Marvel

Marvel
Bab 39 : Berubah



Pagi ini, sekolah lagi – lagi dihebohkan dengan pembahasan yang tak pernah mereka pikirkan. Yuda seorang notaben ketua OSIS yang selalu dipandang sebagai siswa terbaik disekolah kini tiba – tiba melanggar peraturan sekolah.


Yuda telah melakukan kesalahan yang tak pernah mungkin dilakukannya, hari ini ia datang terlambat ke sekolah seraya memakai pakaian yang tidak rapi sama sekali. Sikap Yuda yang seperti ini otomatis membuat seluruh isi sekolah ternganga.


Yuda bahkan bersikap acuh tak acuh saat guru mempertanyakan perubahannya, ia hanya menatap lurus dengan gaya dingin yang tak pernah ada pada sifatnya. Pertanyaan guru pun seperti angin berlalu ditelinganya saat ini.


“ Yuda, sedari tadi saya bertanya sama kamu, kenapa tiba – tiba kamu menjadi seperti ini, kamu itu contoh teladan bagi murid lainnya Yuda, sekarang cepat rapikan pakaianmu”. Tukas guru Bk yang mulai geram dengan Yuda karena tak mengindahkan ucapannya.


Dengan malas Yuda menuruti ucapan guru itu dan kembali berlalu ke kelasnya, tatapan penuh pertanyaan pun kini memandangnya, namun ia tetap tak terusik sama sekali. Sesampainya dikelas Yuda langsung merebahkan dirinya dikursi Mike paling belakang dan mulai mengatur kembali style nya seperti tadi pagi.


“ Yud, gue gak salah liat, lo kesambet apa sih?”. Bahkan Gibran pun juga ikut tak percaya akan perubahan Yuda kini.


“ sesekali cari referensi terbaru boleh lah”. Jawab Yuda dengan gaya santainya.


“ Yud, ini gak ada hubungannya sama..”. ucapan Gibran langsung dipotong Yuda dengan tatapan tajamnya.


“ bacot lo, suka – suka gue dong jadi kek gini, gak ada masalah kan?”. Yuda menatap nyalang Gibran seolah memintanya untuk berhenti mengoceh didepannya.


“Ck, terserah lo Yud”. Gibran pun tak ingin lagi mengubris persoalah perubahan Yuda dan memilih keluar dari kelas dengan guratan kecewa.


“ yuda, kata Buk Rini lo harus jalanin hukuman dulu, kalo gak lo gak bisa masuk untuk jam pelajaran selanjutnya”. Ujar salah satu teman sekelas Yuda menyampaikan pesan dari Buk Rini.


“ heh, siapa juga yang mau belajar”. Ucapan Yuda sontak membuat seisi kelas mematung, kini mereka benar – benar yakin bahwa telah terjadi sesuatu sehingga Yuda kini berubah.


“ gue gak salah denger kan Yuda ngomong gitu, gue ngeliat Yuda macam liat reinkarnasi Mike dulu gak?”. Tutur Zahra pada Winda yang terus merenungi perubahan cowok yang selama ini ia sukai itu.


“ boleh juga Yuda kek gini, aura perfectnya semakin bertambah gak sih”. Ujar Winda merasa Yuda semakin cool dimatanya.


“ cih, gue jadi makin kangen sama Mike deh liat Yuda kek gitu”. Keluh Zahra karena sudah lama tak bertemu pujaan hatinya.


“ gue susul Yuda duluan ya”. Winda langsung berlalu ingin memgikuti Yuda.


Winda berteriak memanggil Yuda agar mau menungguinya, namun tak penah diacuhkan oleh pria itu. Teriakannya bahkan membuat para murid yang sedang belajar ikut memusatkan perhatiannya padanya.


“ Yuda, tungguin gue dong”. Rupanya panggilan yang kesekian kali ini bisa membuat Yuda menghentikan langkahnya.


“ akhirnya lo dengerin gue Yud”. Ucap Winda menghampiri Yuda dan dengan santainya bergelayut manja ditangan pria itu.


Yuda masih tak bergeming menatap lurus kedepan, ia melihat Siska yang sedang membawa setumpukan buku paket ditangannya bersama dengan Adel. Menyadari arah tatapan Yuda bertaut pada Siska, Winda semakin bermanja ditangan Yuda yang biasanya tak diberikan kesempatan itu padanya.


“ Yuda, kita ke kantin aja yuk, temenin aku makan ya”. Rengek Winda dengan manja sedikit keras membuat Siska dan Maya berhenti dan menatap mereka.


Siska seketika menghentikan alunan langkahnya saat melihat Winda bergelayut manja dilengan Yuda. Bukan karena ia merasa sakit hati melihat tingkah mereka berdua, namun ia menatap tak percaya akan penampilan Yuda yang tak seperti biasanya.


Namun tatapan kebingungannya kembali tersurut saat melihat tatapan Yuda yang tak dapat diartikannya. Pria itu hanya menatap datar dirinya dan membuat Siska memundurkan langkahnya saat mengingat apa yang telah Yuda lakukan padanya semalam.


“ Siska, lo gak apa – apa kan?”. Tanya Adel melihat Siska termenung.


“ hem, gue gak kenapa –kenapa kok, yok udah ditungguin ni kita”. Siska segera menbuyarkan lamunannya saat Adel menepuk pundaknya.


“ ternyata omongan anak – anak bener ya, gue gak nyangka Yuda bener – bener berubah”. Tukas Adel seraya menuju ke kelas mereka.


Siska hanya menggulum senyum canggung mendengar penuturan Adel, ia juga tak percaya bahwa Yuda telah berubah. Perubahan Yuda dalam waktu singkat mengusik pikirannya, apa ia Yuda berubah karena dirinya. Dimana perubahan Yuda ini dimulai dari sikap kasarnya kepada Siska semalam karena telah menolaknya.


Marvel sedari tadi memperhatikan gurat gusar dari gadis disampingnya itu, bukankah tadi pagi Siska sudah kembali bersikap seperti biasanya walaupun sedikit menimalisir interaksi diantara mereka.


“ cil, lo kenapa?”. Bisik Marvel membuyarkan lamunan Siska.


“ eh, kenapa”. Jawab Siska dengan nada terkejut sontak memecahkan kefokusan guru yang sedang mengajar.


“ Siska, Marvel tolong fokus kedepan”. Tegur guru.


“ em, maaf buk, saya boleh izin ke UKS, soalnya saya merasa pusing buk”. Celoteh Siska memijat pelipisnya.


“ lo sakit cil, gue anterin ya”. Ucap Marvel khawatir.


“ buk, saya temenin Siska ya, soalnya mukanya udah pucat kek gini”. Izin Marvel ingin menemani Siska dan menunjukkan wajah Siska yang tak pernah ada polesan kecuali lip balm terlihat pucat ditambah raut wajahnya yang sedang gelisah.


“ ya sudah, kalian boleh ke UKS”. Guru pun memberikan izin saat melihat wajah Siska yang pucat.


Siska sebenarnya ingin menolak bantuan Marvel, tetapi cowok yang sedang menuntunnya itu tak sedikit pun memberikan celah untuk menolaknya. Siska merasa pusing akibat memikirkan perubahan sikap Yuda, apakah ini karena dirinya, jika benar ia akan merasa bersalah karena menjadi penyebab perubahan Yuda yang baik menjadi sosok yang buruk.


“ lo mau pakek minyak kayu putih aja apa minum obat?”. Tanya Marvel setelah membantu Siska yang kini sudah duduk diatas brankar.


“ gak usah Vel, gue cuma butuh istirahat aja kok, lagipula gak kerasa pusing, lo balik aja ke kelas”. Ucap Siska menolak tawaran Marvel.


“ ya udah, lo tidur aja, biar gue yang jaga disini”. Ujar Marvel masih ingin tetap ada disana.


“ tapi Vel”.


“ gak usah bawel, yang ada lo masih nambah sakit entar”. Marvel tetap bersikukuh ingin menemani Siska.


“ lo tenang aja, gue gak ngapa – ngapain lo, ada cctv tu, bentar lagi juga udah istirahat”. Lanjut Marvel berfikir Siska mungkin menolaknya karena masih takut akan kejadian tadi malam.


Akhirnya Siska pun tak dapat lagi beralasan meminta Marvel untuk keluar, ia pun memilih untuk merebahkan dirinya sejenak untuk mengistirahatkan pikirannya.


Jangan lupa dukungannya ya, [like, vote,gift]


Terimakasih 😊