
“ bocil, lo ngapain nangis sih, gue gak jadi pindah kok, udah dong nangisnya”. Ucap Marvel membuatnya ditatap tajam oleh kedua temannya dan sahabat Siska.
Siska menatap Marvel dengan air mata yang masih membasahi pelupuk matanya, Siska merengut kesal dan memukul dada Marvel karena telah mengerjainya. Marvel pun menahan tangan Siska karena terus memukulinya.
“ lo pukul gue lagi, gue beneran pindah ya”. Ancam Marvel ingin menghentikan kebrutalan Siska.
“ pindah aja kalo berani”. Sarkas Siska pergi berlalu meninggalkan kelasnya.
“ yah ngambek lagi tu anak, lo sih, awas ya”. Celoteh Maya mengejar Siska yang diikuti Adel.
“ lah gue becanda doang”. Sahut Marvel yang ikut menyusul mereka.
“ ini pada kenapa sih, napa pada cabut semua”. Tanya Andi kebingungan pada Kevin.
“ hmm, gak peka banget sih lo, udah susulin mereka aja yok”. Ajak Kevin menarik paksa Andi.
“ eh buset, pelan – pelan woi, lo pikir gue kambing”. Protes Andi.
“ emang”. Kevin semakin menambah kecepatan langkahnya.
Dengan mata yang masih sembab Siska berjalan cepat yang diiringi teriakan oleh kedua temannya dan Marvel. Siska yang tidak memperhatikan jalan tak sengaja bertabrakan dengan Yuda dipersimpangan.
“aw”. Desis Siska menabrak dada bidang didepannya itu.
“ Siska, lo kenapa?”. Tanya Yuda yang gusar melihat Siska dengan mata sembabnya dan membuat Mike juga ikut memperhatikan Siska.
Marvel dan kedua sahabat Siska menghentikan langkahnya saat melihat Yuda dan Mike mengintrogasi Siska.
“ Sial, dapat masalah baru ni gue”. Gerutu Marvel menelan salivanya.
“ aku gak kenapa – kenapa kok kak, habis latihan drama aja”. Bohong Siska yang sebenarnya juga benar dia baru saja menjadi korban dari dramanya Marvel.
“ main drama napa sampe gini lo, atau jangan – jangan”. Mike menatap tajam Marvel.
“ yakan harus totalitas, biar dapat nilai A, kak Mike mah gak akan ngerti, udah ah aku mau ke toilet dulu cuci muka”. Pamit Siska yang diikuti kedua temannya.
“ lo udah baikan sama Siska?”. Tanya Mike dengan tatapan elangnya menghampiri Marvel.
“ tenang aja, gue gak akan ngenyakitin dia lagi”. Bukannya menjawab, Marvel malah memberikan pernyataan dan berlalu dari sana.
“ heh, lo tau kan harus berhadapan dengan siapa”. Tukas Mike yang masih bisa didengar Marvel.
Marvel hanya mengangkat tangannya dan membentuk simbolan Ok dengan jarinya. Yuda menatap nyalang Marvel ketika mereka berpas –pasan dan dibalas senyuman devil oleh Marvel yang diiukuti Andi dan Kevin.
***
Sesampainya ditoilet Siska mengguyur wajahnya dengan air dan menepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya. Entah apa yang dirasakan Siska saat ini, perasaan marah karena telah dijahili Marvel atau malu karena tingkahnya menangis akan kepergian Marvel.
“ caelah, lo tampar sekalian muka lo gak akan kehapus sikap lo barusan”. Tutur Maya menghentikan sikap temannya itu.
“ gue malu may, kok bisa – bisanya gue gak bisa kontrol emosi gue, ah mau ditaruk diamana muka gue”. Kesal Siska akan dirinya sendiri.
“ lagian lo kok bisa baperan sih, sampe takut banget dia pindah”. Sahut Adel ingin mengulik perasaan Siska.
“ apaan sih lo may, lama – lama lo makin gak jelas deh semenjak pacaran sama Andi”. Sarkas Siska yang juga khawatir jika itu terjadi.
“ ish kok lo main ngata – ngatain gue sih, ya mungkin apa yang lo ngomong itu bener sih”. Jawab Maya yang tak terima.
“ napa lo berdua pada berdebat, jawaban dari pertanyaan gue mana?”. Kesal Adel karena tidak ada yang mengubris rasa keponya.
“ pertanyaan yang mana?”. Tanya Siska dan Maya bersamaan.
“ ya ampun”. Geram Adel ingin mencakar muka kedua sahabatnya.
Ditengah perdebatan sengit mereka, Winda dan kedua temannya masuk keruang toilet dengan memandang sinis ketiga gadis didepannya saat ini. Satu sudut bibir terangkat dengan tatapan meremehkan.
“ gue baru tau, rupanya disekolah kita ada cewek yang gak punya malu, berapa lama lo udahngasih jatah buat Mike biar bisa dekat sama Yuda”. Hina Winda masih dengan tatapan nyalangnya pada Siska.
“ wes, ada yang ngomongin dirinya sendiri ni, sadar diri kali”. Sahut Maya tak terima sahabatnya difitnah.
“ lebih baik kalian diam ya, gak usah ikut campur, atau lo berdua mau..”. gertakan Zahra langsung dipotong Maya.
“ mau apa, kalian mau ngerundung kita bertiga macam lo ngerundung Siska lagi, gue gak takut, belum cukup apa yang cowok gue lakuin buat kalian..”. potong Maya masih ingat jelas apa yang diceritkan pacarnya pada 3 nenek sihir didepannya ini.
“ gue juga pastiin Mike gak akan diam kalo lo udah fitnah Siska tadi”. Sambung Adel menangkupkan kedua tangannya didepan dada seraya menaik turunkan alisnya.
“ berani lo ya pada, awas aja, tunggu pembalasan gue”. Ancam Winda dan beranjak pergi dari sana.
“ dasar tukang ngadu”. Sahut Zahra.
“ biarin namanya juga gue punya pacar, emang kek lo beraninya ngancam doing hu”. Balas Maya kesal melihat geng cewek arogan itu.
“ udah ah, gak usah diladenin, mereka kan gak tau yang sebenarnya”. Tukas Siska menghentikan temannya yang sudah tersulut emosi.
”percuma lo jelasin sampe bibir lo peyot mereka gak akan sadar ka”. Kesal Maya pada sahabtanya yang diam saja ketika dihina.
“ lo pikir mereka rongsokan”. Sahut Siska tertawa mendengar penuturan Maya.
“ lah bisa – bisanya kalian ketawa, tapi lucu juga ya kalo bibir Winda penyot kaya ban sepeda”. Maya pun tak habis pikir dengan apa yang diucapkannya tadi.
***
Disisi lain Yuda merasa gusar, baru saja kesempatannya untuk lebih mendekati Siska lebur begitu saja. Apalagi sikap Marvel yang seperti terang – terangan mengenderu perang diantara keduanya untuk mendekati Siska.
Yuda tidak tahan lagi dengan posisinya yang begitu dekat dengan Siska namun tak ada hubungan yang lebih diantara keduanya. Sebelumnnya Yuda masih memahami Siska yang takut menjadi bahan perbincangan akan kedekatan keduanya, sehingga Yuda memilih memendam perasaannya dan hanya menunujukkan lewat sikapnya saja agar Siska merasakan perasaannya.
Namun kini keadaannya tak lagi sama, kedekatan Siska dengan Marvel bisa saja membuat posisinya tergeser dihati Siska. Yuda juga tidak bisa membayangkan jika ada perasaan lain yang tumbuh dihati Siska untuk Marvel.
Yuda berencana untuk mengajak Siska keluar nanti malam, apalagi ada Mike yang bisa menjadi alasan tak terbantahkan bagi Siska untuk menolaknya. Yuda juga meminta bantuan Mike agar bisa membantunya untuk lebih dekat lagi dengan Siska.
Jangan lupa like, Vote dan giftnya,
Mohon dukungannya dan tambahkan juga ke list novel favorit kalian, Terima kasih 😊