Married Without Love

Married Without Love
07. Cinta Adalah Luka by Kharel



\=


Hai kalian zeyeng zeyengg nyaa Fii, trimakasih sudah membaca cerita Fii, masih sama dengan kata kata yang sama harap maklum kalo ada kesalahan penulisan (typo yang bertebaran) hihuu


\=


Sebelumnya jangan lupa tinggalkan like dan vote nya ya guys, supaya Fii semangatt terussss.


#semangat #untuk #pemula


Daku Fii zeyeng kalian semua!


Selamat membaca...


###


Setelah selesai membakan semua benda beserta foto foto kenangan bersama Riel, Nay kembali masuk kedalam kontrakan Nay dan menuju dapur dan mengambil segelas air dan meminumnya, tenggorokan Nay berasa kering atas kejadian tadi. Baru kali ini Nay semarah itu, dan seberani itu berkata kata entah roh apa yang merasuki diri Nay semuanya keluar begitu saja, dan akhirnya Nay puas merasa plong sesak didada yang Nay rasakan berkurang.


Akhirnya Nay kembali kekamar untuk merapikan pakaiannya kembali dan melanjutkan memasukkan ke koper kecil tadi.


Nay sejanak terdiam.


Nay memikirikan keputusannya apakah sudah benar, apakah dengan menyetujui tawaran Kharel semua akan baik baik saja? Tetapi kalo Nay tidak menyetujui bagaimana bisa Nay membayar hutang atas kerugian perusahaan Kharel.


**padahal faktanya perusahaan Kharel tidak akan mungkin bangkrut hanya karna rugi beberapa milyar saja**


Setelah Nay merasa tenang, Nay pun meninggalkan kontrakannya menuju rumah Kharel.


Sesampai dirumah Kharel pukul 15:45 kurang, setelah menempuh perjalanan hampir satu jam biasa Ibu Kota, sudah pasti Macet.


Nay disambut para pelayan dan Nay masuk ke kamar yang Nay tempati tadi malam untuk merapikan pakaian dan beberapa buku yang Nay bawa dari kontrakannya.


Setelah selesai merapikan pakaian dan buku buku Nay, Nay pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setengah jam Nay habiskan waktu dikamar mandi berendam di bathup untuk merilekskan tubuh dan pikirannya.


Selesai mandi dan berpakaian Nay merebahkan tubuhnya di kasur dan tidak butuh waktu lama Nay pun tertelap mungkin saking satu harian ini sudah banyak menguras tenaga dan pikiran Nay.


Waktu menunjukan pukul 17:30 Nay terbangun, tidurnya begitu nyenyak energinya pun sudah penuh kembali. Sambil duduk dikasur seraya mengumpulkan nyawa.


Setelah kurang limat menit duduk dikasur Nay pun beranjak dari tempat tidur.


Nay turun keluar kamar hendak menuju dapur untuk membantu para pelayan memasak makan malam.


Bik biar Nay bantu masak 'ucap Nay kepada bibik Rosinta.


Enggak usah Nona biarkan kami saja yang memasak nona istrahat saja dikamar seharian ini nona pasti lelah, 'ucap bik Rosinta.


Siapa bilang nona orang lain disini, Tuan Kharel membawa nona kerumah ini berarti nona wanita spesial dihati Tuan kharel, jadi nona orang penting disini. Beruntung tuan mendapatkan nona Nay, nona begitu baik hati dan lembut, jago masak pula.


Nona sangat cocok dengan tuan Kharel nona Nay lembut, sedangkan tuan Kharel datar dan cuek jadi saling melengkapi deh, 'ucap bik Rosinta sambil tersenyum bahagia.


**Bagaimana tidak bahagia pilihan Tuan nya tepat sekali menjadikan Nay sebagai pendamping hidup**


Yaudah bik...


Mari kita lanjut memasak, 'ucap Nay.


Nay dan bibik menyibukkan diri memasak didapur. Saking sibuknya mereka tidak menyadari Kharel sudah pulang dari kantor dan tanpa sengaja Kharel melihat Nay dan bik Rosinta begitu akrab, Kharel hanya geleng kepala sambil senyum terukir diwajahnya dan Kharel berlalu menuju kamarnya.


Hampir satu jam Nay dan bik Rosinta memasak makan malam, akhirnya selesai dengan berbagai hidangan yang terlihat menggiurkan.


****


Sedangkan Kharel dikamar selesai mandi, selesai berpakaian Kharel menggunakan kaos oblong warna biru dan celana potong warna hitam. kharel duduk disisi ranjang untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Sejenak berpikir tentang rencananya untuk meminang Nay, walaupun tanpa adanya rasa cinta. Karna memang Kharel tidak percaya apa itu cinta.


**Menurut Kharel cinta itu hanya kata kata yang tidak ada manfaat, arti cinta adalah Luka.


Untuk Kharel Cinta sama dengan rasa sakit. **


Flashback


Kurang lebih 12 tahun lalu


Briella Moses seorang gadis berparas cantik.


Dulu semasa SMP Briella adalah adik kelas dari Kharel saat itu Kharel duduk dibangku kelas VIII (delapan) sedangkan Briella kelas VII (tujuh).


Kharel bertemu dengan Briella yaitu waktu MOS, dan Kharel adalah ketua OSIS.


Briella adalah salah satu siswa baru yang dimana waktu hari pertama masuk MOS Briella telat hadir, Siswa paling akhir datang.


Tiba waktu Kharel untuk mengabsen satu persatu siswa baru.


Tiba diurutan nama Briella.


Briella Moses... panggil Kharel belum ada jawaban, Briella Moses... panggil Kharel lagi, Briella Moses panggil Kharel semakin meninggi.


Bersambung...