tak ingin Yuda akan meambah kegilaannya untuk merubah pola hidup menjadi semakin tidak baik jika mendapati ia sedang bersama Marvel.


“ kenapa?”. Tanya Marvel yang tak menyadari ada Yuda dan yang lainnya karena sibuk terfokus melihat Siska.


“ Shut,,, ada kak Yuda, diem”. Bisik Siska pelan ketika ketukan langkah semakin dekat dengan tempat mereka.


“ ya terus?”. Marvel heran kenapa Siska ingin bersembunyi dari Yuda.


“ shut,, udah diem dulu”. Siska menatap Marvel agar ia tak lagi bicara.


Marvel nampak kesal dengan tingkah Siska karenamasih teus bersembunyi dari Yuda, ini bukan salahnya dan ia harus berani menghadapinya. Marvel tak mau Siska masih terbebani dengan rasa bersalahnya terhadap Yuda.


Ia paham mengapa rivalnya melakukan hal tersebut, Yuda ingin Siska kembali memperhatikan dirinya. Yuda sengaja membangun tembok kebersalahan dihati Siska agar ia tak semakin jauh darinya. Dan dengan hal itu ia ingin memupuk kembali perasaan Siska padanya.


Deruang langkah kini telah menghilang beserta riangnya mereka berbicara, Siska mulai mengintip melalui jendela untuk mendapati apakah mereka masih berada disekitaran sana atau tidak. Ia menghela nafas saat merasa telah aman dan menatap Marvel yang berekpresi acuh terhadapnya.


“ kamu marah?”. Tanya Siska menyadari Marvel kesal dengan apa yang dilakukannya.


“ gak, gue gak marah”. Ketus Marvel mentap lurus Siska.


“eh tapi bentar lo tadi panggil gue apa?”. Rasa kesal Marvel dan ingin menasehati Siska langsung buyar begitu saja saat menyadari panggilan baru Siska untuknya.


“ eum, kamu, emang kenapa?”. Siska malah yang kini menatap heran dengan tingkah Marvel yang tiba – tiba saja sumringah tidak jelas.


Marvel berdecak senang saat Siska telah mengubah nama panggilan untuk dirinya. Sedari tadi mereka diatap Siska hanya focus membahas tentang proyek kelompok mereka dan mengirit bicara padanya.


“ Vel, kamu kenapa sih, aneh banget, kemasuan setan ya, ya ampun udah sepi kek gini lagi”. Siska seketika merasa merinding melihat tingkah Marvel seraya memperhatikan keadaan kelas.


“ bwaaa”. Iseng Marvel ingin megerjai Siska.


“ huwaa…”. Teriak Siska terkejut karena Marvel.


“ ih Marvel, serius”. Rengek Siska melihat Marvel tertawa lepas karena berhasil menakutinya.


“ iya – iya maaf, maafin aku ya pacar”. Marvel pun mencoba mengikuti Siska mengubah panggilan yang biasanya lo gue diantara mereka, menjadi aku kamu. Sedikit geli rasanya bagi Marvel namun terasa lucu baginya.


“ lah emang kita pacaran?”. Tanya Siska merasa tak ada kata yang terlontar dari Marvel memintanya untuk pacaran, jadi apakah mereka pacaran?.


“glek”. Marvel terasa disambar petir dan menelan ludahnya kasar saat mendengar penuturan Siska, lalu diatap tadi apa, bukankah mereka telah mengungkapkan persaan mereka bahkan sempat berpelukan, itu artinya mereka sudah pacaran bukan?


“ Vel, emang kita sekarang pacaran ya?”. Tanya Siska masih bingung seraya menahan rasa panas dipipinya.


“ ya gak tau, kamu kan gak nembak aku kayak yang di drama – drama, kita tadi Cuma …”. Siska menunduk malu mengingat mereka telah berpeluka apalagi ia yang terlebih dulu memeluk Marvel.


“ oh ya ampun Siska”. Gerutu Marvel merasa hatinya seperti bola bolling yang dimainkan Siska.


Marvel yang paham akan kepolosan Siska, ia menatap Siska intens dan mengangkat wajah Siska untuk melihatnya. Marvel menggulum senyum melihat Siska yang takut saat marvel mulai mendekati wajah nya seraya memejamkan matanya.


“ oh tuhan, Marvel mau ngapain ya?, bukankah biasanya di drama adegan ini menunjukkan dia akan melakukan kiss, uh aku harus tutup mata sekarang”. Gumam siska dalam hatinya dan memejamkan matanya segera saat jarak mereka semakin dekat.


Marvel langsung mengecup puncak kepala Siska dan menggoda Siska yang terlihat malu karena salah paham tentang apa yang akan dilakukan Marvel padanya.


“ udah seperti di drama belum?, sekarang kamu itu adalah pacar dari Marvel Rahendra, paham?”. Ujar Marvel masih setia mengembang senyum dan mengacak rambut Siska.


Siska hanya bisa menganggukkan kepalanya dan merasa debaran jantungnya kembali tak berkaruan setelah mendapati Marvel menciumnya dan mendeklarasikan bahwa mareka sedang pacaran.


“ jadi sekarang kamu gak perlu takut lagi, ada aku yang bakalan jagain kamu dari Yuda”. Marvel kembali mengingat akan apa yang ingin dia ungkapkan tadi.


“ eum, kita pacarannya diam – diam aja boleh gak?”. Tanya Siska ragu.


“ maksudnya?”. Marvel sebanarnya tak setuju dengan permintaan Siska, tapi ia ingin memahami terlebih dahulu maksud Siska sebelum menyutujui atau menolak.


“ aku gak mau berita kita pacaran tersebar, dan itu otomatis akan membuat kak Yuda semakin down dan bisa jadi akan lebih bersikap buruk dari apa yang dia lakuin sekarang. Kita kasih waktu untuk kak Yuda untuk memahami ini semua boleh?”. Jelas Siska tak ingin Yuda semakin merusak dirinya sendiri.


Marvel ikut paham akan perasaan Siska yang sudah menganggap Yuda lebih dari sahabat namun bukan cinta. Jika ia berada diposisi Siska ataupun Yuda akan sangat sulit rasanya untuk menghadapi situasi ini, ia pun menyutujui permintaan pacarnya itu.


“ oke, aku ikuti kemauan kamu, tapi ingat jangan terlalu pikirin lagi soal Yuda, karena kamu sudah punya aku”. Marvel tak ingin Siska tak memikirkan persaannya.


“ ashiap pacar”. Ucap Siska seraya bergaya memberi hormat pada Marvel.


Mereka pun akhirnya kembali berlalu untuk pulang suasana sekolah yang sudah sangat sepi tetap ditelisik oleh keduanya agar tak ada yang memergoki mereka. Keduanya menghela nafas lega karena tak mendapati seorang pun disana kecuali pak satpam yang masih setia diposko penjagaannya.


Namun mereka tak menyadari ternyata ada netra mata yang mengintai mereka seraya menahan rasa perih akibat dadanya yang berkecamuk disana. Yuda yang ingin pulang bersama teman - temannya izin sebentar ke toilet dan mengatakan akan menyusul mereka nantinya.


Ternyata ia hanya beralasan karena mendapati motor Marvel masih ada disekolah, ia penasaran untuk apa Marvel masih ada disini. Ia pun tak percaya saat mendapati Siska dan Marvel berjalan berdua menuju area parkiran.


Tak ada yang mencurigakan dari gelagat keduanya, mereka masih sama seperti dulu dimana Marvel selalu menjahili Siska. Tetapi keberadaan keduanya saat waktu menunjukkan jam 3.30 membuatnya menjadi kesal.


“ gue gak akan nyerah, gue pastiin Siska akan tetap jadi milik gue”. Tukas Yuda seraya menggenggam erat tangannya .


Mohon dukungannnya ya,


Jangn pelit – pelit like nya ya guys


Terimakasih 😊