
Maaf klok ceritanya GK sebagus karya lain.....
Selamat membaca.....
Keesokan harinya setelah ujian akhir kelas 12 selesai, Maira dan Ezra merasa sangat lega. Mereka tahu bahwa liburan dua minggu menanti mereka, dan ide untuk pergi ke Bali mulai muncul dalam pikiran mereka. Namun, sebelum mereka membuat keputusan final, mereka masih ingin mempertimbangkan beberapa hal.
"Abang, kamu pernah pergi ke Bali sebelumnya, kan?"
"Iya, beberapa tahun yang lalu bersama teman-temanku. Itu pengalaman yang luar biasa. Bali memiliki begitu banyak tempat indah untuk dikunjungi."
"Aku mendengar tentang pantai-pantai yang menakjubkan di sana, seperti Pantai Kuta dan Pantai Sanur. Apakah kita harus mencoba surfing di sana?"
"Itu ide yang bagus, Maira. Bali memang terkenal sebagai surfer's paradise. Tapi kita juga bisa menjelajahi budaya dan sejarahnya yang kaya."
Mereka mulai menjelajahi berbagai aktivitas dan tempat wisata yang bisa mereka kunjungi di Bali. Dari pantai-pantai indah hingga kuil-kuil yang kaya akan sejarah, Bali menawarkan beragam pengalaman. Namun, ada juga pertimbangan praktis yang perlu mereka pikirkan.
"Kita perlu mencari akomodasi yang nyaman dan terjangkau. Aku dengar bahwa villa-villa di Bali sangat populer."
"Iya, itu benar. Villa bisa menjadi pilihan yang bagus, terutama jika kita ingin memiliki privasi dan kenyamanan ekstra."
"Tapi kita juga harus merencanakan dengan baik, seperti tiket pesawat, transportasi di Bali, dan makanan. Kita tidak ingin kehabisan anggaran selama liburan."
Mereka mulai membuat daftar hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan merencanakan budget mereka. Ini adalah liburan yang mereka nantikan, dan mereka ingin memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Selama beberapa hari ke depan, mereka terus mempelajari segala hal tentang Bali, dari tradisi budayanya hingga keindahan alamnya.
"Maira, kita harus benar-benar menikmati liburan ini. Ini adalah momen spesial bagi kita."
"Iya, Abang, kita akan menjadikannya momen yang tak terlupakan. Aku sangat bersemangat untuk pergi ke Bali bersamamu."
Mereka masih memiliki beberapa minggu sebelum keberangkatan mereka, dan mereka berencana untuk memanfaatkan waktu itu untuk merencanakan liburan mereka dengan cermat. Bali adalah tujuan yang menjanjikan petualangan dan kenangan indah, dan Maira dan Ezra tidak sabar untuk menjalani pengalaman itu bersama-sama.
Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Besok, Maira dan Ezra akan berangkat ke Bali untuk liburan dua minggu yang sudah mereka rencanakan dengan teliti. Sebelum mereka benar-benar berangkat, mereka tahu bahwa mereka harus pergi ke mall untuk mencari beberapa kebutuhan yang akan mereka butuhkan selama di Bali. Dengan daftar belanjaan yang mereka persiapkan, mereka berdua menuju mall setempat.
"Abang, kita harus memastikan kita memiliki semua yang kita butuhkan untuk liburan ini."
"Tentu saja, Maira. Dan kita juga harus membeli perlengkapan yang sesuai untuk cuaca Bali yang panas."
Mereka memasuki pusat perbelanjaan yang besar, berjalan melewati berbagai toko yang menjual pakaian, perlengkapan perjalanan, dan barang-barang lainnya. Pertama-tama, mereka memutuskan untuk mencari pakaian yang sesuai dengan iklim tropis Bali.
"Pakaian yang nyaman dan ringan akan sangat berguna di Bali. Apa menurutmu kita harus membeli beberapa baju berbahan katun?"
"Itu ide yang bagus, Maira. Katun akan membuat kita tetap sejuk di bawah matahari Bali yang terik."
Mereka mulai mencari beberapa baju berbahan katun yang cocok untuk perjalanan ke Bali. Maira memilih beberapa baju berwarna cerah yang akan membuat mereka terlihat segar dan modis.
"Aku pikir warna-warna cerah akan cocok dengan suasana Bali yang cerah dan penuh warna."
"Aku setuju, Maira. Selain itu, kita juga perlu membeli perlengkapan renang, bukan? Pantai-pantai di Bali pasti akan menggoda kita untuk berenang."
Maira mengangguk setuju, dan mereka berdua pergi ke bagian perlengkapan renang. Mereka memilih beberapa pakaian renang, kacamata renang, dan sandal pantai yang nyaman.
"Aku juga berpikir kita harus membawa peralatan snorkeling. Bali memiliki terumbu karang yang indah."
"Benar, Maira. Itu adalah pengalaman yang harus kita coba. Ayo kita cari peralatan snorkeling."
Setelah membeli perlengkapan renang dan snorkeling, mereka beralih ke bagian perlengkapan perjalanan. Mereka membeli tas backpack yang nyaman untuk membawa barang-barang mereka selama berpetualang di Bali, serta perangkat pembayaran dan adaptor listrik yang sesuai dengan standar di Bali.
"Kita juga harus membeli beberapa produk perawatan kulit yang tahan air, Abang. Cuaca panas di Bali bisa membuat kulit kita mudah terbakar."
"Kamu benar, Maira. Jangan lupa untuk membeli tabir surya yang kuat juga."
Setelah beberapa jam berbelanja, Maira dan Ezra akhirnya selesai membeli semua yang mereka butuhkan untuk perjalanan ke Bali. Mereka pergi ke kasir untuk membayar barang-barangnya, dan setelah selesai, mereka kembali ke rumah dengan senyum bahagia karena semuanya sudah siap untuk liburan impian mereka di Bali.
Selama perjalanan menuju rumah setelah berbelanja kebutuhan untuk liburan mereka di Bali, Maira dan Ezra mulai merencanakan dengan lebih rinci tentang tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi. Mereka tahu bahwa dua minggu di Bali adalah kesempatan yang berharga, dan mereka ingin memaksimalkannya.
"Abang, pertama-tama, kita harus merencanakan rencana harian kita. Apa tempat pertama yang ingin kita kunjungi begitu tiba di Bali?"
"Maira, aku pikir kita harus mulai dengan Pantai Kuta. Itu adalah salah satu pantai yang paling terkenal dan indah di Bali. Kita bisa bersantai di sana, menikmati ombaknya, dan mungkin mencoba surfing."
Sesampainya di rumah mereka, Maira dan Ezra mulai membongkar barang-barang yang mereka beli tadi hari. Mereka meletakkan pakaian, perlengkapan renang, dan perlengkapan perjalanan di kamar mereka masing-masing. Semua itu membawa perasaan semakin dekatnya keberangkatan mereka.
"Maira, jangan lupa untuk menyusun daftar kegiatan yang ingin kita lakukan selama di Bali. Ini akan membantu kita menjadwalkan hari-hari kita."
"Baiklah, Abang. Aku akan membuat daftar itu sekarang juga."
Maira mengambil selembar kertas dan mulai mencatat semua tempat dan aktivitas yang mereka ingin coba selama di Bali. Mereka mencantumkan kunjungan ke Pantai Sanur, menjelajahi Kuil Besakih, dan berenang bersama ikan-ikan di Pulau Menjangan. Daftar itu menjadi semakin panjang, dan semangat mereka semakin berkobar.
"Kita juga harus mencari restoran-restoran yang menarik di Bali. Aku ingin mencoba makanan lokal yang lezat."
"Tentu, Abang. Aku akan mencari rekomendasi restoran yang bagus di Bali. Makanan memang salah satu hal terbaik dari liburan, kan?"
Setelah beberapa jam, mereka berhasil menyusun daftar kegiatan dan menemukan beberapa restoran yang menarik untuk dicoba. Mereka merasa semakin siap untuk petualangan mereka di Bali.
"Abang, kita harus memeriksa dokumen-dokumen perjalanan kita juga, seperti tiket pesawat, paspor, dan visa."
"Baiklah, Maira. Itu hal yang penting. Aku akan memeriksa semuanya besok pagi sebelum kita berangkat."
Mereka menyelesaikan persiapan mereka dengan seksama dan merasa senang bahwa semuanya sudah hampir siap. Besok adalah hari yang mereka tunggu-tunggu, dan Bali akan menjadi destinasi yang indah untuk petualangan mereka. Dengan semangat tinggi dan daftar rencana yang panjang, Maira dan Ezra tidak sabar untuk memulai liburan mereka yang akan membawa kenangan tak terlupakan.
Setelah menyelesaikan semua persiapan untuk perjalanan ke Bali, Maira dan Ezra memutuskan untuk memasak makan siang bersama. Ini adalah kesempatan yang sempurna untuk bersantai sejenak sambil membahas lebih lanjut rencana-rencana mereka selama liburan di Bali.
"Apa yang ingin kamu makan untuk makan siang, Abang?"
"Bagaimana kalau kita membuat nasi goreng, Maira? Itu makanan favoritku dan cocok untuk suasana liburan."
Maira setuju, dan mereka berdua mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat nasi goreng. Sambil memotong sayuran dan menggoreng daging, mereka mulai membicarakan tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi pertama kali setibanya di Bali.
"Pantai Kuta adalah pilihan pertama kita, kan? Kita bisa merencanakan hari pertama kita di sana."
"Benar, Maira. Kita bisa menyewa papan selancar dan mencoba surfing, atau hanya berjemur di pantai sambil menikmati matahari terbenam."
Makan siang mereka pun selesai, dan mereka duduk di meja makan sambil menikmati hidangan nasi goreng buatan mereka sendiri.
"Abang, kita juga harus memikirkan tempat menginap kita di Bali. Apakah kamu ingin tinggal di villa atau hotel?"
"Aku suka ide tinggal di villa. Kita akan memiliki lebih banyak privasi, dan itu akan menjadi pengalaman yang berbeda."
Mereka mulai mencari berbagai villa yang tersedia di Bali dan mencatat pilihan-pilihan mereka. Selama makan siang, mereka juga membahas aktivitas-aktivitas yang ingin mereka coba, seperti snorkeling di Pulau Menjangan dan mengunjungi Kuil Besakih.
"Kita harus memastikan kita membawa perlengkapan snorkeling, seperti masker dan selang. Apakah kamu memiliki peralatan snorkeling?"
"Sayangnya, aku tidak memiliki peralatan snorkeling sendiri. Mungkin kita bisa menyewanya di Bali."
Makan siang mereka berjalan dengan lancar, dan suasana di sekitar mereka sangat ceria. Ini adalah saat yang menyenangkan, di mana mereka bisa merencanakan petualangan mereka dengan teliti.
"Maira, selama di Bali, kita juga harus mencoba makanan lokal yang lezat. Kita bisa mencari warung-warung kecil yang menyajikan hidangan Bali yang otentik."
"Itu benar, Abang. Aku mendengar tentang bebek betutu dan nasi campur Bali yang enak. Kita harus mencicipinya."
Mereka mulai merencanakan waktu mereka untuk mencoba berbagai hidangan Bali yang lezat dan membuat daftar restoran yang ingin mereka kunjungi. Sambil merencanakan, mereka terus memperbincangkan berbagai tempat yang ingin mereka jelajahi selama di Bali.
"Jadi, apa yang menjadi prioritas pertama kita setibanya di Bali? Pantai atau wisata budaya?"
"Mungkin kita bisa memulai dengan Pantai Kuta untuk bersantai, dan kemudian menjelajahi kuil-kuil dan kebudayaan Bali di hari-hari berikutnya."
Mereka menyelesaikan makan siang mereka dengan penuh semangat dan antusiasme. Rencana-rencana mereka semakin terperinci, dan mereka berdua tidak sabar untuk memulai petualangan mereka yang akan membawa kenangan tak terlupakan selama liburan di Bali. Dengan perut kenyang dan pikiran yang penuh dengan rencana seru, Maira dan Ezra merasa semakin dekat dengan momen keberangkatan mereka yang mendebarkan.
Jangan lupa votee ya dan kasih like nya
BY BY BY
To be continued