
“ ehem, kaya truk aja gandengan”. Sontak suara itu membuat Marvel menghentikan langkahnya dan menatap genggamannya dan langsung melepaskannya.
Maya dan Adel sontak tertawa menangkap basah pasangan baru itu, mereka tak sanggup membungkam rasa tertawanya saat melihat raut muka pucat dari Siska. Siska yang merasa malu pun meminta kedua temannya untuk diam.
“ shut, udah dong ketawanya”. Pinta Siska membuat Adel dan Maya berdeham menetralkan suasana hati mereka yang masih merasa geli melihat tingkah pasangan baru ini.
“ ehem, jadi ada yang bisa jelasin tentang ini diantara kalian berdua”. Ujar Maya mempraktekkan genggaman tangan dengan kedua tangannya sendiri.
“ eum gue lagi buru – buru minta Siska buat ajarin gue, makanya gue narik dia, gak lebih”. Jawab Marvel ingin menjaga janjinya pada Siska untuk menutupi hubungan mereka.
“ oya, perasaan kalo ditarik tangannya begini deh (genggam di pergelangan tangan), bukan begini ( genggam di jari)”. Sahut Maya lagi seraya mempraktekkannya membuat Marvel tak bisa berdelik lagi.
“ kita pacaran”. Ucap Siska membuat Marvel beserta kedua temannya terkejut.
“ serius, akhirnya kapal couple goals gue berlabuh, woy Siska dan Marvel udah pacaran, awas aja kalo ada yang ganggu, berhadapan sama gue lo pada”. Sorak Maya membuat Siska dan Adel tertawa dengan tingkah sahabatnya itu.
Berbeda dengan Marvel yang melampirkan senyum manis yang ia tujukan pada Siska, akhirnya Siska kini telah mengakui statusnya yang sudah berpacaran dengannya. Jika sedang tidak berada di area ramai, ia pasti akan segera membawa gadis itu dalam pelukannya.
Siska yang dapat melihat guratan senyuman Marvel pun ikut merasa senang dibalik gelak tawanya. Ia tak ingin kehilangan Marvel karena keegoisannya dan berharap dengan keterbukaan hubungan mereka, Yuda takkan berharap lagi padanya.
Seketika kabar tentang hubungan mereka tersebar ke seluruh sekolah bahkan dapat mengalihkan perhatian mereka dari isu kabar Yuda. Bagaimana tidak, setelah perubahan yang terjadi pada Yuda, Marvel adalah satu – satunya cogan yang terus saja dipuji para siswi, dan berita ini otomatis membuat mereka patah hati.
Didalam kelas Marvel dan Siska kini tak canggung lagi memperlihatkan sikap perhatian mereka, terutama Marvel yang dengan santai selalu memberikan senyum manis pada Siska dan membuat yang lainnya bersorak tak sanggung melihat keromantisan diantara keduanya.
Siska bahkan tak tau lagi warna wajahnya sudah semerah apa, setiap lontaran senyum dan sikap perhatian Marvel membuat ia bersemu ditambah lagi dengan guyonan para temannya yang selalu memperhatikan keduanya.
“ uh sweet banget sih couple baru, bikin ngiri aja”. Celoteh Maya saat melihat Marvel menyimpan rambut Siska ke belakang telinga Siska yang menghalangi wajah mungil itu untuk dilihatnya.
“ ya jelas lah, emang elo couple lama”. Ledek Adel pada Maya yng selalu meperhatikan Siska dan Marvel, serta ocehannya membuat yang lainnya ikut terbawa melihat sikap Marvel yang dingin kini terang – terangan menjadi bucin.
“ enak aja, daripada elo jomblo”. Balas Maya pada Adel yang malah senyum tak jelas.
Saat jam istirahat Siska langsung direbukin oleh kedua temannya, ia hanya bisa menurut untuk diinterogasi oleh keduanya. Marvel pun juga tak bisa berbuat apa – apa, karena ia juga ditarik oleh kedua temannya agar tak ikut campur urusan para betina yang sedang disulut kekepoan tingkat tinggi.
“ sekarang lo cerita sama kita, sejak kapan kalian pacaran?”. Tanya Maya yang begitu antusias.
“ heum, ekpresi kalian bisa biasa aja gak, gue ngerasa tertekan ni”. Jawab Siska gugup melihat tatapan kedua temannya yang siap menyantapnya kapan pun.
“ Sis, lo jawab sekarang atau kita…”. Ancam Maya yang semakin memperlihatkan taringnya.
“ oke - oke gue cerita, gue pacaran sama Marvel saat kita baikan di atap”. Ucap Siska pelan karena takut telah menyembunyikan berita ini dari kedua sahabatnya.
“ jadi waktu gue nelpon lo waktu itu, lo udah..”. Maya langsung menutup mulutnya saat Siska mengiyakan pernyataan Maya.
“ del lo juga gak sembunyuiin sesuatu dari kita kan?”. Tatapan Maya dan Siska kini malah beralih pada Adel yang seketika menjadi gugup.
“ lo pacaran sama kak Mike?”. Tanya Siska yang kini berantusias mendengar jawaban dari Adel.
“ hhehe, Sorry, tapi gue harus bilang iya”. Jawaban Adel sontak membuat Siska gelagapan senang sedangkan Maya menatap tak percaya kedua sahabatnya tidak terbuka padanya.
“ beneran lo sama kak Mike?, wih gue seneng banget lo jadi sepupu gue”. Ucap Siska langsung berhambur memeluk Adel setelah mendapat penganggukan dari Adel.
“ jahat lo berdua ya sama gue, tega lo pada”. Ungkap Maya kesala akan kedua sahabatnya.
Namun dengan bujukan Adel dan Siska membuat Maya kini tak bisa marah pada kedua sahabatnya, apalagi jika dirayu dengan traktiran somay dan cilok mbak yanti selama sebulan.
Ditempat lain, Yuda menggepal kuat tangannya menahan amarah saat mengetahui entang hubungan Marvel dan Siska. Namun ia masih tidak menyerah, ia akan memenuhi permintaan Siska, tetapi sebelum itu ia harus membersihkan namanya terlebih dulu dari isu yang sedang beredar.
Yuda pun pulang ke rumah untuk menanyakan kebenaran pada sang Ayah tentang isu penyogokan tersebut. Ia tak tau bahwa selama ini ayahnya juga terlibat dalam proses pencapaiannya, padahal ia yakin jika prestasi yang didapatkannya selama in adalah hasil dari jerih payahnya sendiri.
Sesampainya dirumah ia dapat mendengar amarah sang ayah pada seseorang melalui ponselnya, ia tak menyangka jika ayahnya telah terlibat dalam bidang akademiknya selama ini. Yuda pun dengan berani menghampiri sang ayah dan melempar kasar tasnya di sofa.
“ apa maksud papa?, kenapa papa juga ikut ambil adil dalam prestasiku, bukankah aku sudah berusaha mewujudkan keinginan papa, kenapa papa tidak pernah sama sekali menghargai usahaku”. Suara lantang Yuda membuat Pak Geri tersenyum sinis dan menutup teleponnya.
“ semakin berani saja kamu rupanya”. Ucap Pak Geri dan meremas kuat pundak Yuda yang langsung ditepis oleh Yuda.
“ ck, tolong jawab, apa benar papa melakukan hal itu semua?”. Tanya Yuda dengan suara yang semakin lantang membuat Pak Geri geram.
“ lalu menurutmu apa heh, jika kamu pintar, saya tidak perlu repot – repot membuang uang saya untuk hal itu, dan kamu tenang saja masalah ini akan segera usai”. Jawab Pak Geri yang juga tak kalah dari putranya dan berlalu dari sana.
“ apa papa tidak pernah tau seberapa kerasnya usahaku untuk mendapat hal itu, itu adalah hasil dari usahaku sendiri, bukan karena papa”. Ucap Yuda membuat Pak Geri berhenti dan menatap putranya.
“ kembali ke kamarmu dan lihatlah hasilmu, memangnya seberapa pintar dirimu”. Jawab Sinis Pak Geri membuat Yuda semakin frustasi dan kembali ke kamarnya.
Ia menelisik segala nilai yang ada dirapornya, benar saja terdapat beberapa perubahan nilai disana. Dimana setiap nilainya menjadi bertambah setiap semester, bukankah dua kali ia pernah mendapatkan penurunan di dua mata pelajaran, namun itu hanya berselisih sedikit saja dan tak akan mempengaruhi peringkatnya di kelas ataupun disekolah.
Ia pun tak tau harus kembali lagi seperti yang dulu atau tidak, namun apa yang dilakukan papanya tak bisa ia hindari. Kini ia hanya bisa pasrah dan mengikuti alur yang dibuat oleh papanya, ia yakin masalah ini akan segera usai.
Jangan lupa like, vote and giftnya,
Mohon Share dan promosiin juga ya
Terimakasih