Marvel

Marvel
CHAPTER 15



Heyyo, jangan lupa vote dan komen yang banyak ya tsay biar berkah.


Happy reading


⚠️! Warning typo !⚠️


.


.


.


Marvel, setelah beberapa minggu berlalu sejak penjara ayahnya, terlihat tengah berada di sebuah perusahaan bernama PT BINA STAR LIFE. Dia telah mencari kesempatan baru dalam dunia bisnis, mencoba membangun kembali hidupnya setelah semua peristiwa yang telah terjadi.


PAK WIJAYA, Ketua Presdir dari PT BUAN BATIK, adalah orang yang sangat dikenal oleh Marvel. Mereka sedang dalam pembicaraan serius tentang kemungkinan kerja sama antara kedua perusahaan ini.


(dengan penuh semangat) "Pak Wijaya, saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Saya yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan bagi kedua perusahaan kita."


(sambil tersenyum) "Marvel, saya selalu mengagumi semangat dan dedikasimu. Kita telah lama berbicara tentang kerja sama ini, dan saya yakin kita bisa mencapai banyak hal bersama."


Mereka terus berdiskusi tentang detail kerja sama yang mungkin mereka bentuk, mencari cara untuk saling mendukung dan memaksimalkan potensi dari masing-masing perusahaan. Ini adalah langkah besar dalam perjalanan Marvel untuk membangun kembali hidupnya dan mengejar kesuksesan di dunia bisnis.


"Kita memiliki visi yang serupa, Pak Wijaya. Saya yakin kita bisa mencapai tujuan bersama ini."


"Saya setuju, Marvel. Mari kita bekerja keras untuk mencapai keberhasilan ini."


Kerja sama antara PT BINA STAR LIFE dan PT BUAN BATIK akan menjadi peluang besar bagi Marvel untuk membangun karirnya yang baru dan membuktikan bahwa dia dapat sukses dalam bidang bisnis. Ini adalah langkah yang penting dalam perjalanan pemulihannya setelah semua peristiwa yang telah terjadi dalam hidupnya.


Marvel, yang sekarang menjadi pemimpin dan pemilik PT BINA STAR LIFE, duduk di kantornya, tengah berbicara dengan sekretarisnya, Linda. Mereka sedang membicarakan tentang gengnya yang dulu.


(sambil merenung) "Linda, aku ingin tahu bagaimana keadaan gengku sekarang."


"Tentu, Bos. Setelah kamu meninggalkan geng, mereka tetap bersama dan menjalankan operasi mereka seperti biasa. Tapi, tentu saja, mereka merindukan kehadiranmu."


(dengan ekspresi serius) "Aku juga merindukan mereka, Linda. Mereka adalah saudara-saudaraku."


Meskipun Marvel telah meninggalkan gengnya setelah penjara ayahnya, dia masih mempunyai hubungan yang kuat dengan teman-temannya. Setiap Minggu, dia mengunjungi markas geng mereka untuk bertemu dengan mereka. Itu adalah waktu yang dia nantikan untuk menjaga ikatan persaudaraan mereka.


"Minggu ini adalah Minggu ketiga bulan ini, Bos. Apakah kamu ingin saya mengatur pertemuanmu dengan mereka seperti biasa?"


(sambil tersenyum) "Ya, Linda. Tolong atur pertemuan itu. Saya ingin tetap terhubung dengan mereka."


Linda mengangguk dan mulai mengatur jadwal pertemuan Marvel dengan teman-temannya di gengnya yang dulu. Meskipun karir Marvel di dunia bisnis telah berkembang pesat, dia tidak pernah melupakan akarnya dan selalu berusaha menjaga hubungan yang penting dalam hidupnya.


Pertemuan Mingguan Marvel dengan gengnya adalah waktu di mana mereka dapat berkumpul, mengenang masa lalu, dan merencanakan masa depan. Bagi Marvel, itu adalah cara untuk tetap merasa terhubung dengan dunia yang telah membentuknya.


Marvel meninggalkan kantornya setelah membicarakan tentang gengnya yang dulu dengan sekretarisnya, Linda. Dia merasa bahwa dia perlu beberapa waktu untuk merenung dan merasakan kedamaian setelah hari yang sibuk. Dia memutuskan untuk pergi ke salah satu kafe favoritnya untuk makan malam.


Saat dia tiba di kafe itu, dia memilih meja yang nyaman di sudut dan duduk. Menu diberikan padanya, dan dia mulai memeriksanya sambil merenungkan pilihan yang akan dia buat.


"Selamat datang, Pak Marvel. Apa yang ingin Anda pesan hari ini?"


(dengan senyum) "Terima kasih. Saya akan memesan steak panggang medium rare, tolong."


"Tentu, Pak. Dan ada minuman apa yang ingin Anda pesan?"


"Saya akan memesan segelas anggur merah, terima kasih."


Sementara menunggu makanannya datang, Marvel merenung tentang perjalanan hidupnya. Dia merasa beruntung telah mengatasi banyak tantangan, meskipun itu tidak selalu mudah. Memikirkan masa lalu dan masa depannya yang lebih cerah memberinya rasa semangat.


Setelah makanannya datang, dia menikmati makan malamnya dengan nikmat. Rasanya yang lezat dan anggur merah yang elegan memberinya waktu untuk merenung dan merasakan kedamaian. Di tengah kesibukannya yang penuh tekanan, momen seperti ini sangat berarti baginya.


(dalam hati) "Mungkin masa lalu selalu mengikuti kita, tapi kita juga punya kendali atas masa depan kita."


Setelah selesai makan malamnya, Marvel membayar tagihannya dan meninggalkan kafe dengan perasaan yang lebih tenang dan siap menghadapi apa pun yang akan datang dalam hidupnya.


Marvel melanjutkan hari yang sudah cukup padat dengan kunjungan ke mal. Kali ini, tujuannya adalah untuk membeli beberapa pakaian cowok yang bisa dia berikan kepada gengnya. Dia ingin menunjukkan rasa terima kasih dan solidaritas kepada teman-temannya di geng yang sudah setia bersamanya.


Saat dia tiba di mal, dia melihat banyak toko pakaian cowok dengan berbagai gaya dan merek. Dia berjalan dari toko ke toko, mencari pilihan yang sesuai dengan selera teman-temannya. Pilihan itu harus mencerminkan kepribadian masing-masing anggota geng.


Di salah satu toko, dia melihat jaket kulit yang mewakili gaya yang paling disukai oleh salah satu teman gengnya yang bernama Rudy. Jaket itu terlihat sangat keren, dan dia memutuskan untuk membelinya.


(berpikir) "Rudy pasti akan senang dengan jaket ini."


Selanjutnya, dia mencari pakaian yang lebih santai untuk temannya yang lain, Alex. Dia menemukan kaos dengan desain grafis yang keren dan memutuskan untuk membelinya.


"Alex akan suka kaos ini."


Di mal, dia bertemu dengan beberapa teman lamanya dan mereka mengobrol sebentar. Mereka bertanya bagaimana kehidupan bisnisnya dan Marvel berbagi beberapa cerita tentang kerja sama baru perusahaannya. Marvel merasa senang bahwa dia masih bisa menjaga hubungan dengan teman-teman lamanya meskipun dia telah mencapai banyak kesuksesan dalam bisnis.


Setelah beberapa jam, Marvel kembali ke rumah dengan penuh tumpukan pakaian untuk gengnya. Dia merasa senang dapat memberikan hadiah ini kepada mereka dan berharap itu akan membuat mereka merasa dihargai dan bersatu lebih kuat sebagai sebuah tim.


Setibanya di rumah dengan semua pakaian yang sudah dia beli untuk gengnya, Marvel merasa senang dan ingin memberikan kejutan kepada teman-temannya secepatnya. Dia mengambil ponselnya dan menelpon Reka, salah satu kepercayaannya di geng, untuk memberitahukan rencananya.


(sambil tersenyum) "Halo, Reka. Bisakah kamu datang ke rumahku sekarang? Aku punya sesuatu yang ingin aku berikan kepada semua orang."


(dengan antusias) "Tentu, Marvel! Aku akan datang secepatnya. Apa yang kamu rencanakan?"


"Rahasia dulu, tapi aku yakin semuanya akan senang."


Reka segera bersiap-siap dan menuju ke rumah Marvel. Sementara dia dalam perjalanan, dia bertanya-tanya apa yang sedang direncanakan Marvel. Dia tahu bahwa Marvel selalu punya kejutan yang menarik untuk gengnya, jadi dia merasa penasaran.


Setelah beberapa saat, Reka tiba di rumah Marvel. Marvel menyambutnya dengan senyuman ramah dan membawa semua pakaian yang sudah dia beli.


(dengan rasa ingin tahu) "Oke, Marvel, apa yang kamu rencanakan?"


"Sini, aku punya hadiah untuk semua orang." (Dia menunjukkan tumpukan pakaian.)


(terkejut) "Wow, ini semua untuk kita?"


"Ya, aku ingin kalian tahu seberapa berharga kalian bagi saya. Kalian adalah keluargaku, dan aku ingin merayakan persahabatan kita."


Reka tersenyum dan dia tahu bahwa ini adalah tindakan yang sangat istimewa dari Marvel. Mereka berdua memutuskan untuk memanggil teman-teman lainnya dan merayakan bersama. Itu adalah momen yang penuh kebahagiaan dan solidaritas di antara geng mereka.


Saat geng Marvel menerima pakaian-pakaian yang Marvel beli untuk mereka, ada perasaan kehangatan dan kebahagiaan di antara mereka. Mereka merasa dihargai dan dicintai oleh sahabat mereka yang sekarang menjadi pemimpin PT BINA STAR LIFE. Semua orang dalam geng bergerak mendekati Marvel dan memeluknya dengan penuh kebahagiaan.


(sambil tersenyum) "Terima kasih, Marvel. Ini sangat keren!"


"Kau selalu tahu bagaimana membuat kita merasa istimewa."


"Ini adalah tindakan yang sangat berharga, Marvel."


Semua orang dalam geng tersenyum dan merasa bersyukur atas persahabatan mereka satu sama lain. Mereka adalah keluarga yang telah melewati banyak hal bersama-sama, baik dalam kebahagiaan maupun kesulitan. Saat ini, mereka merasa lebih dekat daripada sebelumnya.


(dengan senyum) "Kalian adalah saudara-saudaraku. Kita akan selalu bersama, tidak peduli apa yang terjadi."


Setelah momen pelukan dan ucapan terima kasih, mereka semua duduk bersama di ruang tamu. Mereka mulai berbicara tentang masa lalu, mengenang cerita-cerita lucu dan petualangan mereka bersama-sama. Ini adalah saat yang indah di mana mereka merayakan persahabatan mereka dan berterima kasih atas dukungan yang selalu mereka berikan satu sama lain.


"Ingat ketika kita pertama kali membentuk geng ini?"


"Tentu saja! Itu adalah awal dari semua petualangan kita."


"Dan sekarang, kita telah mencapai begitu banyak hal bersama-sama."


Mereka mengobrol sepanjang malam, tertawa, dan berbagi kenangan. Ini adalah saat yang memberi semangat dan mengingatkan mereka betapa berharganya persahabatan yang mereka miliki satu sama lain.


"Kami bersyukur memiliki teman-teman seperti kalian dalam hidup kami."


(dengan tulus) "Saya juga bersyukur memiliki kalian dalam hidup saya. Kita adalah tim yang tak tergantikan."


Malam itu, persahabatan mereka semakin kuat, dan mereka tahu bahwa tidak ada yang bisa menggantikan ikatan khusus yang mereka miliki satu sama lain. Mereka merayakan hubungan mereka yang telah mengatasi semua rintangan dan masih bertahan kuat.


.


.


.


.


.


TBC


Oke next kwan


Bakal ada keseruan keseruan dari mereka, pantau terus


Jangan lupa juga


- vote


- komen