Married Without Love

Married Without Love
60. Sebuket Bunga



****


Lima hari sudah Kharel diluar negeri selama Kharel diluar Negeri tidak perna lupa untuk menghubungi Nay.


Pagi ini Kharel berencana akan pulang tanpa sepengetahuan Nay,


karna pekerjaannya telah selesai.


****


Sesampainya Kharel diibukota dijembut oleh sopir kantor.


Dirumah


Nay baru saja selesai membersihkan diri sedangkan Mitha sudah pulang kerumahnya sejak tadi pagi karna ada urusan keluarga.


Nay merasa malas makan malam, dia tidak bersemangat. Nay merasa kesepian karna sejak tadi Kharel tidak ada menghubunginya.


Akhirnya Kharel sampai dirumah.


Kharel masuk sambil membawa sebuket bunga mawar.


Lalu pelayan menyambut.


Tuan sudah pulang, 'Ucap Pelayan.


Istri saya mana bik? 'Tanya Kharel.


Ada dikamar tuan dan nona belum makan makan malam tuan. 'jawab Pelayan.


Hmmm yauda, bibik siapin aja dulu makan malam, nanti saya yang akan membawa Nay keluar.


Kharel berjalan menuju kamar mereka, membuka pintu perlahan.


Kharel Melihat Nay berbaring dan terdengar suara tangis.


Lalu Kharel meletakkan bunga yang ia bawa dimeja rias Nay.


Kharel mendekat, dan langsung memeluk Nay dari belakang.


Nay terkejut karna tiba tiba ada tangan melingkar diperutnya.


Sayanggg, kenapa menangis? Ada apa? 'tanya Kharel sambil mengecup kepala Nay.


Nay berbalik badan.


Mass.... 'pekik Nay tidak percaya.


Iya sayanggg, maafin mas ya tidak menghubungi kami sejak tadi pagi.


Hihi 'Ucap Kharel kembali memeluk Nay dan mengecup kening Nay.


Masss Nay kangennn, kenapa mas enggak bilang bilang kalo hari ini bakal pulang. 'tanya Nay cemberut.


Biar kamu terkejut aja sayanggg...


Mas juga kangen kamu sayangg, kangen anak kita. 'ucap Kharel mengelus perut Nay.


Hmmm yauda mas mandi dulu sana, biar Nay siapin pakaian mas


'ucap Nay.


Kharel beranjak kekamar mandi,.


Nay melihat ada sebuket bunga, Nay merasa bahagia dan tersentuh.


Kharel sudah selesai mandi dan berpakaian.


Kharel menghampiri Nag yang sedang memciumi harus bunga yang tadi Kharel bawa.


Sayanggg... Itu bunga untukmu dan anak kita.


Ucap Kharel dengan memeluk Nay melepas rindu.


Makasih sayang... 'jawab Nay.


Lalu Kharel mengambil sebuah kotak dari kopernya dan memberikannya kepada Nay.


Buka aja, 'jawab Kharel.


Nay membuka kotak tersebut dan melihat isinya adalah sebuah jam tangan mahal. Sangat bagus dan elegan.


Sayanggg, trimakasih, 'ucap Nay sambil mendaratkan ciuman dipipi Kharel dan berhambur memeluk Kharel.


Sama sama sayanggg, hmm kalo gitu ayok kita makan makan malam dulu. Tadi kata pelayan kamu belum ada makan malam. 'Ucap Kharel.


****


Tiga bulan kemudia, dimana kandungan Nay memasuki usia sembilan bulan.


Perut Nay begitu besar membuat Nay sudah bergerak.


Masss.... Lihat ini semua baju baju Nay sudah tidak muat.


Mass... Kok Nay makin jelek, gendut lagi. 'ucap Nay sedih yang sedang berdiri didepan cermin.


Sayanggg namanya juga lagi hamil wajar kan gendut, itu tandanya ada kita sehat didalam sayangg. Lagian mas tetap cinta makin cinta malah. Kamu jadi terlihat lebih seksi.


'ucap Kharel.


Seksi dari hongkok. 'jawab Nay. Membuat Kharel terkekeh yang berada disisi kamar tidur mereka.


Lalu Kharel mendekat ke arah Nay dan duduk di kursi cermin,.


Seperti kebiasaan Kharel tiada hari tanpa mengelus perut Nay karna babynya selalu merespon setiap Kharel menyentuh perut Nay.


Kharel mengelus lembut perut buncit Nay, sambil berulang kali menciuminya.


Semenjak 6 bulan usia kandungan Nay.


Kharel lebih banyak dirumah, bekerja dari rumah. Kharel benar benar suami siaga, apalagi saat ini mereka sedang menunggu kelahiran buah hatinya yang diperkirakan seminggu lagi.


Sedangkang mamah Vita, oma Renata dan papa Varel akan tiba sore ini tanah air.


****


Pagi ini


Kharel menemani Nay berjalan menyusuri taman komplek, orang orang yang melihat mereka merasa tersanjung melihat kesiagaan Kharel.


Tak lupa mereka yang mengagumi ketampanan Kharel khususnya bagi kaum wanita.


Sedangkan dirumah mamah Vita sedang menyiapkan sarapan.


Beberapa menit kemudian Kharel dan Nay pulang kerumah karna Nay sudah merenget lapar.


****


Mereka sekeluarga Sarapan bersama dengan suasana harmonis terdapat tawa dan canda yang mengisi sarapan mereka.


Setelah mereka selesai sarapan semua berkumpul di ruang Keluarga sedangkan Nay dan Kharel dikamar sedang membersihkan diri.


Setelah mereka selesai mandi, mreka menemui mama papa oma di ruang keluarga.


Mama Vita menyuruh pelayan membawakan dua koper besar yang mama bawa dari negara S.


Lalu membukanya, dan ternyata semua isi koper adalah keperluan bayi.


Astaga mah banyakkk bangettt....


Ini berlebihan mah, kemaren mas Kharel uda beli banyak perlengkapan bayi.


'ucap Nay.


Udah enggak apa apa sayanggg.... Ini belum seberapa.


'ucap Mama vita.


Heehe yauda makasih ya mah, tanpa mama bawa ini semua. Nay uda senang yang penting mama, papa, oma ada dirumah ini Nay uda merasa cukup. 'ucap Nay.


Bersambung...