Marvel

Marvel
Bab 51 : Kecelakaan



Kini sudah menjadi rutinitas rutin bagi Siska dan Marvel seketika pulang sekolah keduanya menghabiskan waktu bersama. Seperti hari ini keduanya memilih menghabiskan waktu di salah satu mall dikota itu, tak lupa keduanya memakai masker dan topi agar tak ada yang mengenali mereka.


Setelah menghabiskan waktu menononton film dan bermain Ice skating bersama, kini keduanya sedang beristirahat mengisi perutnya. Disaat yang bersamaan Marvel melihat ayahnya yaitu pak Rama sedang berjalan dengan seorang wanita menenteng banyak belanjaan ditangannya, mereka bercengkaram bahagia dan wanita itu merangkul lengan papanya.


Melihat hal itu Marvel dengan penuh emosi menghampiri dan menghadang mereka, pak Rama dan wanita itu awalnya tak mengubris kehadiran pemuda itu dan bersikap acuh padanya. Marvel sangat kecewa karena papanya tak mengenal dirinya, ia pun segera membuka masker dan topinya dan membantingnya didepan mereka.


Pak Rama begitu kaget bahwa yang ada didepannya saat ini adalah putranya, ia pun segera melepas rangkulan kekasihnya dan menatap netra putranya yang menampakkan begitu membenci dirinya.


Marvel dengan sekuat tenaga menahan lelehan air matanya dan berlalu begitu saja meninggalkan mereka. Yang ia tau ia begitu malu terlahir dari seorang ayah sepertinya, apa beliau tak pernah memikirkan perasaannya apalagi ibunya.


Siska yang seakan tau situasi apa yang dihadapi Marvel saat ini pun segera menyusul Marvel yang sedang dipenuhi rasa amarah. Pak Rama hanya dapat menghela nafas kasar melihat punggung putranya tanpa berniat mengejarnya.


Hanya tempat yang sunyi yang kini bisa ia datangi untuk menumpahkan semua guratan dihatinya dengan bebas tanpa ada yang tau tentang penderitaannya. Marvel keluar dari mall sendirian bahkan tak mempedulikan Siska yang sedari tadi memanggil namanya.


Marvel keluar dari area mall dan melajukan motornya dengan kecepatan penuh, melihat hal itu Siska semakin panik dan langsung menstop taksi yang baru saja menurunkan penumpang dan memintanya segera untuk mengikuti Marvel.


“ pak tolong ikuti motor hitam itu ya”. Cetus Siska pada pak supir.


“ loh neng kan, neng yang waktu itu..”. Ucap pak supir yang waktu itu bocor ban saat mengantar Siska.


“ eh bapak, pak tolong cepat ya”. Siska tak ingin lebih berlanjut sapa takutnya ia kehilangan jejak Marvel.


Pak supir yang mengerti pun segera menarik pedal gasnya mengejar Marvel, beruntung area jalanan nampak sepi sehingga memudahkan Siska untuk melihat bayangan laju Marvel walaupun telah tertinggal jauh.


Ditengah laju motornya Marvel tak mampu membendung air matanya, ia hanya mampu menangis dalam diam dibalik helmnya. Saat itu ia hanya butuh sandaran dan itu adalah Siska, ia pun segera menghentikan motornya dengan mengrem mendadak karena teringat telah meninggalkan siska di mall dan membuatnya oleng dan menabrak tepi jalanan.


Seketika jalanan pun menjadi macet akibat kerumunan orang dan para pengemudi yang menyumpahi serapah pada Marvel karena berhenti mendadak dan hampir membuat tabrakan beruntun.


“ woi makanya bawa motor itu yang benar, untung kita gak ikut jadi korban karena kamu”. Tukas seorang pria berumur 30 an dari dalam mobilnya.


Sedangkan para pengendara lain ada juga yang membantu Marvel. Dari dalam taksi Siska memilih turun dan menaiki ojek atau taksi lain pikirnya agar tidak terjebak macet. Namun saat sedang berlari memecah kerumunan Siska pun dikagetkan bahwa yang kecelakaan adalah Marvel.


“ ya ampun Vel, maaf pak ini teman saya”. Ujar Siska agar diberi jalan untuk mendekati Marvel.


“ mau dibawa kerumah sakit atau gimana dek?”. Tanya seorang bapak pada Marvel.


“ gak usah pak, terimakasih”. Marvel pun berdiri ikut dibantu oleh Siska.


“ motor kamu titip daerah sekitar ini aja ya, kita pulang pake taksi”. Saran Siska melihat luka dilengan Marvel dan kakinya sedikit susah bergerak ketika berdiri.


Marvel pun menyetujui saran Siska dan meminta izin untuk menitipkan motornya yang akan diambil oleh orang suruhannya nanti. Didalam taksi Siska malah memaksa sang supir untuk mengantar mereka ke rumah sakit walaupun Marvel menolaknya.


“ aku gak apa cil, tangan aku masih bisa gerak kok”. Marvel menahan nyeri saat menggerakkan tangannya namun ekpresinya dapat dibaca Siska.


“ dengerin aku atau kamu gak usah ketemu aku lagi”. Ancam Siska agar Marvel mau mendengarkannya.


Marvel pun hanya bisa menurut saja apa yang dikatakan Siska, ia malah termenung merasa tak enak hati karena telah meninggalkan pacarnya di mall sendiri. Ia pun merasa malu karena Siska harus melihat pertemuannya dengan sang Ayah dalam kondisi tak baik.


“ gak kok cil, maaf ya aku udah ninggalin kamu tadi”. Ujar Marvel menatap tak enak hati pacarnya itu.


“ udah gak usah pikirin, aku paham kok”. Siska tak kesal Marvel meninggalkannnya tadi, ia malah sangat mencemaskan Marvel yang pergi dalam keadaan emosi.


“ aku boleh tidur dibahu kamu sebentar gak?”. Pinta Marvel pada Siska karena ia tempat ternyamannya saat ini.


Siska mengiyakan permintaan Marvel, bahkan ia mengusap lembut kepala Marvel agar menjadi tenang. Ia paham betul bagaimana rasanya menjadi Marvel, dikarenakan dari dulu ia selalu menemani Mike yang masih kecil menangis karena perceraiian kedua orang tuanya.


Sesampainya mereka dirumah Sakit, Siska langsung mendaftarkan Marvel agar segera ditangani. Setelah pemeriksaan dokter yang mengatakan bahwa tak ada luka serius pada Marvel dan akan segera sembuh, namun harus tetap banyak istirahat untuk tidak banyak bergerak karena akan membuat lukanya terbuka kembali.


Setelah kepergian dokter Siska menatap Marvel dengan tatapannya menisyaratkan jika Marvel harus mematuhi ajuran dokter. Marvel menghela nafas dan mengangguk iya mengerti akan apa yang harus ia jaga saat kondisinya saat ini.


“ bisa diamukin macan betina cantik ni kalo gue langgar”. Gerutu marvel dalam hatinya dan melampirkan senyum pasrah pada Siska.


“ cil”. Panggil Marvel membuat Siska langsung bersiap akan permintaan Marvel yang bisa dibantunya.


“ apa hal yang paling kamu sesali selama hidup kamu?”. Tanya Marvel dengan tatapan sendunya.


Siska segera mendudukkan dirinya dikursi samping bangkar Marvel, ia tahu marvel ingin mengeluarkan keluh kesahnya melalui dirinya. Siska pun segera memikirkan hal apa yang ia sesali selama ini.


“ hum ketemu sama kamu mungkin”. Tukas Siska membuat Marvel mengernyit bingung.


“ ketemu aku?”. Marvel merasa gusar mendengar pernyataan Siska.


“ ia ketemu kamu, kenapa aku gak ketemu kamu sedari dulu”. Ungkap Siska membuat Marvel menghela nafas lega.


“ cil aku serius”. Marvel masih ingin mengetahui apa hal yang terberat Siska rasakan sampai ia harus menyesalinya.


“ hal yang paling aku sesali adalah bermain petak umpet sama kak Mike waktu kita masih kecil, dan gara – gara itu kak Mike jadi tau pertengkaran orang tuanya dan memilih bercerai, dan seperti yang kamu tau kondisi kak Mike yang sekarang ini”. Jujur Siska mengingat masa kecilnya dulu.


“ dan jika waktu bisa diputar ulang, apa kamu mau merubah keadaan itu”. Tanya Marvel lagi membuat Siska tersenyum getir tak tau apa yang akan ia lakukan jika itu terjadi.


“ kamu aja gak bisa jawab apalagi aku, kamu gak mau tanya balik pertanyaan itu untuk aku?”. Marvel juga mersakan hal yang sama.


“ aku akan tanya jika kamu gak keberatan”. Siska tak ingin Marvel mengunkapkan permasalahannya jika ia tak nyaman.


Jangan lupa jaga kesehatan dimusim ini ya ges,


Jangan lupa like, vote and giftnya,


Mohon Share dan promosiin juga ya


Terimakasih