Marvel

Marvel
Bab 59 : Gila



Benar saja pagi ini berita tentang Yuda telah dihapuskan dan dinyatakan terjadi kesalahpahaman. Namun tak sedikit yang masih menggunjingnya, bisa saja hal ini kembali dilakukan atas penyogokan.


Tetapi Yuda kini secara terbuka mengatakan bahwa ia akan membuktikan jika dirinya tak pernah melakukan kesalahan yang dituduhkan. Ujian yang sebentar lagi akan mereka ikuti, akan menjadi bukti bahwa ia tak pernah berbuat curang.


Siska melampirkan senyum saat mendengar dan melihat sendiri bahwa Yuda telah kembali menjadi seperti Yuda yang dulu lagi. Marvel pun juga ikut menarik senyumannya saat melihat Siska yang terlebih dahulu menggandeng tangannya didepan umum dan berlalu dari aula sekolah untuk mendengar pengumuman persiapan ujian.


Yuda yang juga ikut melihat senyuman yang dilampirkan Siska untuknya pun, merasa seperti tersihir serta ikut tersenyum. Ia dengan yakin akan membuktikan pada Siska bahwa Yudanya telah kembali dan perlahan – lahan akan mengisi relung hatinya.


“ Yud, kamu memang yang terbaik”. Ucap Winda kembali bergelayut manja di lengan Yuda.


Yuda yang risih dengan kelakuan Winda pun segera menepihkan genggaman Winda dan berlalu pergi dari sana. Winda pun merasa takut jika Yuda telah kembali seperti dulu lagi yang akan mengacuhkannya segera mengejar dan menghadang Yuda.


“ Yuda, kamu kenapa sering mengabaikan aku sih, kitakan sudah pacaran”. Tukas Winda membuat mereka menjadi pusat perhatian para siswa yang masih berada di aula.


Yuda merasa jengah akan semua tingkah Winda, kini ia harus mengambil sikap tegas agar Winda tak mengganggu dirinya lagi. Dengan tatapan tajam Yuda meminta Winda untuk menjauhinya.


“ gue minta lo pergi dari hadapan gue, dan dari dulu lo bukan siapa – siapa bagi gue, sorry udah nyita waktu lo selama ini”. Ucapan Yuda membuat Winda merasa sakit hati karena hanya dijadikan pelampiasan oleh Yuda selama ini.


“ ck, terus hubungan kita selama ini apa, lo bahkan udah..”. seketika mulut Winda langsung dibekap oleh tangan besar Yuda.


“ udah cukup lo malu – maluin diri lo sendiri disini, dan untuk hal itu bukankah elo sendiri yang mau, lagian itu bukan yang pertama kan buat lo”. Bisik Yuda membuat Winda merasa miris akan hidupnya.


Yuda yang melihat Winda tak berkutik pun segera melepaskan tanganya dan berlalu dari sana, ia pun tak lupa untuk menglap tangannya untuk menghilangkan bekasan Winda.


Kini seluruh mata hanya menatap miris serta sinis pada Winda, gadis itu selalu bersikap arogan dan bersikap sok kuasa saat ia menceritakan tentang hubungannya dengan Yuda. Winda tak sanggup menahan emosi saat mendengar cibiran para siswa untuknya.


“ lo gak bisa semudah itu ngelakuin semua hal ini untuk gue Yud, lo liat aja gue akan ngelakuin hal yang sama untuk orang yang lo suka, karena dia lo udah ngebuang gue”. Gumam Winda dalam hatinya serta menahan marah dan menatap nyalang orang –orang yang membicarakannya saat ini.


Didalam kelas Siska sedang bercanda bersama kedua temannya, hari ini mereka sedang tak ada proses belajar. Seluruh siswa diutuskan untuk melakukan persiapan ruang untuk ujian, serta para guru sedang ada agenda rapat.


Disaat yang bersamaan Winda masuk ke kelas mereka dan menyiram jus ke atas Siska. Marvel dengan cekatan segera menarik tangan Winda dan menghempaskannya ke dinding. Sontak suasana kelas menjadi riuh dan berkerumun menyaksikan kegilaan yang dilakukan Winda.


“ Sis, lo gak apa – apa kan?, gila ya tu nenek sihir, keserupan setan apa sih lo”. Geram Maya menatap tajam Winda, sedangkan Adel segera membantu Siska mengelap bajunya yang kotor.


“ cil, lo pakek jaket gue aja, Del May anterin Siska ke toilet”. Uacap Marvel yang masih tidak melepas tatapan sinisnya dari orang yang telah mencari masqlah dengan pacarnya.


“ gue disini aja, Vel lepasin Winda, jangan sampai kamu terlibat masalah karena dia”. Siska menghampiri Marvel dan menggenggam tangan Marvel agar melepaskan Winda.


“ cih, sok baik lo, mau seberapa banyak lagi cowok yang lo goda disekolah ini ha?, dasar cewek picik”. Sargah Winda kesal melihat begitu banyak orang yang menyukai gadis kecil didepannya itu.


“ sekali lagi gue denger lo ngomong kasar sama cewek gue, habis lo”. Ucap Marvel geram melepaskan tangan Winda yang meninggalkan bekas disana, apalagi mendengar ringisan Winda karena perih.


Marvel hanya mundur selangkah, ia juga menarik Siska untuk berdiri dibelakangnya agar merasa aman. Entah apa lagi yang akan dilakukan gadis gila yang ada dihadapannya itu, ia tak ingin Siska menjadi terluka.


“ cih, lo ngomong apa sama Yuda kemarin ha?, gara – gara lo gue harus putus sama Yuda, gatel banget sih lo jadi orang”. Sarkas Winda ingin menyakiti Siska, namun langsung dihadang oleh Marvel dan dienturkan ke dinding.


“ woi sadar, Yuda aja gak ngakuin lo jadi pacaranya, jadi yang gatel sebenarnya siapa ha?”. Sambung Maya yang ikut geram meladeni ketidakawarasan Winda.


“ cari gara – gara lo ya sama gua”. Marvel kembali ingin memberikan pelajaran pada Winda, ia tak bisa terima jika gadisnya dicerca oleh orang lain.


“ Marvel udah, kamu jangan terbawa emosi”. Cegah Siska lagii melihat Marvel yang akan menghampiri Winda.


“ gue gak tau masalah lo apa sama Kak Yuda, tapi yang pasti ini gak ada hubungannya sama gue, dan sekarang gue minta lo pergi dari sini, atau enggak gue gak bisa ngehalangin lagi dan lo tau akibatnya apa”. Tukas Siska pada Winda, ia tak paham lagi dengan rivalnya itu dari dulu.


Winda pun yang sudah semakin tersudutkan akhirnya memilih pergi, ia masih ingat bagaimana dulu ia meraskan akibat yang diberikan oleh Marvel karena telah menganggu Siska digudang.


“ cih dasar cewek gila, nambah kerjaan kita lagi gak sih ini”. Keluh Maya melihat tumpahan jus dilantai, otomatis mereka harus membersihkan ulang lagi.


“ kamu gak apa – apa kan, mending kamu beli seragam baru aja dikoperasi oke?”. Seketika sikap Marvel langsung berubah menjadi sweet dan ditatap tak percaya oleh yang lainnya, bagaimana bisa sikap ganas itu langsung berubah menjadi lembut ketika berhadapan dengan Siska.


Siska pun mengiyakan saran Marvel dan meminta Adel dan Maya untuk menemani dirinya. Tak jauh ia baru berlalu dari kelas, Yuda berlari dan melihat sekilas dirinya. Siska tau, Yuda pasti juga akan bersikap marah pada Winda karena telah menggannguinya.


Siska tak bisa mencegah Yuda, ia berharap Yuda bisa menyelesaikan permasalahannya dengan Winda. Sebenarnya ia juga ikut prihatin akan Winda, bagaimanapun gadis itu telah menjadi pelampiasan Yuda selama ini, walaupun dirinya tau akan situasi yang ia hadapi.


Jangan lupa like, vote and giftnya,


Mohon Share dan promosiin juga ya


Terimakasih