Married Without Love

Married Without Love
09. Nay yang Teledor



**


Semenjak Briella tamat SMP mereka sudah tidak perna bertemu lagi.


Briella pergi melanjutkan sekolahnya di negara Swiss karna sejak kecil Briella menyukai seni dan bercita cita jadi seorang pemain piano internasional, Briella sangat suka memainkan piano sehingga Briella memilih meninggalkan Kharel untuk mengejar cita cita nya.


***


Dikamar Nay


Nay masuk kamar mandi guna membersihkan diri gosok gigi, cuci muka serta mengganti piama. Setelah itu Nay merebahkan tubuhnya dikasur tak butuh waktu lama Nay pun terlelap dan masuk ke alam mimpi, karna seharian tenaga dan pikirannya sudah banyak terkuras.


****


Diruang Kerja


Sudah cukup lama Kharel termenung sambil memandang gelang yang ada didalam kotak coklat, waktu sudah menunjukka jam 22:05 Wib.


Kharel menutup kembali kotak gelang miliknya dan menyimpannya kembali kedalam laci. Setelah itu Kharel keluar ruangan menuju kamarnya. Kamar Kharel tepat disebelah ruang kerja, kamar dan ruang kerja bersebelahan.


Setelah Kharel masuk kamar, Kharel pun langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri serta berganti pakaian memakai piama.


Setelah itu Kharel merebahkan diri dan mematikan lampu dan Kharel pun terlelap.


****


Malam pun sudah berlalu waktu menunjukka 05:15 Wib, Nay bangun duduk sekitar 2 menit guna mengumpulkan nyawa setelah itu Nay merapikan tempat tidurnya dan berlalu masuk ke kamar mandi cuci muka dan gosok gigi.


Setelah itu Nay keluar masih dengan memakai piama dan menggulung rambutnya menggunakan jepitan jedainya, Nay keluar menuju dapur untuk membantu para pelayan membuat sarapan pagi.


Kharel keluar kamar sudah berpakain rapi karna memang Kharel selalu keluar kamar sekitar jam 06 lewat dikit kecuali di hari weekend.


Biasanya juga Kharel langsung berangkat jarang sarapan dirumah meskipun selalu bik Rosinta sediain, tetapi entah kenapa Kharel jarang sarapan dirumah, dan sering sarapan diluar dengan Sam.


**Mungkin karna enggak perna ada yang menemani sarapan**


Ketika hendak menuju depan, Kharel mendengar suara Nay dan bik Rosinta yang sedang berbincang dengan Nay di dapur, seketika Kharel berbalik dan berjalan menuju dapur dan melihat dimeja sudah tersedia sarapan.


Bik, tolong sini in garemnya, 'ucap Nay. Bibik pun mengambil garam dan memberikannya, Nay pun menaburkan garam ke sop yang dia masak tanpa mereka ketahui Kharel memperhatikan mereka, lebih tepatnya memperhatikan Nay yang sedang sibuk memasak.


Cantik dan begitu polos apa adanya, 'Batin Kharel sambil tersenyum


Kharel mengagumi cara masak Nay sudah seperti sheff.


Setelah dirasa sop sudah matang, Nay pun memindahkannya ke mangkok, Nay menggangkat sop dan berbalik hendak membawa sop tadi kemeja makan.


Tetapi Nay terkejut melihat Kharel yang berdiri didekat pintu dapur sehingga membuat sop tersebut tertumpat sedikit mengenai tangan Nay, Nay pun tersadar tangannya terkena air sop yang masih panas. Nay meringis kesakitan, Kharel yang melihat air sop mengenai tangan Nay reflek Kharel mengambil alih mangkok sop dan meletakkannya kembali didekat kompor.


Kamu teledor banget sih, ucap Kharel


Sambil menarik tangan Nay kearah kran air washtafel dan menyalakan krannya guna meredakan rasa sakit Nay.


Maaf Tuan, tadi Nay kaget, 'jawab Nay.


Ayok, biar aku aja yang bawa ke meja makan, 'ucap Kharel


Setelah itu Kharel mengambil mangkok sop dan membawanya ke meja makan, diikuti Nay.


Duduk dan tunggu disini biar aku ambil dulu salep biar enggak melepuh itu tangan mu, ucap Kharel.


Nay hanya menggelengkan kepala.


Setelah Kharel mendapatkan salepnya, Kharel menarik kursi dekat Nay dan menarik tangan Nay meletakkan diatas meja guna mengoleskan salep ke tangan Nay.


**Perhatian juga pria ini, meskipun serem bagaikan monster ternyata dia memiliki sisi kelembutan yang tersembunyi** 'batin Nay sambil memandangi Kharel yang sibuk mengobati tangannya.


Uda selesai, lain kali lebih hati hati jangan ceroboh gini, gimana tadi sop nya tumpah bukan ke tangan mu saja, bisa bisa masuk UGD kamu. 'ucap Kharel datar.


Iya Tuan lain kali Nay akan lebih hati hati, 'jawab Nay.


Hmmm


Ayok sarapan ajak Kharel.


Mereka pun menyelesaikan sarapan dengan hening.


Kharel sudah selesai sarapan dan hendak berdiri.


Nay tiba tiba mengeluarkan suara.


Tuan, trimakasih sudah mengobati tangan saya 'ucap Nay.


Hmmm


'jawab Kharel datar sambil berjalan ke arah luar rumah.


**


Hmmm doang, cuek amat sih ni cowok tapi enggak apa apa dia sudah menolongku, 'batin Nay


Kharel pun berangkat kerja dan Nay masih membersihkan meja. Setelah selesai membersihkan meja, Nay pergi kekamarnya membersihkan diri, karna jam 09:00 nanti Nay ada mata kuliah.


Waktu menunjukkan jam 08:00 Nay pun sudah rapi menggunakan jeans hitam, baju kemeja putih lengan panjang, sneaker putih, tas samping warna hitam dan rambut diurai lalu Nay keluar kamar berangkat kuliah.


Bersambung...