Married Without Love

Married Without Love
41. Pizza



****


Sedangkan Nay dirumah begitu menantikan pesanannya yaitu pizza.


Tetapi sudah cukup lama, Kharel belum juga tiba. Padahal toko pizza tidak lah jauh dari rumah mereka.


Tanpa berpikir panjang Nay bergegas mengambil kunci mobilnya dengan masih menggunakan piamanya, Nay mengendarai mobilnya tanpa supir karna Nay sudah tidak sabar menunggu.


Nay melajukan mobilnya lumayan cepat padahal masih baru lulus mengendarai. Disebabkan sangat ingin makan pizza membuat Nay berani membawa mobil begitu laju.


Sesampainya Nay di toko pizza Nay dengan cepat memarkirkan mobilnya dan langsung berjalan memasuki toko kue.


Setelah itu Nay membeli pizza satu paket dan menentengnya berjalan ke arah mobil.


Ketika sudah tiba di parkiran Nay hendak membuka mobilnya tiba tiba pandanganya kearah mobil yang begitu ia kenal.


Ia melihat mobil Kharel terparkir tidak jauh dari mobilnya karna memang toko pizza dan restoran mm bersebelahan.


Lalu Nay pun menutup kembali pintu mobilnya dan berpikir untuk melihat ke dalam restoran.


Ketika Nay masuk kedalam restoran, Nay mencari sosok suaminya dan tiba tiba matanya terhenti ke arah suduh ruangan dan melihat Kharel yang berdiri sambil memeluk Briella.


Nay yang melihat adegan itu, tiba tiba box pizza yang ia tenteng replek terlepas dari tanganya yang membuat orang orang melihat ke arahnya termasuk Kharel dan Briella.


Nay mundur perlahan sambil menutup mulutnya dengan tanganya


Kharel yang sudah melihat Nay segera melepas pelukanya dan hendak menghampiri Nay.


Nay berbalik dan berlari dengan kencang, sampai dia tak sadar bahwa dia sedang mengandung, Nay menangis dan masuk kedalam mobilnya.


Dia yang melihat Kharel mengejarnya langsung menutup pintu mobilnya dan menekan tombol kunci.


Kharel mengetok ngetok pintu mobil.


Saayangg ayok buka, aku bisa jelasin semuanya. 'ucap Kharel panik.


Nay hanya menangis sesunggukan sambil membenamkan kepalanya diatas setir mobil, Kharel yang melihat hal itu begitu Khawatir.


Sayangg ayok buka pintu mobilnya sayangg, aku bisa jelasin semunya sayanggg... 'ucap Kharel dengan masih mengetuk ngetuk kaca pintu mobil dengan wajah yang begitu panik.


Nay menyalakan mobilnya hendak menekan pedal gas nya.


Tetapi Kharel menahannya dengan menghalau didepan mobil, Nay menekan klaksonnya mengisyaratkaan Kharel supaya minggir.


Sayangg jangan cerobah sayangg, kamu sedang emosi jangan mengendarai mobil sayang... Ayok turun dulu, aku akan menjelaskan sempanya.


Ayok sayang turun, ini berbahaya sayang inget kamu sedang mengandung... 'bujuk Kharel dengan masih berada di depan mobil Nay.


Nay berpura pura ingin membuka pintu mobil ketika Kharel hendak mendekati pintu mobil Nay, Nay langsung tancap gas mobilnya dan berjalan menembus jalan raya.


Kharel langsung berlari menuju mobilnya, Briella sempat menahannya tetapi Kharel menepisnya.


Kharel masuk kedalam mobilnya tanpa memperdulikan Briella.


Kharel mengikuti Nay yang membawa mobil begitu laju.


Kharel begitu frustasi.


Kharel mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Nay, tetapi tidak menjawab.


Nay mengendarai mobilnya sambil menangis sesunggukan.


Kharel mengikuti Nay dari belakang dengan frustasi dan panik.


Nay semakin melajukan Mobilnya, membuat Kharel kalut sangat khawatir, apalagi Nay dalam keadaan mengandung dan baru saja lulus mengendarai.


**


Tiba tiba Kharel terkena lampu merah dan kehilangan jejak Nay.


Kharel semakin tak habis pikir, Kharel begitu kacau panik hinggal ia bingung harus bagaimana.


Ditambah lagi kehilangan jejak Nay Sehingga membuat Kharel mmeneteskan air mata, dia begitu takut terjadi sesuatu kepada Nay.


Nay melihat kaca didepannya dan melihat Kharel sudah tidak mengikutinya.


Nay berhenti disebuah taman yang kebetulan dekat dengan kantor Rey.


Nay turun dari mobilnya dan duduk dikursi taman yang menghadap dengan kolam ikan.


Tiba tiba seorang pria mendekatinya dan memberikan sapu tangan.


Nay menerima sapu tangan itu tanpa menoleh kepada pria yang sudah memberikannya.


Ketika Nay sudah selesai menghapus air matanya, ia mendongakkan kepalanya dan melihatnya.


Ternyata yang membetikan sapu tangan kepadanya adalah Rey.


Rey pun duduk disamping Nay.


Nay .. Kenapa kamu menangis? 'tanya Rey.


Ak... Aku.


Tidak kenapa kenapa Rey, kenapa kamu bisa disini, 'tanya Nay.


Aku hanya ingin cari angin saja, lagian ini kan tempat umum. 'jawab Rey.


Nay hanya tersenyum dan mengucapkan trimaksih karna sudah memberikan sampu tangannya.


Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu malam malam berada ditaman ini, Sendirian lagi? 'tanya Rey.


Tetapi Nay tidak mau jujur.


Ia lebih memilih berbohong


Aku hanya ingin membeli pizza tetapi dompetku tertinggal dirumah padahal aku sangat ingin memakan pizza. 'ucap Nay.


Hmm yauda aku akan belikan, tunggu sebentar ucap Rey dan pergi untuk menyebrang jalan raya karna disebrang jalan tepat ada toko pizza.


****


Sedangkan Kharel melacak posisi Nay, kharel mengetahui keberadaan Nay. Kharel yang sudah menyadap Nay bisa mengatahui dengan muda posisi Nay dan pembicaraanya.


Kharel menuju taman tersebut.


Rey pun kembali ketaman dengan menenteng pizza yang sudah ia beli, Rey menghampiri Nay,.


Maaf Nay sedikit lama karna mengantri, 'ucap Rey


Iya enggak apa apa kok harusnya aku tidak merepotkan mu, maff ya.


Tapi trimakasih sudah membelikanku pizza.


Rey membuka kota kue dan Nay pun mengambil sepotong pizza, dan memakannya dengan lahap.


Tanpa Nay tahu bahwa ponselnya telah disadap jadi bisa dengan muda melacak Nay dan mendengar pembicaraannya.


Bersambung ...