Married Without Love

Married Without Love
04. Cukup Sampai disini



****


Wahhh calon menantu mamah cantik banget sih, sorot mata kamu mirip banget dengan teman lama mamah. Teman zamannya skola Nama tengah Nay sama dengan teman mamah juga sambil memeluk Nay. Tapi udah ahh enggak mungkin juga, karna mamah sudah lama enggak ketemu teman mamah itu. 'ucap mama vita.


Nay dan Kharel tidak terlalu menanggapi ocehan mamah Vita, mereka berdua hanya memberikan senyum sebagai balasan ocehan mamah Vita tadi.


Ayok sarapan, 'ajak mamah Vita sambil bertanya apa Nay yang membuat sarapan ini semua?


Iya tante, 'jawab Nay


Jangan panggil tante, panggil saja Mamah. 'ucap mamah Vita sambil tersenyum.


Iya Mahh 'jawab Nay.


Ya ampun Kharel mamah enggak nyangka kamu memilih calon istri secantik ini dan pinter masak lagi. 'ucap mamah Vita tersenyum dan mengajak untuk sarapan.


hmmm 'jawab Kharel


**


Masakannya terlihat menarik seperti nya enak 'batin Kharel sambil menaruh masakan Nay ke piringnya. ketika mulai menyendokkan makanannya kemulut.


**


Wahh apa ini aslikk ini rasanya enak banget baru kali ini aku sarapan seenak ini apa.. apa dia menaruh sesuatu dimakananku ahh tapi tidak mungkin. 'batin Kharel.


Kharel sangat menikmati sarapannya begitu juga mamah Vita sangat menyanjung masakan Nay yang begitu pas di lidah. Nay pun tersenyum atas sanjungan mamah Vita yang membuat wajah Nay memerah dan merasa bangga atas masakannya.


Kharel hanya tersenyum dan ketika Nay menoleh arah Kharel, Kharel langsung tersadar dan langsung memasang muka acuh dan datar. padahal dalam hatinya berbeda. hihihi


Ketika Nay menoleh arah Kharel sebenarnya Nay berharap Kharel berkomentar tentang masakannya tapi yang didapatkan hanya tatapan cuek.


**


Hmmm ngapain juga aku kepo tentang pendapatnya muka tegang gitu eggak ada senyum senyumnya sungguh menyeramkan sebelas dua belas dengan monster. Apa dia jombi hahahaah mungkin saja kembaran jombi haaahah. 'batin Nay.


****


Sesi sarapan pun selesai,


Rel, bawa calon memantu mamah kerumah Utama papah mu dan Oma pasti sangat senang, mamah tunggu secepatnya 'ucap mamah Vita sambil memasuki mobil, sang sopir mamah Vita pun melajukan mobilnya keluar pagar rumah Kharel menuju rumah Utama.


Sebelum Kharel berangkat kerja, Kharel mengajak Nay bicara di ruang kerjanya Nay mengikuti dari belakang sesampainya diruang kerja Kharel, Kharel duduk dikursi kerjanya diikuti Nay duduk dihadapan Kharel jarak mereka dihalangi meja kerja Kharel. setelah Nay duduk Kharel pun angkat bicara, tadi namamu siapa? 'tanya Kharel.


Namaku Kinayia Almsira Sebastian, Tuan.


Kharel mengangguk dan kembali memperkenalkan diri nama ku Kharel Putra Mayer, 'ucap Kharel


Oke langsung ke intinya saja, aku tidak mau tau kamu harus siap ku nikahi dan aku enggak mau ada penolakan. 'ucap Kharel tegas


Ta, tapii...


Kamu tadi enggak lihat betapa bahagia nya mamah dan aku juga malas menghadapi wanita wanita yang dikenalkan mamah aku bosan, muak, jadi ini adalah cara paling benar untuk menghentikan mamah dan aku ga mau kamu membantah kamu harus mau, kita akan menikah. 'ucap Kharel


Apa tidak ada cara lain? aku masih kuliah semester 4 dan umurku masih 20 tahun masih muda bagaimana bisa menikah lagi pula aku mau minikah dengan orang yang mencintaiku, 'ucap Nay.


Apa hebatnya itu Cinta aku tidak percaya cinta pokoknya kita harus menikah atau kamu lunasi sekarang hutangmu, apa kamu lupa kamu telah membuat perusahaan ku rugi besar dan apa kamu mau aku pecat sebagai karyawan di hotel? ancam Kharel.


Nay bingung pikirannya kalut, tolong berikan ku waktu untuk berpikir tuan, 'pinta Nay.


Kharel pun menatap Nay dengan tajam, oke aku beri waktu sampai nanti malam aku pulang kerja sudah harus ada jawaban, dan mulai saat ini kamu pindah kerumah ini 'ucap Kharel sambil berdiri dan pergi berlalu meningggalkan Nay untuk berangkat kerja.


Nay keluar dari ruang kerja Kharel dengan lesu, Nay dilanda kegalauan baru dikhianati Riel sudah ada saja masalah baru pikir Nay.


****


Waktu pun berlalu tiba waktunya Nay berangkat kekampus tepat pukul 10:00 Nay tiba dikampus dengan keadaan galau merana memikirkan nasibnya. Pas depan gerbang kampus seorang wanita membuyarkan pikiran Nay yang entah sudah berkelana kemana mana.


Nay tunggu sambil memegan tangan Nai, apa lu baik baik saja Nay? maafkan gua Nay, gu., gua...


Sebelum Santi selesai bicara, Nay menarik tangannya dari gemgaman Santi dan menghempaskan tangan Santi dan pergi meninggalkan Santi, Santi tidak menyerah dia tetap mengejar Nay, Nay dengarin penjelasanku dulu. 'ucap Santi.


Sudah cukup San enggak ada yang perlu dijelaskan gua tidak pedulu dengan hubungan kalian tolong jangan ganggu aku lagi, cukup sampai disini pertemannan kita. Ambil saja Riel gua tidak butuh teman dan kekasih penghianat seperti kalian. Jadi gua harap semua sampai disini. 'ucap Nay tegas.


Bersambung...