
****
Kharel keluar dari kamar mandi setelah siap berpakaian diruang ganti.
Kharel melihat Nay yang sudah baring di tempat tidur membiarkannya begitu saja tanpa mengeceknya lebih dulu, Kharel masih sedikit kesal dengan Nay sehingga Ia sedikit cuek dan pergi keluar menuju ruang kerjanya.
Padahal biasanya Kharel selalu melihat keadaan Nay terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkannya.
Nay tau Kharel pergi begitu saja dan Nay lega karna Kharel sedang marah setidaknya Kharel tidak mengecek keadaanya terlebih dahulu.
Nay masih begitu menahan sakit yang hilang timbul, Nay berusaha untuk memejamkan matanya dia berpikir dengan tidur bisa mengurangi rasa sakit.
Tetapi hal tersebut tidak berhasil, perutnya terasa sedang dililit lilit membuat Nay meringkuk kesakitan dan berkeringat karna menahan sakit.
Cukup lama ia menahan sakit,
Sedangkan Kharel sibuk dengan laptopnya karna sedang ada rapat lewat telp comperense dengan para pemegang saham.
Nay sudah tak tahan lagi, ia mengambil telpon di atas nakas dan menelpon pelayan untuk datang ke kamarnya.
Pelayan pun segera datang kekamar Nay, pelayan terkejut melihat Nay yang berkeringat dan menahan sakit .
Bik ayok tolong bawa Nay ke rumah sakit, perut Nay begitu sakit seperti dililit lilit, suruh pak Sarif siapin mobil. 'perintah Nay.
Tapi tuan ada di..... 'ucap sang pelayan yang dipotong Nay.
Udah bik biarkan saja mungkin mas Kharel sedang sibuk. Ayok bik tolong bantu aku berjalan 'ucap Nay.
Pelayan segera mengambil telpon dan menelpon pak Sarif untuk menyiapkan mobil.
Pelayan menuntun Nay berjalan keluar kamar, Nay begitu merasa kesakitan.
Ketika sudah didepan pintu keluar rumah tiba tiba Nay tumbang.
Membuat sang pelayang berteriak memanggil pak Sarif.
Pakkk Sariffff..... 'teriak sang pelayan cukup langtang.
Membuat Kharel yang sudah hendak keluar dari ruang kerjanya karna baru saja selesai rapat.
Tadinya Kharel ingin memerintahkan pelayan untuk membuatkan kopi untuknya melalui telpon, tetapi niatnya diurungkan karna ia ingat bahwa Nay belum ada makan siang. Kharel berencana kekamar mereka terlebih dahulu.
Ketika sudah membuk pintu ruang kerja, ia mendengar suara terikan pelayan dari arah luar.
Dengan segera ia berlalu menuju arah suara, betapa terkejutnya Kharel melihat Nay yang hendak dibopong pak Sarif.
Kharel dengan cepat kilat berlari, dia tidak peduli dengan pakaiannya yang hanya memakai kaos oblong dengan celana pendek dan juga sendal rumahan.
Nay,....
Ada apa dengan istriku pekik Kharel sambil mengambil alih Nay kepangkuannya.
Sayangg....'panggil Kharel sambil meneput pipi Nay lembut.
Tuan, mari kita segera membawa nona kerumah sakit. 'ucap sang pelayan.
Pak Sarif dan pelayan duduk didepan,sedangkan Kharel memangku kepala Nay diatas pahanya dikursi belakang.
Sayanggggg...
Ayok sayang kamu harus kuat, sabar sebentar lagi kita akan sampai, 'gumam Kharel yang masih terdengar oleh pelayan dan supirnya sedangkan Nay masih tidak sadarkan diri.
Ada apa sebenarnya, 'tanya Kharel.
Maaf tuan, tadi nona memanggil saya untuk datang kekamar tuan dan nona saat saya sudah didalam kamar melihat nona begitu menahan kesakitin dan berkeringat, nona mengeluh perutnya sakit.
Nona juga melarang memberi tahu tuan karna tuan sedang bekerja, nona hanya meminta untuk dibawa kerumah sakit. 'jelas sang pelayan.
Pelayan tidak tau kalo majikannya tadi sedang ribut, makanya Nay menolak untuk memberi tau Kharel.
Sayanggg mengapa kamu begitu bodoh, 'ucap Kharel mengecup kening Nay dan menestakan air mata melihat Nay yang begitu pucat.
Lebih cepat lagi pak, 'perintah Kharel kepada pak Sarif.
*terlintas dipikiran Kharel kata kata yang keluar dari mulutnya ketika membentak Nay tadi didalam mobil, bahkan dia tidak membantu Nay turun dari mobil dan sama sekali tidak memperdulikan Nay yang meringkuk dibalik selimut dan mencueki*
**
Sayang maafkan mas, atas sikap mas tadi, betapa bodohnya aku tidak mengetahui kamu sedang kesakitan dan aku malah membuat kamu semakin ketakukan, sehingga kamu tidak berani memberi tahu kepadaku. 'batin Kharel yang memandang wajah pucat Nay, Kharel yang sudah berlinang air mata sudah tidak mempedulikan pak Sarif dan pelayan itu melihat Kharel menangis, pelayan terharu melihat Kharel yang baru kali ini mereka lihat Kharel menangis.
Setelah sampai dirumah sakit, Kharel membopong Nay dengan berlari menuju IGD, Kharel tidak memperdulikan penampilannya lagi.
Dengan segera para dokter menangani.
Setelah menyuntikkan Nay dan memasang infus, dokter keluar dari IGD dan para perawat mendorong bangsal yang ditiduri Nay untuk dipindahkan keruang inap.
Sayangggg.... 'panggil Kharel melihat Nay masih tidak sadarkan diri.
Kharel menghampiri dokter yang menangani Nay tadi.
Dokk apa yang terjadi pada istri saya, 'tanya Kharel panik.
Ayok pak Kharel ikut saya keruang kerja saya. 'jawab dokter.
Dirung dokter.
Jadi gini pak Kharel, sebelumnya saya sudah katakan jangan membuat nona Nay tertekan atau stress itu membuat goncangan hebat karna pasien merasa takut dan juga apa hari ini nona sedang melakukan pekerjaan berat? 'tanya dokter.
Tidak dok, tadi Nay bersikeras menaiki wahana halilintar dan bermain ditaman hiburan dan tadi aku sempat memarahinya karna tadi dia hampir saja celaka.
'jelas Kharel.
Hmmm seharusnya bapak Kharel tidak menakutinya itu membuat Nay tertekan dan juga ketika bermain wahana sempat mebuatnya Panik ketakutan. Harusnya pak Kharel tidak memarahinya, bapak Kharel harus bisa bersikap lembut.
Untung saja cepat dibawa dirumah sakit kalo tidak nyawa anak anak kalian akan taruhannya terlebih Nay terlambat sedikit saaja bisa mengakibatkan Nay kehilangan nyawanya.
Bersambung...