Marvel

Marvel
Bab 27 : nyanyian jangkrik



“ Vel, kok lo diam aja sih, bantuin gue?” rengek Siska agar yuda memberi solusi padanya.


“ lo bantuin gue jawab soal no 25 ini dong, masih gak paham gue”. Alih Marvel malas membicarakan masalah Siska dan Yuda.


“ gak asik banget si cogan, lagi serius juga”. Celoteh Maya yang masih ingin tau kejelasan perasaan Siska pada Yuda.


“ eh lo berdua juga belajar sana, buk Rini bakalan ngadain ulangan”. Usir Marvel.


“ oiya, gue lupa”. Seru Adel juga baru ingat bahwa hari ini mereka ada ulangan.


Seketika keadaan kelas menjadi sepi tergulat dalam kesibukan mereka sendiri menghadapi ulangan hari ini. Disela menyimak penjelasan Siska, Marvel malah termenung menatap gadis disampingnya itu kini.


Ingin rasanya Marvel mengehentikan detikan waktu berjalan, entah mengapa hatinya kini tidak tenang seolah ada ombak besar yang sedang mengguncang hatinya. Ombak itu semakin besar dan membuatnya terhempas menabrak batu karang, seperti itulah rasanya saat mendengar Siska dekat dengan Yuda.


Jam istirahat pun tiba membuat semua siswa dikelas itu menghempaskan nafasnya menandakan perang telang berakhir, masalah hasil biarlah nanti dipikirkan dan kini saatnya mengisi lambung mereka yang merintis karena kehabisan energi.


“ ka ke kantin yuk”. Ajak Adel yang sudah siap bersama Maya menuntaskan kelaparannya.


“ oke bentar ya”. Sahut Siska yang masih membereskan buku – bukunya.


“ hai ka, ke kantin bareng yuk”. Sapa Yuda yang tiba – tiba datang dengan sejuta pesonanya.


“ Kak Yuda?, ngapain kakak kesini?”. Tanya Siska seraya memperhatikan banyak pasang mata menguncinya.


“ mau ngajak kamu makan”. Jelas Yuda melampirkan senyuman manisnya.


“ emmm” Siska bingung harus meladeni ajakan Yuda.


“ ka ayok, gue udah lapar banget ni, lagian biasanya kita juga ketemu Yuda dikantin, jadi gak ada salahnya dong”. Ujar Maya melihat sahabatnya yang celingak – celinguk tidak jelas.


“ iya deh, ayok kak”. Setuju Siska yang juga tidak memiliki ide lain untuk menjauhi Yuda.


“ gue ikut”. Suara bass Marvel membuat Yuda mengernyit tak suka.


“ sorry , gue gak…”. Kalimat Yuda terputus karena Marvel.


“ udah buruan, lama banget”. Sarkas Marvel berlalu menarik tangan Siska.


“ eh”. Siska yang masih tidak siap hampir terhuyung mengimbangi langkah Marvel.


“ gue duluan yang ajak Siska”. Yuda juga tak mau kalah langsung menggenggam tangan Siska yang satunya lagi membuat Marvel menghentikan langkahnya.


“ yang paling penting makan kan”. Adu tatapan pun terjadi diantara Yuda dan Marvel sambil melirik tak rela tangan Siska yang digenggam satu sama lain.


“ kalian apa –apaan sih, perasaan gue gak pernah sholawat deh pas liat adegan ini di drama”. Ketus Siska tak suka karena semakin menyulut perhatian dan mencoba menghempaskan kedua tangannya.


“ gila, trending digibahin lagi ni anak, temen gue emang paling top”. Celoteh Maya kagum menggeleng – gelengkan kepalanya.


“ eh kunyit, temen lo lagi kesusahan, bantuin yok”. Ujar Adel ingin membantu Siska.


“ Shittt gak usah buru - buru, bala bantuan udah datang no”. Maya mencegat Adel dan mengarahkan tatapan Adel dengan dagunya ke sumber yang disebutkannya.


“ Mike?”. Entah perasaan Adel saja tatapannya sempat beradu dengan Mike dan membuatnya salah tingkah.


“ lo berdua mau bikin tangan dia lepas”. Ucap Mike dengan gaya cool sedikit menyungginggkan senyumnya dan bergantian melirik Yuda dan Marvel.


Mau tak mau Yuda dan Marvel melepaskan genggamannya dan membuat Siska menghendus lega. Mike tersenyum devil pada Siska seolah menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya tidak gratis.


“ kita makan bareng aja ya, lebih rame makin seru, sekalian kita makan satu sekolah, hehehe”. Celoteh Siska menghampiri Mike melukiskan senyum canggung yang kemudian berganti dengan muka masam dan menarik Mike berlalu.


Melihat Siska telah pergi bersama Mike, Marvel dan Yuda saling adu bertatapan dan mengehmbuskan nafas kesal kemudian ikut berlalu mengikuti Siska.


Benar saja dalam seperkian detik apa yang terjadi dikoridor sepanjang kelas 2 menjadi sulut iri para siswi lainnya. Berbagai cercaan tak luput dari gibahan mereka, bagaimana tidak?, lagi – lagi Siska kembali diperebutkan oleh 3 cogan disekolah mereka, dan bahakan kini secara terang –terangan.


Suasana kantin pun menjadi sedikit ricuh melihat sumber gossip mereka ada disana. Suara bisik – bisik bagai nyanyian jangkrik menjelang malam cukup menyangsikan para telinga yang duduk diam dimeja panjang itu.


Satu gerakan tangan Mike menjadi perintah bagi Bara Cs untuk menetralisir sumber cibiran itu. Siska melongos kesal menghadapi situasinya kini, semua netra mata dimeja itu menelisiknya, kecuali Andi dan Maya yang sibuk denagan guyonan mereka berdua.


“ ehem, ada yang mau pesan makan, biar sekalian aku yang pesanin”. Tukas Siska memecah keheningan disana.


“ gue temenin”. Serak Marvel dan Yuda bersamaan berdiri menawarkan diri untuk membantu Siska.


“ Woi, Siska tanya kita mau pesen apa, bukan ngajakin kalian”. Ucap Mike kembali memecahkan api persulutan rebutan Cinta antara Yuda dan Marvel.


Marvel dan Yuda tak bergeming, mereka tetap bersikukuh untuk membantu Siska. Akhirnya mbak Yanti datang dan ikut memporak porandakan benteng keras kepala pada keduanya.


“ silahkan mau pesen apa, ini tempat makan bukan tempat demo, kalo pun mau demo habisin dagangan mbak yanti ya”. Cengir Mbak Yanti menyodorkan draft menunya.


“ aku pesan bak mi Ayam sama the manis dingin ya mbak”. Pesan Siska menyahuti perkataan Mbak Yanti.


“ yang lain gimana?”. Tanya mbak Yanti menatap satu persatu siswa berseragam itu.


“ aku..”


“ samain aja”. Lagi – lagi suara bass Marvel dan Yuda bersamaan memotong ucapan Maya.


“ eh, tapi gue”.


“ samain aja”. Kini hampir semua yang dimeja itu bersahutan kecuali Adel dan Andi yang ikut menatap heran.


“ ya ampun, iya – iya samain aja mbak, macam paduan suara aja, kompak bener ngomong nya”. Gerutu Maya yang ditenangkan Andi.


Setelah pesanan datang, agenda makan itu pun kembali menyingsikan suara keheningan. Yuda dan Marvel sama sekali tidak mengalihkan matanya dari Siska bahkan tidak meneyentuh makanannya.


Siska semakin jengah ditatap seperti sedang diintrogasi pun mempercepat aktivitas makannya. Setelah menghabiskan bak minya, Siska baru merasakan efek pedas sehingga membuatanya menandaskan minumannya. Marvel dan Yuda cemas melihat Siska berniat menyodorkan the dan tisu.


“ hadeh, kenapa gue dipaksa memilih pas situasi gini sih”. Siska yang takut salah memilih pun langsung menyambar teh milik Mike dan meminumnya sampai tandas.


“ minuman gue”. Sarkas Mike melotot tajam pada Siska.


“ hah, akhirnya kelar juga”. Lega Siska telah menguapkan rasa pedas dilidahnya.


“ Sorry kak, namanya orang kepedesan”. Acuh Siska mendapati tatapan dari sepupunnya segera menarik kedua sahabatanya.


“ gak usah ikutin, gue mau ke toilet:. Ujar Siska melihat Yuda dan Marvel siap bangkit dari duduknya.