Marvel

Marvel
Bab 32 : Loker



Seminggu sudah berlalu dan kabar Mike masih tak ada yang tau. Pagi ini Siska pergi sekolah bersama mamanya, dikarenakan Mang Ujang sedang mengambil cuti. Siska menatap lurus kearah jalanan melalui jendela samping mobilnya.


Terpaan angin seketika membuat dirinya tenang, kicauan burung dan deruan lalu lalang kendaraan berseteru membentuk alunan melodi yang satu. Buk Nia hanya bisa menggeleng – gelengkan kepala melihat anaknya yang sama sekali tak mendengarkannya.


“ Siska, kamu dengerin mama ngomong gak sih dari tadi”. Keluh Buk Nia membuyarkan lamunan putrinya.


“ heh, denger kok ma”. Lenguh Siska kembali focus pada apa yang dibicarakan mamanya.


“ kamu gak usah khawatir sama Mike, masa muda seseorang itu adalah awal pembelajaran agar kalian mengahadapi realita yang lebih pahit kedepannya, mama yakin Mike pasti akan memilih keputusan yang benar untuk dirinya sendiri, jadi kasih kesempatan buat kakak sepupumu itu sendiri dulu ya”. Ujar Buk Nia yang sebenarnya juga ikut khawatir akan kepergian keponakannya itu.


“ iya ma”.


“ kamu… udah mikirin jelas isi hati kamu buat siapa?”. Tanya Buk Nia akan kelanjutan keputusan putrinya terhadap pernyataan Yuda.


“ fuhhh.. males mikirinnya ma, lagian selama ini aku kan focus cari kak Mike, jadi gak sempet deh mikirin yang kek gituan”. Adu Siska yang masih ngambang akan keputusannya.


Sebenarnya Siska sudah mengerti apa arti Yuda dalam hidupnya, dia adalah seorang teman yang dulu dia temui dan memnjalin pertemanan seprti biasanya. Bahkan bisa dibilang perhatian Yuda terhadap Siska, hanya diartikan sebagai bentuk rasa sayang seorang kakak.


Mungkin bagi sebagian orang akan menganggapnya jahat, dan ia takut akan keputusannya yang akan melukai Yuda. Namun hati bukankha tak dapat dipaksakan? Karena jika dipaksa itu akan semakin membuat keduanya terasa sakit, dan ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan tidak akan pertanyaan Yuda, karena ia jelas meminta waktu untuk membuktikan perasaanya pada Siska.


“ jangan lama – lama ya, apapun keputusan kamu segera disampaikan, jangan membuatnya semakin menunggu dan itu akan semakin perih rasanya”. Saran Buk Nia seakan tau apa yang ditakutkan Siska.


Siska hanya meniyakan saran mamanya dan kembali memerhatikan riuk piuh jalanan. Tiba – tiba netra matanya menangkap pantulan sosok Marvel di spion mobilnya, senyuman itu langsung terbentuk tanpa diminta. Siska langsung menyadarkan dirinya, apa yang terjadi padanya, kenapa dia berikap seperti ini?


‘kok gue senyum sih liat dia, gue kenapa?’. Gumam Siska dalam hatinya.


Marvel yang terlebih dahulu sampai disekolah menuju area loker tempat penyimpanan barang – barang mereka. Ketika ia ingin membukanya, terdapat sosok tangan kekar menghalanginya.


“ sumringah banget lo hari ini, tapi itu gak akan bertahan lama”. Tukas yuda dengan tatapan sinisnya karena merasa iri pada Marvel yang hanya dibalas senyuman devil dari Marvel


“ gue harap lo jauhin Siska, jangan pernah ganggu hubungan gue sama dia”. Yuda semakin menatap tajam kea rah Marvel.


“ sorry, setau gue Siska jomblo, jadi boleh dong gue deketin dia”. Sahut Marvel malas dan memilih membuka lokernya lagi.


“ heh, gimana rasanya selalu pindah sekolah, apakah menyenangkan?”. Ledek Yuda dengan seutas senyum namun langsung tergantikan dengan muka dinginnya.


“ menurut lo?”. Marvel merasa terusik dengan arah pembicaraan Yuda.


“ ya mungkin bagi lo itu suatu hal yang perlu di apresiasikan, atau lo mau pindah lagi gitu”. Sahut Yuda dengan nada ledeknya.


“ makasih atas pujiannya, dan gue merasa jadi keren karena itu, berarti gue gak seburuk apa yang orang bayangkan”. Jawab Marvel melampirkan senyum tulus sebagai rasa terimakasihnya.


“ oh ya, mending kita bersaing secara sportif, dan lo gak usah cari masalah sama gue”. Sambung Marvel menatap nyalang Yuda.


“ lo..”. ucapan Yuda terpotong saat Siska yang tak sengaja lewat lalu memergoki mereka berdua.


“ eh, enggak ka, kakak mau benerin kemeja Marvel, kita sebagai OSIS kan harus ingatin mereka yang nyalahin aturan”. Ujar Yuda sambil merapikan kerah Marvel.


“ oe, ya udah aku duluan”. Sahut Siska memilih berlalu.


“ eum, kak Yuda, kayaknya disana juga banyak siswa yang gak rapi pake seragamnya, boleh diingatin juga mungkin’. Sambung Siska sebelum memilih berlalu.


“ oke, kakak kesana sekarang”. Yuda langsung menuju ke tempat yang diarahkan Siska ketika melihat gadis itu juga beranjak dari sana, otomatis Siska tak akan berlanjut sapa dengan Marvel.


Marvel menatap jengah kepergian Yuda dan memilih sibuk mengatur isi lokernya, namun kembali Marvel dikejutkan dengan kehadiran Siska yang mengejutkannya dari belakang dan membuat kepalanya terbentur dengan loker.


“ bummm”. Siska kembali menghampiri Marvel saat melihat Yuda telah berlalu jauh dan mengejutkan Marvel yang masih setia disana.


“ auw….****,,,”. Marvel mengelus puncak kepalanya dan menatap kesal Siska.


“ ups.. Sorry, gue gak sengaja”. Tukas Siska memperlihatka muka penyesalan yang digabungkan dengan ekpresi menahan tawanya.


“ lo ngapain disini, pakek kejutin gue lagi, sakit tau”. Ujar Marvel geram ingin meremas muka Siska.


“ ya lo nya aja kali yang lebay, masak dikejutin gitu langsung sensi, gak seru”. Celoteh Siska dengan raut tak bersalahnya dan menatap malas Marvel.


“ gak seru – gak seru, sakit ni, tanggung jawab lo”. Tegas Marvel menatap tajam Siska.


“ iya – iya, ya udah sini ikut gue ke UKS”. Ajak Siska menarik tangan Marvel.


“ gak mau”. Tolak Yuda melepaskan cengkraman Siska dam mengarhkan tangan Siska untuk mengelus kepalanya.


“ eh, lo mau ngapain”. Siska dibuat salah tingkah atas apa yang sedang dilakukan Marvel pada tangannya.


“ lo usap kepala gue sampe gak berdenyut lagi, sekalian lo tiup aja biar gak nyri lagi”. Utas Marvel dengan senyum liciknya, bukan Marvel namanya yang tidak dapat menggunakan kesempatan dengan baik.


Siska pun mengikuti kemauan Marvel, karena perbedaan tubuh diantara keduanya membuat Marvel terpaksa menekuk lututnya agar sejajar dengan Siska. Marvel hanya terdiam menatap raut muka Siska yang serius meniup puncak kepalanya.


Gadis itu semakin cantik dimtanya, bola mata yang indah dihiasi kelopak mata yang sedang benrbentuk setengah bulan, wajah yang begitu manis dengan pipi yang mungil. Tak dapat dibantahkan lagi, fiks Marvel telah membulatkan tekadnya untuk bersaing melawan Yuda mendapatkan hati Siska.


Siska yang awalnya serius mengikuti perintah Marvel, langsung memundurkan dirnya dan melepaskan tangannya dari puncak kepala Marvel. Siapa yang tak akan salting jika diperhatikan sedekat itu oleh pria yang ada didepannya saat ini.


Siska bersusah payah meneguk ludahnya dan langsung berlari meninggalkan Marvel karena tak mau pinya itu tak dapat diajak bekerja sama lagi dan ujung – ujungnya akan membuat dirinya menjadi bahan ledekan dari Marvel.


Jangan lupa like, vote dan giftnya ya


Tambahkan ke list novel favorit kalian juga


Terimakasih 😊