Married Without Love

Married Without Love
43. Mari Kita Berpisah



Kharel masuk kedalam melihat Nay terbaring membuat hati Kharel bagaikan diiris iris.


Kharel terus begumam minta maaf sambil mengecup kening Nay.


Nay siuman, dia hanya diam. Sama sekali tidak mau berbicara dengan Kharel


Sayang maafkan aku, aku tadi hilang kendali aku enggak suka melihat kamu bersama orang lain


Maafkan aku sayangg. 'ucap Kharel lembut.


tuk tuk tuk


Pintu terbuka dan Rey masuk.


Nay kamu sudah sadar, aku mohon maaf sudah membuat kacau gini. 'ucap Rey.


Nay tersenyum lembut


Harusnya aku yang minta maaf, dan trimakasih untuk pizzanya. Sekali lagi aku minta sudah membuat kamu repot, 'ucap Nay lembut.


Aku pamit pulang ya Nay, lekas sembuh Nay. 'ucap Rey, dan dibalas senyuman oleh Nay.


Sedangkan Kharel masih diam dan tampak sangat menahan emosi, karna Nay begitu rama kepada Rey.


Setelah Rey pergi, Nay kembali merebahkan tubuhnya karna setelah botol infus yang dia pake habis, Nay bisa pulang.


Emosi Kharel sangat mudah sekali memuncak, akhirnya Kharel tidak bisa menahan unek unek yang ada dihatinya Kharel begitu marah.


Ada hubungan apa kalian berdua, 'tanya Kharel.


Nay hanya diam tidak menjawab


Jawab, bisa bisa nya kamu menemui pria lain, apa kamu semurahan itu? 'ucap Kharel dengan nada tinggi, dia melupakan perkataan dokter barusan.


Nay kembali duduk diatas brangkarnya dan langsung menampar pipi Kharel.


Nay tidak terima dikatain murahan.


Plakkk


Apa kamu tidak salah bertanya?


Yang harusnya marah itu AKU, bisa bisanya kamu bermesraan ditempat umum?


Dan kamu sudah memukul Rey orang yang sudah menolong aku, kamu pikir kamu sudah lebih baik dari dia? Suami macam apa kamu? Kenapa hanya mendorongku, kenapa tidak sekalian kau bunuh aku hah? 'ucap Nay dengan berapi api.


Soal Briella kamu salah paham, itu tidak seperti yang kau lihat. 'jelas Kharel.


Sudahlah, cukup tau.


Enggak perlu dibahas lagi, sekarang semua terserah kamu mau lakuin apa saja.


Aku tidak mau tau lagi urusanmu, dan mulai saat ini berhenti memperdulikanku, perlakukan aku seperti pertama kali kita menikah. 'ucap Nay sambil melepaskan jarus infus yang terpasang ditanganya karna botol infus sudah habis.


kharel yang mendengar semua perkataan Nay


Reflek Kharel memeluk Nay yang hendak turun dari atas brangkarnya.


Nay meronta, tetapi Kharel mempererat pelukannya.


Sayang jangan seperti ini, aku enggak mau jauh darimu. Ku mohon, 'ucap Kharel sambil menitikkan air matanya yang terus memeluk Nay.


Nay melepas pelukan Kharel, Nay yang masih duduk di sisi brangkar dan Kharel yang masih berdiri di hadapannya masih terisak.


Sekarang kamu kembalilah bersama Briella, kalian memang sangat cocok dan kamu tidak perlu merasa Kasihan kepadaku dan anakku, jangan sampai kamu terbebani karna kami berdua, kamu berhak mendapatkan cintamu kembali.


Kamu tenang saja, aku dan anakku tidak akan menuntut apapun dari kamu, aku masih bisa mengerusnya kelak.


Mari kita berpisah! 'ucap Nay dengan tangis yang tertahan sangat berat mengatakan segalanya tetapi Nay merasa ini yang terbaik untuk mereka.


Enggak, aku enggak mau.


Aku tidak mencintai Briella, aku hanya mencintaimu.


Maaf kalo aku terlambat menyadarinya, aku sama sekali tidak mengiginkan hal lain. Aku hanya ingin kamu dan anak kita. 'ucap Kharel lembut yang masih menangis sesunggukan, kali pertama Kharel menangis didepan Nay.


Berikan aku waktu, 'balas Nay yang berusahan menghindari Kharel. Nay sebenarnya ibah, tapi rasa sakit hatinya menguatkan dirinya untuk tidak cepat luluh.


Aku ingin pulang kerumah, 'ucap Nay sambil turun dari brangkar.


Akhirnya Kharel hanya mengalah dan membawa Nay pulang.


Sepanjang jalan hanya ada kesunyian sama sekali tidak ada percakapan.


Sesampai dirumah, Kharel menuntun Nay dengan hati hati masuk kedalam kamar mereka.


Sejak kejadian itu, Nay lebih banyak diam dan cuek kepada Kharel.


Kharel begitu tersiksa dengan sikap Nay, Kharel begitu frustasi.


Setiap Kharel mendekati Nay, Nay menghindar.


Flashback.


Ketika Kharel dan Briella berada direstoran, Kharel mengungkapkan semuanya kepada Briella supaya Bri bisa mengerti.


Brii aku jujur memang aku mencintaimu, tetapi itu dulu.


Sekarang sudah berubah sekarang aku sangat mencintai istriku, aku tidak mau dia salah paham. Aku begitu sangat mencintainya dan juga calon anakku.


Aku harap kamu mengerti, aku yakin kamu akan mendaparkan pria yang lebih dari diriku. 'jelas Kharel.


Briella akhirnya meiklaskan Kharel.


Untunnya Briella bisa bersikap dewasa.


Briella hanya mengangguk dan menangis.


Maafkan aku, dan aku pamit pulang karna istriku sudah menunggu. 'ucap Kharel.


Kharel sebelum kita benar benar berpisah, bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya? 'pinta Briella, dan ternyata tanpa mereka duga. Nay melihat dan salah mengartikan.


****


Dua bulan sudah berlalu, usia Kandungan Nay sudah tiga bulan dan hubungan mereka berdua masih sama. Sekarang tembok yang dibangun Nay sudah cukup kokoh meskipun Kharel tidak perna menyerah.


Pagi ini mereka sama sama sibuk Kharel sudah berangkat kerja sedangkan Nay siap siap berangkat kerumah sakit untuk cek kandungannya dan setelah itu kekampus. Itu jadwal Nay hari ini, akhir akhir ini Nay sangat sibuk karna sedang menyusun skripsnya, sehingga membuat Nay pulang tidak tepat waktu.


Nay sudah rapi dan akan berangkat, dia masih tidak tau kalo dia disadap oleh suaminya.


Sehingga apapun yang dilakukan Nay, Kharel pasti mengetahuinya.


Seperti sebelum sebelumnya Nay yang sering mengidam dan menginginkan hal yang macam macam tetapi selalu ada tanpa ia minta, yang kadang membuat Nay binging bagaimana bisa kemauannya sudah ada tersedia dirumah.


Bersambung...