Marvel

Marvel
Bab 42 : Kehilangan keduanya



“ pesan, pesan apa?”. Tiba – tiba suara bass Marvel ikut menimpali perdebatan mereka


Sedari tadi Marvel tetap mengikuti Siska secara sembunyi – sembunyi. Namun kini ia tak bisa tinggal diam saat namanya kembali diikutkan dalam perdebatan mereka. Ia tak mengerti pesan apa yang dibicarakan Yuda.


“ Vel, kok lo disini?”. Siska terkejut, Marvel lagi – lagi ada ditengah perdebatan mereka.


“ pesan apa yang lo maksud”. Marvel menatap tajam Yuda yang kini juga membalas tatapan tajamnya.


‘sial, bisa – bisa Siska benci sama gua dan gak akan peduliin lagi apapun yang gue lakuin’. Gerutu Yuda dalam hatinya dan menatap nyalang rivalnya.


“ Vel gua udah bilang kasih gue ruang, lo pergi dulu dari sini”. Siska menghampiri Marvel dan memintanya untuk pergi.


“ gue perlu tau cil, pesan apa yang kalian omongin”. Marvel merasa bahwa ia harus tau apa yang terjadi, apalagi ia dapat melihat Siska mulai menjaga jarak darinya.


“ heh, jadi gue kesini Cuma untuk liat kalian berdua”. Ujar Yuda sinis dan beranjak dari tempat itu.


“ kenapa kalian sebenci itu sama aku”. Ucapan Siska membuat Yuda menghentikan langkahnya dan kembali menatap Siska.


“ kenapa kak Yuda berubah dan aku harus menjadi penyebab itu, perasaan gak bisa dipaksakan kak”. Siska menatap Sendu Yuda dan kemudian beralih menatap Marvel.


“ dan lo Vel, gue gak tau harus percaya atau enggak, karena apa yang selama ini lo lakuin ke gue itu tulus, tapi gue gak tau maksud hati lo itu sebenarnya apa, apa semua ini benar?”. Siska memperlihatkan bukti chat singakat anatar Marvel dan Yuda, waktu Yuda memperlihatkan hal itu kepadanya sengaja ia teruskan untuk merenung apa benar Marvel sebegitu membencinya.


Marvel menatap bingung apa yang ditunjukkan Siska, ia tak menyangka Yuda akan melakukan hal sejauh itu untuk menyingkirkannya. Netra matanya langsung menangkap Yuda yang seperti pasrah menghadapi kebanaran dibalik kebohongan yang ia lakukan.


Marvel dengan sengit langsung meghampiri Yuda dan kembali memberikan bogeman mentah diwajahnya. Mungkin bogeman semalam hanya ia lampiaskan karena telah berani memaksa Siska, namun ini adalah hal yang ia pendam sedari kemarin karena telah mecari masalah dengannya.


“ gua udah ingatin lo, kalo bersaing itu yang verr, dasar pengecut”. Emosi Marvel semakin tak terkendali bahkan ia hampir meninju Siska yang tiba – tiba berdiri di depan mereka.


“ berhenti..”. teriak Siska seraya menutup matanya dan merentangkan tangannya. Tubuhnya yang kecil membuat Siska dengan mudah menyelipkan dirinya antara Marvel dan Yuda.


Marvel dengan kesal menjatuhkan genggaman tangannya dan menatap nanar Siska yang ada diepannya menghalangi Yuda untuk dipukuli.


“ akh..”. Teriak frustasi Marvel karena Siska masih membela Yuda.


“ kalian itu kenapa sih, apa – apa harus berkelahi, ini semua gak akan nyelesain masalah”. Ujar Siska sebenarnya merasa takut berada diantara dua orang yang sedang dipenuhi amarah.


“ kak Yuda tolong jawab, ini semua benar atau enggak?”. Siska menatap penuh harap pada Yuda agar berkata jujur.


Marvel semakin tak bisa mengendalikan emosinya, Siska masih mempertanyakan pesan itu benar atau tidak. Sebegitu besarkah rasa percayanya pada Yuda, sehingga ia tak bisa menerima ini semua. Dan apakah tak ada sedikitpun ada rasa kepercayaan untuknya dihati Siska?. Marvel memilih pergi karena ia tak sanggup membendung emosinya lagi.


“ ka, kakak bisa jelasin ini semua”. Yuda mengenggam tangan Siska agar gadis itu tak membenci dirinya, ia dapat melihat bahwa Siska sekarang ingin mengejar Marvel dan artinya ia yang harus mengalah.


“ jadi ini semua Cuma akal – akalan kakak?, heh, kenapa kakak harus berbuat kek gini”. Siska sangat kecewa dengan Yuda dan segera melepaskan genggaman tangan Yuda.


“ karena kakak gak mau kamu semakin dekat sama dia ka, Marvel suka sama kamu, dan kakak gak akan ngebiarin kamu disakitin sama dia”. Ujar Yuda menjelaskan alasannya melakukan semua hal itu.


“ kak aku mohon maaf karena gak bisa membalas perasaan kakak, tapi sekarang coba kakak tanya sama diri kakak sendiri, apa kakak benar – benar cinta sama aku, atau itu hanya sebuah obsesi, please, jangan rusak diri kakak kek gini, tolong jadi Yuda yang dulu aku kenal”. Siska merasa muak akan alasan Yuda yang selalu mengatakan ini karena cinta padanya.


“ Obsesi kamu bilang, ternyata itu anggapan kamu terhadap perasaan kakak selama ini”. Yuda semakin merasa tak ternilai dimata Siska.


“ cukup ka, kakak gak mau kamu semakin jijik berada dekat dengan kakak, beda dengan apa yang kamu rasain saat sama Marvel kan?, kamu gak usah pura – pura lagi nutupin perasaan kamu, tenang aja ka, aku akan ngebuat kamu gak harus nutupin lagi perasaan benci kamu itu”. Tukas Yuda berlalu meninggalkan Siska disana.


Adel dan Maya yang sedari tadi menunggu Siska kembali dan menjaga Winda terperanga melihat Yuda yang kembali seorang diri dan membuka pintu tempat mereka menggunci Winda.


“ eh yud, Siska mana?”. Tanya Maya yang heran kenapa Siska tidak bersama Yuda.


“ yuda, akhirnya lo balik juga”. Tukas Winda manja dan senang Yuda kembali untuk dirinya dan menatap sinis dua cewek didepannya.


Namun Yuda tak mengubris mereka, ia lansung menarik Winda untuk pergi dari sana. Adel dan Maya yang melihat hal itu semakin bingung dan memutuskan untuk mencari Siska dan ingin mengetahui apa yang telah terjadi.


“ Siska, lo kenapa?”. Adel dan Maya merasa khawatir saat Siska terduduk lemas menangis seraya menangkupkan wajahnya.


“ akh..” Siska merasa kesal dan kemudian berteriak, kini ia telah kehilangan keduanya.


“ ya ampun Sis lo kenapa, gak kemasuan setan kan?”. Pertanyaan Maya langsung dipelototi Adel dan hendak menoyorkan kepalanya namun bisa dihindar.


“ yang bener kalo mau nanya”. Desis Adel geram melihat temannya itu.


“ iya maaf, habisnya”. Maya menatap sendu Siska.


“ gue gak tau harus apa lagi, semakin kesini semakin gue nyesel masuk dalam permasalahan yang namanya cinta”. Siska tak percaya, Cinta telah membuatnya kehilangan orang yang dicintainya dan sahabatnya.


“ maksud lo, Yuda masih belum bisa nerima lo nolak dia?”. Ujar Maya memprediksi bahwa Yuda masih tak bisa dijelaskan dan dibalas anggukan oleh Siska.


“ ya udah Sis, lo udah berusaha, jadi ini bukan salah lo, biarin Yuda nemuin jawaban kebenarannya sendiri”. Sahut Adel tak mau sahabatnya menyalahkan dirinya lagi.


“ tapi Marvel pasti kecewa banget sama gue del”. Siska merasa menyesal karana tak mempercayai Marvel, dan takut ia tidak bisa membenci Marvel jika itu benar. Apa yang harus ia pilih, mencintai atau membenci?


“ Marvel?”. adel dan Maya kembali terkejut akan situasi yang dihadapi sahabatnya itu.


“ kak Yuda nipu gue, dan gue gak tau harus memilih percaya atau enggak, dan sikap gue yang diam aja kemarin pas Marvel mau dikeluarin ngebuat Marvel kecewa sama gue”. Adu Siska meratapi keselahannya.


NOTE :


Cerita ini menceritakan 3 kisah


Marvel yang broken Home ( Mike juga sama, tapi masih dipikirin dibuat disini atau novel baru)


Yuda ( tak pernah mengalami kegagalan, sehingga ketika ia gagal ia tak dapat menerimanya)


Siska ( terlalu baik, namun ia memiliki sifat hanya bisa marah pada dirinya sendiri).


Mungkin 3 sifat itu hal yang biasa saja, tetapi pada kenyataannya 3 sifat itu tak mudah untuk dijalani, kita tak pernah tau apa yang mereka rasakan, jadi berbijaklah dalam bersosialisasi.


Jangan lupa like, Vote, dan giftnya ya


Terimakasih 😊