Married Without Love

Married Without Love
19. Wedding Of Kharel and Kinayia



****


Hari pun berlalu


Seminggu pas sudah,


Tiba di hari minggu 12 Mei 2019


Hari perberkatan Nay dan Kharel.


Entah hari bahagia atau hari buruk bagi keduanya.


Semua keluarga sudah berkumpul, dari sahabat dan teman teman Nay dan Kharel.


**sedangkan Riel tidak tau hari ini adalah hari pernikahan Nay, karna Riel sedang ada diluar kota**


\=Pupus dah harapan Riel dapatin Nay kembali hahaahha\=


****


Disatu ruangan.


Nay sudah di dandani oleh MUA terkenal, dan betapa cantiknya Nay dibaluti gaun putihnya.


Duhh Nay cantik bangett sih lu, pangling gue... Beruntung banget si Kharel dapetin lu, uda cantik baik hati lagii... uuuuu bentar lagi lu bakal lepasin masa lajang lu, 'ucap Mitha heboh.


Tetapi Nay terlihat sedih, raut wajahnya murung. Nay mengingat papah mamah nya.


**


Andai saja mereka masih ada di dunia ini, yang mendampinginku pasti mereka menuju ke Altar.


Mah, pah Nay akan menikah putri kecil mamah papah sekarang akan menikah semoga papah dan mamah bahagia melihat dari sorga, 'batin Nay seraya menitikkan air mata.


Hmmm


Nay jangan menangis gini dong, inget ini hari bahagia lu.


Sayang air mata dan make up lu. Uda cantik gini juga mukanya kok murung gini, 'ucap Mitha menyemangati karna Mitha tau pasti Nay teringat papah mamahnya.


****


Pukul 09:45 Wib.


Rembongan dari keluarga Kharel sudah tiba di Gereja terlebih dahulu.


Nay dan yang lainnya sudah tiba di Gereja.


Sam sebagai Emsi pun memulai dengan ucapan trimkasih kepada para hadirin yang sudah hadir,


Setelah itu Sam menyerahkan acara selanjutnya kepada Pastor dan pengurus Gereja.


Sang Pastor dan pengurus Gereja pun mengambil alih.


Kharel sudah berdiri didepan Altar menunggu Nay datang.


Kharel menggunakan Taxedo hitam dan menggunakan dasi kupu kupu dan sepatu pantofel hitam.


**sungguh perfect**


Nay pun berjalan menuju Altar di ikuti Mitha yang berjalan dibelakang Nay, setiap langkah Nay diiringi lagu instrumental.


Kharel yang menunggu didepan Altar menyambut tangan Nay, dan membawanya kedepan Pastor.


Pastor memulai pemberkatan.


Terlebih dahulu Pastor menyuruh  Kharel dan Nay duduk dan Pastor memulai beberapa liturgi atau tata Ibadah.


Setelah itu pastor menyuruh Kharel dan Nay berdiri saling berhadapan dan saling berpegangan tangan.


Untuk mengucapkan Janji pernikahan.


Kharel:


“Kinayia Almaira Sebastian, aku mengambil engkau menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”


Nay:


“Kharel Putra Mayer, aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya, pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”


Yah, aku bersedia, 'jawab Kharel


Setelah selesai mengucapkan janji nikah, sang Pastor pun menyuruh mereka bertukan cincin.


Mereka pun saling bertukar cincin.


Setelah selasai bertukar cincin Kharel mengecup kening Nay kilas.


Dannnnnn pemberkatan pun selesai hampir menghabiskan waktu satu setengah jam.


Setelah mereka menghadap orang tua mereka, meminta pemberkatan atau restu.


****


Rombongan dan seluruh hadirin pun sudah keluar dan akan melanjutkam ke acara resepsi di gedung yang sudah disediakan.


**Ya Tuhan semoga ini adalah jalan hidupku dan Nay berharap semuanya akan baik baik saja**


'ucap Nay dalam hati


*Mereka pun pulang kerumah untuk beristrahat karna nanti sore akan ada lagi acara resepsinya*


Mamah Vita pun menyuruh Nay dan Kharel untuk istrahat, dan mulai hari ini mereka resmi tidur disatu kamar.


Hahahaahha


Kharel dan Nay pun masuk kekamar untuk beristrahat, sebelumnya Nay sudah selesai berganti pakaian dibantu oleh dua orang pelayan untuk melepas gaunnya.


Kharel dan Nay sama sama istrahat tidur disatu kasur tapi tidak ada pembocaraan.


Beranggapan **Siapa Lo Siapa Gue**


****


Sore pun telah tiba.


Mereka sudah berada di dalam gedung.


Nay mengenakan gaun warna peach  dan Kharel mwngenakan texedo yang warna peach juga dan memakain kemeja dalam warna putih.


Mereka berdua terlihat sangat serasi. Cantik dan tampa, siapa pum yang melihatnya akan terpesona.


Sama hal nya seperti David yang selalu memandangi Nay.


Dan enggak bisa dipungkri Kharel risih dengan tatapan David terhadap Nay.


\=Hahahaha apa artinya itu coba kalo uda sampe risih melihat temanya sendiri mandangi si doi\=


Semua para tamu dan rekan bisnis keluarga Mayer datang dan memberi ucapan dan doa.


Pernikahan mereka sangat mewah


Nay pun takjub melihat desain, konsep pernikahan mereka dan kagum melihat banyaknya para tamu  undangan yang datang.


*seketika Nay bersedih melihat sekelilingnya, dia berpikir harusnya orangtuanya menyaksikan ini semua dan ikut berhagia*


Tetapi Nay yakin bahwa orangtua Nay bahagia melihat dari sorga.


Walaupun pernikahan dilakukan tanpa adanya cinta.


Akhirnya acara resepsi selesai dan tamu undangan pun sudah pada pulang.


Bersambung...


**+visual Kharel dan Nay**+