
****
Malam pun berlalu
Disambut cahaya yang bersinar begitu hangan dipagi hari.
Nay masih terlelap dia sengaja tidak bangun pagi pagi karna hari ini hari minggu, waktunya bersantai.
Jadi Nay memanfaatkan hari ini dengan melanjutkan tidur dan mimpinya.
Waktu pun menunjukkan pukul 08:30 Wib.
tukkk tukkk tukkkk
Suara ketukan pintu dari luar kamar Nay.
Berulang kali Kharel mengetuk, hingga ketukan yang ketiga kali baru Nay merespon.
mmmmm, aaaa kenapa!!! 'ucap Nay dari dalam kamar.
Tetapi tak kunjung bergerak malah melanjutkan tidurnya.
Ceklekk
Akhirnya pintu buka, dan Kharel masuk.
**
Astagaaa si ratu bawel masih tidur,' guman Kharel.
Kharel menyibakkan silimut yang menutupi seluruh tubuh Nay.
Sekita Kharel terpesona melihat Nay yang tidur dengan wajah yang begitu cantik tanpa polesan.
Tiba tiba mata Nay terbuka lebar dan melirik tajam ke arah Kharel.
Apa sih ganggu aja, 'rengek Nay manja.
**Manja yang tidak dibuat**
\=Memang begitulah sifat Nay, aslinya manja\=
Ayok bangun siap siap kita mau keluar, 'perintah Kharel.
Ini hari libur mau keluar kemana sih aaaah, 'rengek Nay sambil memposisikan dirinya untuk tidur.
Uda pokoknya bangun ikut aku keluar, 'perintah Kharel.
Issss ia, 'tunggu bentar aku siap siap dulu, keluar sana, 'ucap Nay.
Kharel pun keluar sambil berkata.
Enggak pake lama!!!
****
Belum resmi jadi istri uda brani ngelawan, liat aja entar kalo uda istri gua beneran, ga boleh macam macam, 'batin Kharel
Nay pun masuk kamar mandi, membersihkan diri dan berbandan tipis.
30 menit kemudian Nay pun keluar dari kamarnya dengan berpakain dress yang sangat cantik menempel dibadannya, dress atasan warna peach bawahan warna coklat memakai tas sling bag warna biru dan jam tangan tali kecil warna silver sepatu plet warna coklat corak biru muda.
Nay berjalan ke ruang tamu tempat Kharel menunggu Nay.
Uda ayok, 'ajak Nay cuek.
Ngapain kamu dandan sebagus ini?
'ucap Kharel.
**
Bisa bisa nanti mata David dan Samuel ga berhenti mandangin Nay ni, Nay polos aja uda cantik apalagi dandan gini 'batin Kharel.
Nay dandan tipis aja kok,
Emang mau ajak aku kemana sih, 'tanya Nay.
Uda masuk aja dulu ke mobil, kita mau ketemu sahabat ku di cafe X
Cihh, 'ucap Nay sambil memasang seatbelt nya.
Kharel pun fokus menyetir dengan kecepatan biasa.
Tak butuh waktu lama, mereka pin sampai di cafe tempat David dan Samuel menunggu.
Terlihat lambaian tangan, hei... Kharel sini, 'panggil David.
Kharel berjalan kearah David di ikuti Nay di belakang punggung Kharel.
Tiba tiba Kharel berhenti
Brukk
Aooooohhh...
Kenapa tiba tiba berhenti sih, ucap Nay.
Kharel tidak menjawab, mata Kharel tertuju ke arah David, Samuel dan pada gadis yg duduk disamping David.
Aslikk bro makin ganteng aja lu padahal belum ada setahun kita enggak ketemu, 'ucap David sambil memeluk Kharel bergantian dengan Samuel.
Kharel masih belum menjawab, masih diam berdiri.
**uda kayak patuk bernafas aja hahhaha**
ehhh iaa.' jawab Kharel singkat.
Oh ia Rell kenali nih Sofia adik kelas kita dulu, waktu masih SMA. Masih ingat enggak lu? 'tanya Michael.
**
Gimana ga inget, Sofia gadis yang sempat gua suka karna mirip dengan Briella, 'batin Kharel.
Hai Kharel lama enggak bertemu,' ucap Sofia.
Iya Hai Sofia, 'jawab Kharel singkat dan raut wajah sediki terkejut.
Ehhh Rel cewek yang dibelakang punggung lu siapa? 'tanya David.
Oh ini Kinayia calon istri gue, 'ucap Kharel.
Hai semua, kenalin nama ku Kinayia kalian bisa panggil namaku dengan sebutan Nay. 'ucap Nay sambil mengulurkan tanganya dan dibalas satu persatu oleh David,Samuel, dan Sofia.
Iya Hai Nay, kamu cantik banget, 'ucap David jujur.
Astaga bro jadi lu uda move on ni dari si Bri.... Omongan David kegantung ketika melihat sorot mata Kharel yang memancarkan aura ketidak sukaan.
Nay yang melihat adegan itu hanya terlihat bingung tapi tidak terlalu mau tau.
**
Calon istri, sial... Gua jauh jauh datang dari kota N cuma mau liat calon istri Kharel.
Cihhhh bukannya dulu Kharel suka sama gua, liat aja entar gua pasti dapatin hati Kharel lagi, 'batin Sofia
****
Mereka semua pun duduk dan memesan makan dan minum sambil sibuk bercerita dan bercanda.
Oh ia bro gua ngajak kalian ketemu sekalian mau ngenalin calon istri gua dan ngasih undangan ini, menyodorkan undangan kehadapan David, Samuel dan juga Sofia diatas meja.
Hari minggu ini
Jangan sampe enggak datang ya, 'ucap Kharel.
Siappp, ' jawab mereka.
Merekapun melanjukan perbincangan dan obrolan mereka.
**sejak dari tadi David terus saja melirik ke arah Nay, tak bisa dipungkiri David menyukai Nay**
Haahahha
Kharel pun mengetahui itu, melihat dari sorot mata David ketika melihat Nay dan cara bicara David kepada Nay.
Bersambung...