Marvel

Marvel
Bab 28 : sekomplek



Siska melewati harinya penuh kepenatan karena harus menghadapi kerandoman sifat Yuda dan Marvel. Bagaimana tidak Siska merasa jengah menghadapi dua manusia itu, bahkan sampai saat pulang sekolah mereka masih mengintili Siska.


Belum lagi Siska melewati harinya yang penuh dengan tatapan dan bisikan setiap orang yang ditemuinya. Sesampainya dirumah setelah membersihkan diri dan mengisi perutnya yang lapar, lagi – lagi pejaman matanya yang sudah diminta untuk diistirahtakan kembali terusik dengan deringan ponselnya.


Panggilan masuk dan pesan berderetan memnuhi benda pipih kesayangannya itu dengan nama Yuda dan Marvel. ingin rasanya dia membanting benda itu namun mengingat benda sejuta umat itu berharga membuatnya mengurungkan niatnya.


Siska terpaksa mematikan ponselnya dan kembali beralih untuk menjalani kehidupannya dialam mimpi. Tapi harapan tetaplah harapan, bahkan alam bawah sadarnya tetap mengantarkannya bertemu dua cowok itu dengan situasi yang sama. Sebegitu rumitkah kondisi yang dihadapinya saat ini, sehingga otaknya pun ingin lebih cepat mengakhiri permasalahan ini.


“ ahhh, kenapa harus mereka lagi sih, kenapa gak Park Seo Joon atau Cha Eun Woo aja sih yang muncul”. Gerutu Siska kesal akan mimpinya.


Karena tidak bisa melanjutkan tidur siangnya, Siska bergegas bersiap diri menikmati sore indahnya dengan melakukan jogging ditaman dekat kompleknya dimana waktu sudah menunjukkan jam setengah lima kurang.


Mike yang melihat Siska sudah siap dengan setelah olahraganya menuruni tangga pun tak sengaja menyemburkan minumannya. Apa ada yang salah dengan sepupunya kini? Bukankah setiap diajak jogging pas weekend selalu beralasan karena malas menjalani aktivitas itu.


“ gue gak salah liat, abis kebentur apa otak lo hari ini”. Sergah Mike mengikuti arah tujuan langkah Siska.


“ bukan urusan kakak”. Jutek Siska berjalan ke arah dapur mengambil apel sebagai cemilan sebelum berolahraga.


“ kusut banget tuh muka, gue heran ada yang suka sama lo”. Ejek Mike menyulutkan emosi Siska.


“ mata lo tu yang katarak, udah ah gue duluan ya”. Siska berlalu meninggalkan Mike yang tersenyum berdasarkan pikirannya saat ini.


Suasana taman dipenuhi dengan banyak remaja disana, ada yang hangout sekedar main bareng, pacaran, dan berolahraga sepertinya. Setelah 2 kali memutari lapangan yang tak terlalu luas itu, Siska menjatuhkan dirinya dibangku taman setelah membeli minuman yang tak jauh disana.


“ hai ka”. Sontak sapaan itu membuat Siska menyemburkan minumannya dan merasa tersedak.


“ eh ka, kamu gak apa – apa?, minumnya pelan – pelan dong”. Ujar cowok itu mengelus pundak Siska.


“ lo ngapain disini’. Tatap Siska kesal karena Marvel hampir membuatnya copot jantung karena terkejut.


“ ya terserah gue lah, inikan taman komplek gue juga”. Sudut bibir itu terangkat saat menjabarkan kata – katanya.


“ maksud lo, lo tinggal disini?”. Tanya Siska semakin terperangah mendengar tuturan Marvel.


Hanya anggukan yang dilakukan Marvel, secercah senyum kembali menghiasai wajahnya karena memikirkan tingkah konyolnya itu. Melihat peluang Yuda semakin besar mendekati Siska karena mendapati dukungan dari Mike, Marvel pun langsung meminta izin pada mamanya untuk pindah ke komplek Siska hari itu juga dengan alasan semakin mudah belajar bersama.


Entah takdir sedang berpihak kepadanya, saat sedang mengawasi proses perpindahannya, Marvel melihat Siska melintasi persimpangan didepan rumahnya membuat Marvel langsung mengobrak – abrik baju didalam kopernya dan berganti pakaian yang cocok dikenakan untuk olahraga.


“ sejak kapan lo tinggal disekitaran sini”. Tanya Siska yang penasaran akan penuturan Marvel.


“ sejak tadi”. Jawab enteng Marvel dan mengambil alih cepat minuman yang dipegang Siska dan meminumnya.


Siska semakin tak habis pikir akan kelakuan manusia disampingnya itu, jika tak ada hukum kekerasan pasti saat ini Siska ingin mencekiknya. Baru saja Siska merebahkan kepalanya disadaran bangku tersebut karena harus bertemu Marvel, kini lagi – lagi dia dikejutkan dengan rasa dingin dimukanya yang ditempelkan air dingin oleh seseorang disebelahnya.


“ auw lo”. Seketika mata Siska terbelalak dan sulit menelan salivanya.


“ nih minum, kamu capek kan?, udah berapa putaran hari ini”. Ujar Yuda melampirkan senyum manisnya.


Yuda tak peduli akan sikap Marvel kepadanya, yang kini dia tau dia harus segera mengambil hati Siska. Yuda dikabari Mike bahwa Siska akan berjogging ditaman kompleknya dan membuat Yuda langsung menyusulnya. Awalnya Yuda pikir ini adalah kesempatannya untuk berduaan dengan Siska tanpa ada gangguan dari cowok yang menatap devil kepadanya saat ini.


“ kamu sering olahraga disini, kok gak ngajak kakak sih”. Tukas Yuda kembali berfokus pada Siska.


“ emangnya lo bapaknya, tinggal di salah satu komplek sini?, bukan kan, jadi ngapain dia ajak lo”. Sarkas Marvel kembali memotong ucapan yang akan dicelotehkan Siska.


“ gue gak tanya sama lo ya”. Kini emosi Yuda sudah tak dapat dibendunginya lagi.


“ heh, kenapa?”. Tantang Marvel kembali mengadu tatapan tajamnya dengan Yuda.


“ huff, kalian berdua aneh tau gak”. Gerutu Siska tak tahan terhimpit diantar Tom and Jerry ini.


“ gak”. Kembali kedua suara bass itu muncul bersamaan.


Siska yang jengah pun berdiri ingin pergi dari keduanya, namun kembali keduanya berdiri dan menggenggam tangan Siska.


“ oh ya ampun, papa mama, adek udah gede, jadi bisa jalan sendiri”. Tatap kesal Siska pada keduanya agar melepaskan tangannya.


“ mana papa mama lo”. Ucap Marvel Sontak membuat keduanya mengintai netra matanya ke segala sisi.


“ ya kalian lah, gak liat apa aku digandeng sama kalian kek gini persis pas waktu aku kecil”. Jelas Siska yang merasa kesal sekaligus aneh terhimpit dua cowok yang jauh lebih tinggi darinya.


“ wah, enak banget ya dijagain sama kakaknya”. Celoteh salah satu wanita umur 30 an diantara gerombolan wanita yang mendekati mereka yang seusianya.


“ iya jadi pengen deh, mau punya kakak ipar gak?”. Nimbrung wanita lainnya.


“ wah boleh kak, tolong jagain kakak - kakak saya ya, dua – duanya masih jomblo ni”. Seru Siska seraya melepaskan kedua tanganya dari cengkraman Marvel dan Yuda yang sedang lengah karena penuturannya.


“ akhirnya bisa terbebas juga, rasain kalian berdua, emang enak”. Ujar Siska senang dan melihat Yuda dan Marvel kini digandrungi oleh gerumulan wanita disana.


“ eh, apa – apan sih, sorry gue ada urusan”. Coba Marvel kabur dari sana.


“ kenalan bisa kali, kan siapa tau kita sering jumpa disini”. Ujar salah satu dari mereka.


“ ini tu gara – gara lo tau gak, ngapain sih lo disini”. Bisik kesal Marvel menyalahkan Yuda.


“ kok gara – gara gue sih, mending kita cari cara biar bebas dari mereka”. Usul Yuda yang kemudian diangguki keduanya karena telah memiliki ide kabur dari gerumulan itu.


“ eh apaan tuh disana, kayaknya ada yang kecelakaan deh”. Tunjuk Yuda mengalihkan perhatian para wanita itu.


Melihat ada cela untuk kabur, keduany sigap berlari menjauhi gerumulan itu. Setelah merasa aman keduanya saling bertatapan dan kemudian diiringi gelakan tawa karena tak habis pikir mereka baru saja dikerjai oleh Siska.


Jangan lupa like, vote dan giftnya ya,


Tambhkan juga ke list novel favorit kalian, terimakasih 😊