Marvel

Marvel
CHAPTER 8



Nanya lagi dong


Gimana pendapat kalian ttng cerita ini?


Diterima kritik dan sarannya silahkan


happy reading


⚠️ ! warning typo ! ⚠️


.


.


.


.Ketika Marvel dan gengnya kembali ke markas mereka dan berbagi cerita tentang misi mereka, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang muncul di pintu masuk markas. Marvel langsung terkejut dan bingung saat melihat wajah yang akrab itu - itu adalah papanya.


"Marvel, sudah waktunya kamu pulang. Kami sangat khawatir tentangmu."


"Papa? Apa yang kamu lakukan di sini? Aku baik-baik saja, aku punya tugas penting bersama gengku."


"Kamu harus pulang, Marvel. Kami khawatirkan keselamatanmu."


"Apakah ini ayahmu, Marvel?"


"Iya, teman-teman, dia adalah ayahku."


Papa Marvel berusaha meyakinkan Marvel untuk pulang bersamanya, tetapi Marvel merasa sulit untuk meninggalkan gengnya dan tugas-tugas mereka yang belum selesai.


"Marvel, kamu adalah anakku. Kamu tidak boleh mengorbankan dirimu seperti ini."


"Tapi, Papa, gengku adalah keluargaku juga. Mereka selalu ada untukku."


"Marvel, kamu harus mendengarkan ayahmu. Keluargamu khawatir tentangmu."


"Kami akan selalu ada untukmu, Marvel. Tapi kamu juga harus peduli pada keluargamu."


Mereka semua berada dalam situasi yang sulit. Marvel mencintai gengnya seperti keluarganya sendiri, tetapi dia juga merasa tanggung jawab pada keluarganya. Ini adalah konflik yang membuatnya bingung.


"Aku ingin kamu pulang bersamaku, Marvel. Kami bisa menyelesaikan masalah ini bersama."


"Papa, aku akan pulang, tapi aku akan kembali ke gengku setelah aku menyelesaikan apa yang harus aku lakukan."


"Itu adalah kompromi yang baik, Marvel. Kami selalu ingin yang terbaik untukmu."


Mereka akhirnya mencapai kesepakatan untuk sementara waktu. Marvel akan pulang bersama ayahnya, tetapi dia akan kembali ke gengnya setelah menyelesaikan tugas-tugasnya. Ini adalah pengorbanan yang sulit bagi Marvel, tetapi dia merasa itu adalah langkah yang tepat dalam mengatasi konflik antara tanggung jawab kepada keluarganya dan persahabatannya dengan gengnya.


Saat ayah Marvel pulang dengan perasaan putus asa dan amarah yang besar, suasana di luar markas menjadi tegang. Semua orang di dalam markas, termasuk Marvel dan gengnya, merasa khawatir dan cemas tentang apa yang akan terjadi selanjutnyA.


"Ini adalah situasi yang sangat sulit. Ayah Marvel benar-benar marah."


"Saya harap ini tidak berakhir dengan pertikaian besar antara mereka."


Di luar markas, ayah Marvel sangat marah dan frustrasi. Dia membanting pintu mobilnya dengan keras, mengeluarkan suara keras yang menggelegar. Kemudian, dengan amarah, dia pergi meninggalkan markas Marvel, meninggalkan semua orang di dalam dalam kebingungan.


Marvel merasa putus asa karena situasi ini. Dia mencoba menjelaskan kepada gengnya tentang betapa sulitnya posisinya di antara keluarganya dan gengnya.


"Saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Ayah saya sangat marah dan kecewa padaku."


"Kamu harus berbicara dengannya, Marvel. Mungkin kamu bisa menjelaskan situasimu dengan lebih baik."


"Kami akan selalu ada untukmu, tetapi keluargamu juga penting."


"Semoga situasi ini bisa diselesaikan dengan baik. Kami mendukungmu, Marvel."


Mereka semua merasa bingung dan khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kepala Marvel penuh dengan pikiran dan perasaan campur aduk. Dia tahu dia harus menemukan jalan keluar dari konflik ini, tetapi saat ini semuanya terasa sangat rumit dan sulit.


Setelah melihat ayahnya meninggalkan markas dalam keadaan marah, Marvel merasa berat hati.


Dia tahu bahwa situasinya sangat rumit, tetapi dia juga merasa bahwa dia telah membuat keputusan yang benar dengan berjanji akan pulang setelah semuanya selesai. Kemudian, dia kembali ke dalam markas dan berbincang santai dengan teman-temannya untuk mencoba meredakan pikirannya yang kacau.


"Marvel, kita tahu bahwa situasimu sulit. Tapi kamu telah membuat keputusan yang baik dengan berjanji akan pulang setelah semuanya selesai."


"Terima kasih, teman-teman. Aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja."


"Kamu selalu ada untuk kami, dan kami juga akan selalu ada untukmu."


"Sekarang, mari kita berbicara tentang hal lain untuk mengalihkan pikiranmu dari masalah ini."


Mereka semua berusaha menciptakan suasana yang santai dan positif. Mereka bercerita tentang pengalaman mereka selama misi mereka dan tertawa bersama tentang momen-momen lucu yang terjadi di tengah pertempuran sengit. Ini adalah cara mereka merayakan kemenangan mereka dan mengingatkan satu sama lain bahwa mereka adalah keluarga yang selalu bersatu dalam kebaikan dan kesulitan.


"Kalian semua adalah sahabat terbaik yang bisa saya miliki. Saya sangat bersyukur memiliki kalian di sisi saya."


"Kami juga bersyukur memiliki kamu sebagai pemimpin, Marvel. Kami saling mendukung."


"Dan kami akan terus bersama dalam setiap perjalanan, baik yang sulit maupun yang menyenangkan."


"Kita akan selalu berjuang bersama dan merayakan setiap kemenangan."


Mereka semua merasa bahwa persahabatan mereka adalah hal yang paling berharga dalam hidup mereka. Dalam saat-saat sulit seperti ini, mereka tahu bahwa mereka dapat mengandalkan satu sama lain untuk mendukung dan menguatkan satu sama lain. Itulah yang membuat mereka menjadi geng yang kuat dan tak terpisahkan.


TBC


jangan lupa


- vote


- komen sebanyak nya