
“brak”. Dentuman keras suara pintu terbuka membuat Siska dan Marvel terkejut dan melihat Yuda diambang pintu.
Yuda seketika mematung ditempatnya dan merasa hawa panas bergejolak dihatinya, perih saat ia melihat Siska bersama dengan Marvel berdua disana. Awalnya Yuda merasa begitu khawatir saat melihat Maya dan Adel bergegas menuju UKS seraya menyebut Siska sedang berada disana.
Flashback off
“ cepetan del, gak biasanya Siska sakit sampe begini”. Gerutu Maya melihat Adel berjalan lambat dari dirinya.
“ iya ini gue juga udah cepat may”. Sahut Adel berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Maya.
Yuda yang tak sengaja mendengar obrolan singkat Maya dan Adel yang terburu – buru pun langsung berlari menuju UKS meninggalkan Winda yang sedari tadi bergelayut manja ditangannya.
“ ih Yuda… kok ninggalin gue lagi sih”. Teriak Winda kesal namun tak digubris oleh Yuda, ia pun ikut berlari mengejar Yuda.
“ auw, woy jalan pake mata dong”. Teriak Maya saat seseorang menabrak dirinya dari belakang namun langsung berlari tak menghiraukan ucapannya.
“ itu Yuda bukan sih”. Tukas Adel saat menyadari yang menbrak Maya adalah Yuda.
“ oh iya, kenapa sih tu anak, gak minta maaf lagi”. Sahut Maya kesal karena merasa kesakitan dilengannya.
“ Yuda… tungguin”. Teriakan Winda hampir memenuhi sepanjang koridor sekolah dan memekik setiap telinga yang mendengarnya.
“ wah gila tu nenek sihir, sakit banget telinga gue”. Ketus Maya menatap nyalang punggung Winda yang mengejar Yuda ditambahi teriakannya.
“udah sabar, namanya juga nenek sihir, ya gitu kelakuannya, udah dong, masih jadi nyusul Siska gak?”. Ucap Adel menyadarkan Maya dari emosinya mengingat niat mereka melihat sahabatnya itu.
“ oh iya, hampir aja lupa, yok”. Jawab Maya segera menuju ke UKS.
Flashback on
“ kak Yuda”. Ucap Siska dengan nada lemasnya.
“ yuda, ngapain sih kesini”. Tanya Winda seraya menelisik kedalam ruang UKS siapa yang ada disana.
“ cih, gara – gara dia rupanya”. Winda menatap nyalang kearah Siska.
Yuda tak sedikitpun mengubris omongan Winda, ia malah menatap tajam Marvel Yang berdiri santai disamping brankar tidur Siska dan menatap santai dirinya. Ia semakin geram dan meremas erat jarinya saat melihat Siska ingin turun dari brankar dan dibantu oleh Marvel.
Tak sanggup melihat adegan didepan matanya, ia pun meninju keras daun pintu bahkan membuat semua yang ada disana semakin terkejut. Ia pun langsung pergi dari sana membawa amrah yang bergejolak didadanya menuju gudang sekolah.
“ sayang, tunguin aku”. Teriak Winda dengan nada manjanya mebuat Siska dan yang lainnya mengerutkan keningnya.
“ WTF, gue gak salah denger kan, mereka pacaran?”. Tukas Maya yang sedari tadi memperhatikan Yuda mematung didepan ruang UKS.
“ udah biarin aja, akal – akalan Winda doing kali”. Ujar Adel kemudian meghampiri Siska yang termenung sedih masih diatas brankar.
“ lo gak apa kan?”. Tanya Adel melihat raut Siska yang sendu.
“ gue gak tau, tapi bisa jadi karena Yuda”. Jawab Marvel menafsirkan bahwa Siska menjadi seperti ini karena Yuda.
“ Yuda?”. Tanya Adel dan Maya serempak kemudian kembali menatap Siska yang masih setia menundukkan wajahnya.
“ Sis, lo kenapa gak cerita sama kita sih, emang ada apa Yuda sama lo”. Maya memeluk sahabatnya walaupun masih tak tau permasalahan apa yang terjadi diantara Siska dan Yuda.
“ Vel, lo tau permasalahannya apa?”. Adel menatap intens Marvel mengharapkan jawaban darinya.
“ huff, gue tinggal dulu, kalo ada apa – apa panggil gue aja, gue tunggu di depan”. Ujar Marvel menghela nafasnya, biarlah Siska yang menceritakan pada sahabatnya, mungkin ia akan lebih tenag setelah berbagi ceria pada temannya.
“ Sis, kalo lo gak keberatan, boleh kita tau permaslahannya apa?”. Adel ikut merangkul Siska dari sisi yang lainnya.
“ gue ngerasa bersalah atas perubahan kak Yuda, gue jahat”. Siska mulai membuka mulutnya dengan diiringi isakan tangisnya.
“ gak sis, lo gak salah, Yuda sendiri yang milih berubah, ini bukan salah lo”. Sahut Maya tak membenarkan omongan Siska yang menyalhakan dirinya sendiri, walaupun ia tak tau apa yang membuat Siska berfikir seperti itu.
“ gak may, gue jahat, gue udah nolak kak Yuda, seharusnya dari dulu gue percaya omongan lo berdua kalo kak Yuda suka sama gue, dan gue terus bersikap baik sama dia, gue sendiri yang udah buka peluang buat dia semakin suka sama gue, seharusnya dari dulu gue gak harus dekat sama dia, dan sekarang kak Yuda berubah karena gue udah nyakitin dia May”. Cerita Siska dalam dekapan Maya masih dengan uraian aiar matanya.
“ lo udah nolak Yuda?, kapan?”. Maya terkejut mendengar cerita sahabatnya itu.
“ sebenarnya dimalam gue marah sama Marvel waktu itu kak Yuda udah ngasih tau perasaannya, gue gak tau harus jawab apa, gue bingung akan perasaan gue waktu itu, dan kak Yuda ngasih gue waktu untuk pahamin perasaan gue ke dia”. Siska melepaskan pelukan Mayakemudian menatap dua sahabatnya.
“ dan kemarin gue sama kak Yuda ngehabisin waktu berdua untuk pahamin perasaan gue ke dia, dan itu cuma sebatas perasaan biasa aja, gue anggep Kak Yuda sama seperti kak Mike, dia yang selalu ada saat gue harus bujuk kak Mike untuk pulang, dia yang selalu bantuin gue, dan gak ada sama sekali perasaan cinta untuk dia, dan semalam gue jujur sama dia, dan dari situ dia mulai berubah”. Lanjut Siska mengingat bagaimana perubahan sikap Yuda semalam.
“ ya, tapi ini bukan salah lo ka, lo udah mencoba kan, mungkin Yuda cuma perlu waktu aja untuk bisa terima keputusan lo”. Timpal Adel merasa ini bukan salah sahabatnya,
“ iya gue juga setuju, Yuda sendiri yang milih jalan itu, logak usah mikir lagi ya, lagian dia kayaknya udah pacaran tu sama nenek sihir”. Sambung Maya namun dipelototi oleh Adel.
“ apaan sih, gue ngomong bener kok, lo sendiri tadi kan yang bilang dikelas si Winda nempel banget sama Yuda, mana biasanya Yuda paling anti dicaperin sama cewek, apalagi disentuh, ya berarti mereka udah pacaran dong”. Lanjut Maya tanpa melihat keadaan.
“ ish lo gak peka banget sih, heran gue makin lama makin oon lo ya”. Kesal Adel mendengar ocehan Maya yang membahas sisi perubahan Yuda yang lain.
“ Stop”. Ucap Siska membungkam Maya yang ingin menyahuti perkataan Adel.
“ gue harus ngomong sama kak Yuda, gue gak mau kak Yuda ngambil jalan yang salah karena gue, gue gak mau ada kak Mike yang kedua”. Tukas Siska sembari turun dari brankarnya.
“eh sis lo mau kemana?”. Tanya Adel melihat Siska beranjak dari ruang UKS.
“ sis, kita temenin ya”. Usul Maya melihat Siska yang bersikeras ingin berbeicara dengan Yuda.
Marvel yang sedari tdi menunggu dibangku taman depan UKS segera menghampiri Siska saat gadis itu telah ada diambang pintu. Kedua pasang netra mereka sejenak saling bertatapan namun terputus saat Siska beranjak dari sana.
mohon dukungan nya (like, vote, gift)
tambhkan ke favorit juga ya, terimakasih 😊