
**Hai zzeyengnya Fii.
maafken daku yang masih pemula ini.
mohon dimaklumin yaaaa** ..
happy reading
###
**
What, kenapa tuan ini berkata seperti itu? gawatttt apa jangan jangan dia bos tempat ku bekerja. ****** bisa bisa aku dipecat kalo aku dipecat bagaimana bisa aku ganti rugi kalo hanya ngandalin gaji dari Resto mana mungkin bisa gaji dari Resto saja tidak cukup buat keperluanku sehari hari. harus bagaimana aku apa aku harus berlutut memohon ampun? tapi tidak mungkin, dia terlihat mengerikan. 'batin Nay.
Aku tidak mau tau, kamu harus bertanggung jawab!!! 'ketus Kharel seperti sedang mengancam, sembari pergi menuju kamarnya meninggalkan Nay diruang tamu yang masih bingung dan menundukkan kepala.
**
Pagi pun tiba, Nay yang sejak tadi malam tidak bisa tidur nyenyak malam Nay berlalu memikirkan ancaman Kharel. Nay tidak tahu harus berbuat apa akhirnya Nay mandi membersikan diri dan turun kebawah Nay bingung harus melakukan apa akhirnya Nay memutuskan kedapur untuk membantu bik Rosinta menyiapkan sarapan.
Nona duduk saja biarkan saja saya yang akan menyiapkan sarapan. 'kata bik Rosinta
Enggap apa apa bik, biarkan Nay membantu bibik setidaknya dengan membantu bibik Nay tidak terlalu bersalah karna Nay hanya orang lain disini. 'kata Nay sambil membantu bik Rosinta memotong motong sayur,
Karna masih pukul 05:30 wib, Kharel belum bangun. karna biasanya Kharel bangun pukul 06 lewat.
Nay sibuk dengan bibik Rosinta didapur sedangkan pelayan lainnya sibuk membersikan rumah, tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan Nay dari arah ruang tamu disamping tangga yang kebetulan ruang tamu berhadapan dengan dapur yang hanya dihalangi dinding kaca dan tangga tersebut.
Sejak tadi Vita Sophian ibunda dari Kharel memperhatikan Nay yang sibuk didapur membuat sarapan.
Memang orangtua Kharel tinggal terpisah dengan Kharel dua tahun terakhir.
Tadinya ibu Vita mengunjungi rumah Kharek karna berniat untuk mengenalkan Kharel dengan anak dari teman ibu Vita, ketika melihat ada seorang gadis dirumah Kharel, ibu Vita terkejut dan begitu banyak pertanyaan dalam benak Vita karna Kharel tidak perna membawak perempuan kerumahnya bahkan mamah Kharel tahu kalo Kharel tidak perna mau didekati para wanita.
\=Mamah Vita pun auto mengambil kesimpulan bahwa gadis yang sedang membuat sarapan itu adalah kekasih Kharel.\=
ketika mamah Vita asik memandangi Nay,
Tiba tiba Kharel "mamahhh" 'panggil Kharel
**
Astagaaaaa bagaimana mungkin aku menjadi sial gini. Apa??? Kharel manggil ibu itu Mamah? oh Tuhan situasi apa ini rasanya ingin menghilang saja dari muka bumi ini. 'batin Nay.
Apaan sih teriak gitu. 'kata mamah Vita kepada Kharel yang sedang menuruni tangga.
Mamah ngapain pagi pagi ke rumah Kharel?' kata Kharel.
Tanpa menjawab Kharel mamah Vita berjalan kearah dapur mendekati Nay yang masih berdiri mematung, spontan mamah Vita berhambur memeluk Nay, Nay terkejut dengan tindakan mamah Vita.
Kamu pasti kekasih Kharel calon menantu mamah siapa namamu nak? 'ucap mamah Vita sambil membelai rambut Nay.
Bu.. bukan
Bukan apa sayang? nama mu siapa umur mu berapa nak? sudah berapa lama kamu tinggal dengan Kharel? 'ucap mamah Vita
Mamah apaan sih mah? ini bukan seperti yang mamah pikirkan. Lagian mamah ada urusan apa datang pagi pagi kerumah Kharel? ada hal penting apa sampai harus datang sepagi ini dan kenapa enggak lewat telpon saja? 'kata Kharel.
Kharel pertanyaan macam apa sih itu apa salah mamah datang kerumah anak mamah sendiri, mamah kangen samamu nak sekalian juga tadi niat mamah mau ngenalin kamu sama anak gadis teman mamah. 'ucap mamah Vita.
Enggak perlu mah, kenapa sih mamah tidak ada bosan bosannya jodohin Kharel sambil menarik Nay tangan Nay dalam gemgamannya, tangan Nay ingin melepas tangannya reflek Kharel menarik pinggang Nay dan memeluknya, Nay hanya bisa diam dan tegang saking gugupnya.
Mamah enggak perlu jodoh jodohin Kharel lagi ini perkenalkan calon mantu mamah namanya Nay. 'ucap Kharel dengan santainya sedangkan Nay tidak dapat berkutik bingung dengan semua ini.
Ayok sayang perkenalkan dirimu kepada calon ibu mertua mu, 'ucap Kharel sambil dengan menatap Nay pancaran matanya memancarkan aura mengancam.
Hai, tante....
Nama saya Kinayia Almaira Sebastian, 'ucap Nay memperkenalkan diri sambil menyalim tangan mamah Vita.
Wahhh calon menantu mamah cantik banget sih, sorot mata kamu mirip banget dengan teman lama mamah. Teman zamannya skola Nama tengah Nay sama dengan teman mamah juga sambil memeluk Nay. Tapi udah ahh enggak mungkin juga, karna mamah sudah lama enggak ketemu teman mamah itu. 'ucap mama vita.
Nay dan Kharel tidak terlalu menanggapi ocehan mamah Vita, mereka berdua hanya memberikan senyum sebagai balasan ocehan mamah Vita tadi.
Bersambung...