
“ awas aja ya kalo kamu gitu lagi, aku gak akan mau ketemu sama kamu”. Ancam Siska seraya membuang muka dari Marvel.
“ eh, iya - iya gak akan diulangin, [kalo gak khilaf]”. Sambung Marvel dalam hatinya.
“ lagian kamu ngapain ajak aku untuk ketemu”. Ujar Siska masih dengan nada ketus.
“ bentar, aku mau kasih sesuatu untuk kamu”. Marvel baru teringat alasan ia mengajak Siska untuk bertemu.
“ ini apa?”. Tanya Siska bingung saat mendapati buku harian dari Marvel.
“ ya buku lah, masak kamu gak tau”. Sahut Marvel malah dicubit Siska.
“ iya aku tau ini buku, tapi maksudnya apa?”. Kesal Siska ditertawai oleh Marvel.
“ buku ini itu sebagai tempat kamu cerita tentang kisah kita, aku juga punya”. Tunjuk Marvel jika kedua buku itu adalah buku couple harian.
“ aku mau kita tulis kisah kita disini dan setiap sebulan sekali kita saling tukar, biar aku tau apa yang kamu pendam tentang aku atau sebaliknya”. Terang Marvel menjelaskan maksud tujuannya memberi buku itu.
Siska tersenyum mendengar penuturan Marvel, bagaimana bisa cowok yang dingin seperti dua kulkas itu kini berubah menjadi sangat romantis menurutnya. Siska pun mengeluarkan pena dan menulis dihalaman pertama DEAR MARVEL.
Marvel tersenyum melihat Siska antusias dengan rencana nya untuk saling memahami selama berpacaran, ia pun mengikuti langkah Siska dan menulis dibukunya DEAR SISKA. keduanya pun saling melempar senyum saat melihat goresan pertama diawal buku kisah mereka.
“ eum Vel, aku boleh tanya sesuatu?”. Tanya Siska ragu melampirkan senyum karena malu.
“ boleh, mau tanya apa?”. Marvel langsung mengubah posisi duduknya dan menatap instens Siska disampingnya.
“ awal kamu suka sama aku kapan?”. Siska langsung menundukkan wajahnya karena malu setelah melontarkan pertanyaaan yang sedikit tergelitik dihatinya.
“ eum kapan ya”. Jawab Marvel memikirkan kapan ia merasa jatuh cinta sama Siska.
“ ya udah deh gak usah dijawab”. Siska sedikit kesal mendengar jawaban Marvel.
“ yah ngambek, jadi gini, aku itu gak tau kapan persisnya awal aku suka sama kamu, tapi kayaknya pas hari pertama masuk kelas deh”. Jelas Marvel.
“ ambigu banget jawabannya”. Siska masih tak menerima jawaban Marvel.
“ cil aku serius, baru pertama rasanya aku tertarik jahilin kamu, biasanya aku pasti jengah banget hadapin cewek, tapi kamu beda, dan entah kenapa ada rasa ingin meladeni kebawelan kamu waktu itu”. Jujur Marvel karena terasa tertarik saat melihat Siska memarahinya.
Siska sedikit menyunggingkan senyum kecil namun buru – buru ia bersikap tenang agar tak terlihat oleh Marvel. dan ia hanya mengangguki kepalanya saja membalas penuturan Marvel.
“ kalo kamu?”. Kini giliran Marvel yang ingin mengetahui kapan gadis itu mulai menyukainya.
“ heuh, kok kamu balik tanya aku?”. Siska merasa gugup saat pertanyaan itu malah terlontar balik untuk dirinya.
“ ya aku juga ingin tau, gak ada salahnya kan?”. Marvel semakin menatap instens Siska menunggu jawaban darinya.
“ eum, pas aku kerumah kamu mungkin atau saat jumpa sama mama kamu”. Pikir Siska entah itu benar atau bukan awal ia merasa suka sama Marvel.
“ cih, kamu suka harta sama mama aku rupanya”. Sinis Marvel melirik Siska sekilas namun terenyum dihatinya karena menjahili Siska.
“ ya sama, waktu itu aku juga belum sadar kalo aku suka sama kamu, karena ini pertama bagi aku”. Jawab Marvel tak ingin ada kesalahpahaman dalam hubungannya yang baru berjalan 2 hari.
Siska hanya menatap diam menelusuri kejujuran yang disampaikan Marvel kepadanya dan tak ada letak kebohongan yang terukir disana. Siska kembali tersenyum, mrngingat ini juga hal pertama baginya untuk jatuh cinta.
“ eum aku juga mau tanya satu lagi sama kamu, apa yang kamu rasain setelah pacaran dengan sebelum pacaran sama aku?”. Bagi Siska bukankah sebuah hubungan dibangun atas saling percaya dan terbuka, jadi ia ingin tau semuanya dan dimuali dari hal kecil.
“ eum, kalo gak ketemu kamu aku jadi kangen dan mikirin kamu terus mungkin”. Tukas Marvel melampirkan senyum jahilnya lagi.
“ kok mungkin sih, Marvel aku ini tanya nya serius”. Siska mendecih kesal saat Marvel tak serius menanggapi dirinya.
“ iya – iya, gak bisa diajak becanda sedikit sih kamu, padahal tadi aku udah jujur tau”. Lagi – lagi Marvel menatap Siska seraya bersenyum yang dibalas tatapan tajam Siska.
“ ih yang real maksud aku, yang bentuknya nyata gitu loh”. Sengit Siska menjelaskan maksud pertanyaannya.
“ heum bercermin kayaknya”. Sontak jawaban Marvel kembali membuat Siska bingung.
“ jadi sekarang itu aku suka benget nata diri aku kalo ada cermin atau pintu kaca, kira – kira Siska suka gak ya sama aku”. Jujur Marvel dimana kini ia sering menata dirinya berbeda dengan dulu yang memilih asal outfitnya dan tak menata dirinya.
“ sama”. Sahut Siska membuat keduanya kembali saling melempar senyum.
Siska juga merasakan hal yang sama apa yang dirasakan Marvel, kini bahkan ia sering dikatai genit oleh Maya dan Adel saat menampikkan dirinya didepan cermin. Ia tak menyangka jika jatuh cinta begini rasanya.
Apalagi katanya dalam menjalin hubungan kita bahkan tak bisa marah saat salah satunya melakukan kesalahan, hanya kecewa yang bisa kita rasakan. Dan dalam hubungan tak pernah luput dari pertengakaran baik itu besar ataupun kecil.
Hal itu semua tergantung dari kita menyikapi sebuah hubungan, apakah kita akan menyerah atau tetap bertahan. Siska akan mencoba mengahadapi segala permasalah rumit yang akan menimpa mereka, karena tak mungkin jika sebuah hubungan akan berjalan mulus begitu saja.
“ gak nyangka aku jatuh cinta sama bocil yang bawel, sukanya marah – marah, sama…”. Ucapan Marvel terpotong oleh Siska yang kembali kesal karena guyonan Marvel.
“ sama apa, cerewet, jutek, iya emang kenapa?, nyesel?”. Ketus Siska yang tau jika itu hanya candaan Marvel.
“ ya salah ngomong lagi, kalo kamu yang bersikap seperti itu ya gak nyesel lah, soalnya bawelnya bikin kamu cantik”. Goda Marvel padahal emang jujur.
“ gombal banget jadi orang, ya walaupun emang iya aku cantik”. Jawab Siska malah memuji dirinya sendiri.
“ ck narsis banget sih ni bocil”. Ujar Marvel kembali memberi cubitan dipipi Siska.
Keduanya kini saling berkejaran ditaman dan tertawa bahagia. Namun tak disangka ada netra yang menelisik mereka dan menatap tak suka akan kebersamaan keduanya.
“ kak Marvel kamu harus bertanggung jawab atas semuanya”. Ujarnya dan memilih berlalu meninggalkan taman tersebut.
Jangan lupa jaga kesehatan dimusim ini ya ges,
Jangan lupa like, vote and giftnya,
terimakasih