Married Without Love

Married Without Love
24. Kharel Menahan Emosi



****


Kharel mulai mendekati mereka diikuti Sam.


Tuan sudah sampai, 'ucap Danu sambil berdiri.


Nay pun langsung berdiri melihat Danu yang baru saja menyambut Kharel.


Nay membalik badannya, karna ketepatan sekali Nay duduk membelakangi Kharel.


Ketika Nay sudah melihat siapa yang sedang berdiri dihadapannya membuat Nay terlonjak kaget.


Kha.... 'ucap Nay.


Kharel hanya menatap tajam tanpa menjawab Nay sambil duduk dikursi didekat Nay.


Nona... 'ucap Sam.


Nay hanya senyum ke arah Sam.


Rey pun menujulurkan tanganya untuk bersalaman dengan Kharel


Pak Kharel kenalin saya pemilik perusahaan RDAN MAHENDRA. 'ucap Rey, tetapi Kharel tidak menyambut uluran tangan Rey.


Begitu pun uluran tangan Danu dan Nay, sama sekali Kharel tidak menyambutnya.


Tetapi Rey tidak terlalu mau ambil pusing uluran tangannya tidak disambut, karna semua orang tau sikap Kharel memang selalu dingin.


**uda dingin, makin dingin... yah itu Kharel, suasana hatinya sedang dirundu emosi sejak melihat kejadian tadi**


Sam yang melihat bos nya dingin sudah mengerti bahwa bos nya sedang menaham emosi karna cemburu.


Maka segera Sam yang mengambil alih untuk menyambut uluran tangan mereka.


Lalu Rey mengalihkan pandangannya ke arah Nay, karna sejak kedatangan Kharel tadi Nwy terlihat sangat gugup.


Oh ia Nay, apa kamu kenal dengan pak Kharel? 'tanya Rey.


Iy.. Iya, dia itu Su...


Kharel langsung memotong perkataan Nay.


Hmm Oke pak Rey apa kita sudah bisa memulai rapatnya? 'tanya Kharel.


Oh oke kita mulai saja. Tapi sebelumnya terlebih dahulu pak Kharel pesan makan atau minum. 'ucap Rey.


Biar saya aja yang mesan, 'jawab Sam langsung.


Karna suasana hati bosnya sedang tidak baik, pasti bos nya itu sudah sangat ingat mengbogem mulut Rey yang dari tadi terlihat biasa biasa saja.


**yahh ialah biasa biasa saja karna Rey sama sekali tidak mengetahui hubungan Nay dan Kharel**


Ketika mereka sedang menunggu San yang sedang memesankan makanan untuk dia dan Kharel.


Kharel membuka ponselnya dan mengetikkan pesan untuk Nay.


📱


Apa maksud semua ini! dan tadi aku sudah mendengar semuanya. Habis rapat ikut denganku! '


Pesan Kharel


Nay yang sudah membaca pesan dari Kharel membuat Nay semakin bingung dan terlihat panik.


****


Rapat pun sudah mulai, sejak rapat dimulai Nay masih terlihat sangat risau.


Membuat Nay tidak fokus dan


Waktu menunjukkan pukul 11:00 Wib rapat mereka pun sudah selesai.


Kharel langsung berdiri hendak pergi meninggalkan mereka.


Begitu pun Nay sudah berdiri hendak bergegas keluar Restoran.


Maaf Rey eh maaf maksud saya pak Rey, saya tinggal duluan, 'ucap Nay.


Tetapi segera Rey meraih lengan tangan Nay.


Tunggu Nay, biar aku antar saja, 'ajak Rey.


Seketika Kharel menghentikan langkah kakinya, dan semakin emosi mengepalkan tangannya menlihat Rey yang meraih tangan Nay.


Nay menyadari bahwa Kharel melihay mereka, Nay langsung menepis tangan Rey, sambil berkata


'enggak usah Rey, maaf sebelumnya aku ada urusan mendadak apa boleh aku tidak balik kekamtor lagi? 'Izin Nay kepada Rey.


Dan Rey hanya menganggukkan kepalanya, tanda ia mengizinkan Nay pergi.


Kharel pun keluar restoran dengan raut wajah tidak senang, rahangnya telihat mengeras dan tanganya sejak tadi terkepal.


Nay yang juga sudah keluar, berjalan kearah parkiran karna ia yakin bahwa Kharel dan Sam sudah berada diparkiran menunggu kedatangannya.


Ketika sudah sampai parkiran Nay langsung masuk kedalam mobil Kharel, Nay membuka pintu depan disamping kemudi karna


Nay takut duduk disamping Kharel yang sedang emosi, dengan wajahnya yang ketakutan bercampur bingung.


Sebelum Nay duduk dikursi ini depam, Kharel mengeluarkan suara.


Mau ngapaian disitu, pindah! 'ucap Kharel dengan sedikit tinggi.


Nay kembali menutup pintu depan, dan duduk dibelakang bersama Kharel.


Dari kejauhan sepasan mata memandangi Nay masuk kedalam mobil Kharel.


**


Apa hubungan mereka, kenapa Nay masuk kedalam mobil Kharel dan kenapa Nay dari tadi terlihat lebih diam seperti orang ketakukan, 'batin Rey seraya menatap lekat ke arah mobil Kharel yang sudah mulai meninggalkan parkiran.


****


Dimobil Kharel.


Sepanjang perjalanan Nay hanya diam sibuk dengan pikirannya sendiri.


Begitu juga dengan Kharel yang sudsh sejak tadi menahan emosinya.


Sam yang sedang mengemudi merasa canggung, karna dari tadi hanya ada keheningan dan aura dingin.


**


Akhirnya sampai juga, aku akhirnya terbebas dari suasana menyeramkan dan mencekam ini, 'batin Sam yang sudah memberhentiksn mobil tepat didepan rumah Kharel.


Kamu langsung pulang saja, pake mobilku itu, 'ucap Kharel kepada Sam.


Sam pun mengiakan dan izin pulang kepada Kharel karna Nay sudah masuk duluan kedalam rumah.


Sam langsung memutar mobil pergi meninggalkan rumah Kharel.


**


Somoga si bos tidak lewat batas sama nona Nay, 'guman Rey sambil menyetir mobil dengan kecepatan rata rata.


Bersambung...