
“ Vel kamu kenapa?”. Tanya Siska dapat melihat ada raut sendu dari matanya Marvel.
“ heum, enggak ada apa- apa, cuma mikirin kok kamu mau kerumah aku lagi, masih mau digrebek lagi sama mama kita ya?”. Ledek Marvel menyiratkan senyum godanya.
“ enak aja, ini malah mama yang nyuruh anterin makanan buat kamu, berpahala kalo berbagi sama orang sakit”. Jujur Siska walaupun sebenarnya ia juga ingin tau keadaan Marvel, namun syukur jika Tente Dila tak pulang meninggalkan Marvel sendirian.
“ yah gak jadi makan masakan mama mertua dong aku”. Keluh Marvel dan trsenyum melihat sikap Siska yang salting.
“ apaan sih Vel, jauh banget mikirnya”. Ketus Siska karena selalu dibuat tersipu malu oleh Marvel, tapi ia suka.
“ ya harus dong, mama aku kan sampai udah siapin list pernikahan kita”. Lagi – lagi Marvel tersenyum melihat raut ketus Siska dan itu sedikit menghilangkan rasa sakitnya.
Lama Siska terdiam memperhatikan Marvel, sedikit berbeda yang ia rasakan, dimana biasanya Marvel terlepas begitu saja ketika menjahilinya, namun kali ini setiap Marvel akan menggodanya ia terlebih dahulu mengehmebus kasar nafasnya dan memaksa untuk tersenyum.
“ Vel, aku penasaran deh sama orang yang pernah bilang ke aku [gk semua hal yang lo pikir itu mudah dan benar, terkadang ada alasan dibalik semua itu]”. Ujar Siska mengulang kembali perkataan Marvel saat masih bertengkar dulu.
Marvel hanya terdiam saja ikut mengingat bahwa kata – kata itu adalah peringatan untuk Siska agar tidak terlalu ikut campur akan urusannya. Ia tak menyangka jika Siska masih mengingat hal itu.
“ Vel, kok diem lagi sih?”. Gerutu Siska tak mendapati jawaban dari Marvel atas pacingan pertanyaanya.
“ menurut lo kalo ada seseorang yang takut tidur dengan keadaan gelap atau mati lampu gimana?, padahal dia ingin tidur seperti orang lainnya yang tenang tak terusik cahaya pada saat mereka memenjamkan mata”. Tanya Balik Marvel pada Siska.
“ ya kalo gelap banget sih banyak yang takut, tapi bedasarkan cerita kamu, orang ini ingin tidur dalam keadaan mati lampu atau masih sedikit terang, tetapi ia gak bisa karena takut, heum gimana ya?”. Siska ikut berpikir serta membayangkan jika orang yang diceritakan Marvel adalah dirinya sendiri.
Apa hal yang sangat ditakuti Marvel sehingga ia tidak bisa tidur terlelap selama ini?, jika orang itu masih anak – anak pasti akan mudah jika ia jawab bahwa mereka takut hantu atau monster. Tetapi ini adalah Marvel, apa yang membuatnya tidak tenang selama ini.
“ heum, bisa jadi orang itu punya trauma atau ia masih sangat takut akan gelap. Tetapi jika ia ingin merasakan tidur dengan cahaya yang minim, maka ia perlu belajar melawan ras itu. Atau kasih tau aku aja, biar aku yang nemenin dia tidur agar ia merasa aman”. Jawab Siska sedikit menyombongkan dirinya.
“ cih, kecoak aja kamu takut, malah mau nemenin ngilangin rasa takut orang lain”. Balas Marvel mengledek Siska.
“ itu beda, aku kan gak pengen bisa pegang cicak, sedangkan orang itu ingin tidur disuasana yang ia takut itu kan?”. Jawan Siska ketus karena Marvel malah mengatainya.
“ sekarang coba kamu tes apa yang aku saranin, aku yakin kamu bisa bilang ke orang itu bagaimana dia bisa tidur seperti yang diinginkannya”. Saran Siska ingin membantu Marvel agar bisa merasakan tidur yang nyaman.
“ kenapa jadi aku?”. Tanya Marvel tak ingin Siska tau bagaimana keadaan dirinya jika ia tidur dalam suasana gelap.
“ kan aku udah bilang, biar kamu bisa sampein ke dia jika trik aku berhasil, udah cepet ikutin apa yang aku perintahkan”. Seru Siska tak inginpenolakan dari Marvel.
“ nah habis itu kamu tidur dengan posisi ternyaman kamu, dan pelan – pelan tutup mata kamu, sedangkan tangan kamu ulurkan untuk mematikan lampu tidur kamu”. Siska pun ikut mempraktikkan apa yang dikatakan pada Marvel agar Marvel merasa tidak ketakutan karena sendiri.
“ nah sekarang coba kamu baca doa dalam hati kamu, dan pelan – pelan atur nafas kamu serileks mungkin, dan tanpa terasa rasa kantuk itu datang menghampiri kamu”. Siska tersenyum saat dapat mendengar deruan nafas Marvel di ponselnya, dan itu artinya Marvel melakukan perintahnya.
Siska pun masih berbicara di ponsel agar Marvel terasa ditemani, sekitar 30 menit kemudian Siska dapat mendengar deruan Marvel yang semakin teratur yang menandakan jika Marvel akhirnya dapat tidur dengan nyaman disuasana yang selama ini takuti namun ia inginkan.
Siska melampirkan senyumnya kemudian mengucapkan selamat tidur dan mematikan panggilan mereka. Ia pun menarik nafas kasar saat merasakan apa yang dirasakan Marvel selama ini jika tidur dalam keadaan cahaya yang sangat terang. Ia bertekad akan membuat Marvel dapat tidur nyaman kedepannya.
Tak terasa sinar matahari menembus tirai dan membuat Marvel terbangun, ia tersenyum cerah saat menyadari jka semalam ia berhasil tidur dalam keadaan redup. Marvel tak menyangka jika Siska seperti obat atau sosok yang dikirimkan untuknya agar ia bahagia.
Setelah berpakaian rapi untuk ke sekolah, Marvel menyadari ada yang bebeda dengan suasana rumahnya. Ia dapat mencium bau yang sangat menggoda indra penciumannya, itu adalah wangi omlet masakan sang mama yang tak lain adalah makanan kesukaannya.
“ hai sayang, heum makin tampan aja anak mama tiap hari”. Tukas Buk Dila saat melihat anaknya menghampiri meja makan.
“ udah dari dulu kali ma, mama aja yang gak sadar”. Jawab Marvel namun seketika ia merasa bersalah dan memperhatikan wajah mamanya.
“ eh ma”.
“ udah gak apa, itu emang kesalahan mama yang ikut ngehindar dari kamu terus, jadi sekarang mama mau ngegantiin waktu yang udah mama siasain dulu dengan sekarang, boleh kan?”. Pinta Buk Dila pada Marvel.
Marvel pun hanya bisa memeluk mamanya, ia paham pasti begitu berat yang dirasakan mamanya dulu. Ia pun tak ingin kesempatan mereka saat ini akan hilang lagi, segala cara akan ia lakukan agar mamanya terlepas dari penderitaan yang diberikan sang papa.
“ aku mau mama bercerai, dan kita bisa menuntut dia, aku punya bukti jika dia telah selingkuh dari mama, dan secara otomatis maslah ini akan berjalan begitu cepat tanpa harus mediasi lagi”. Ungkap Marvel pada mamanya.
“ kamu, kamu tau darimana sayang?”. Buk Dila kaget putranya kini mengetahui semuanya yang bahkan selama ini ia coba pendam sendiri.
“ aku tau semuanya ma, aku bukan Marvel yang manja dan cengeng, aku adalah Marvel yang sudah dapat berjalan dengan baik setelah banyak hal yang aku pelajari dari ini”. Walaupun separah apapun kehidupan yang kita jalani, itu semua ada pelajarannya, itulah yang Marvel rasakan kini.
Jangan lupa like, vote and giftnya,
Mohon Share dan promosiin juga ya
Terimakasih