Married Without Love

Married Without Love
08. Setuju



Tiba diurutan nama Briella.


Briella Moses... panggil Kharel belum ada jawaban, Briella Moses... panggil Kharel lagi, Briella Moses panggil Kharel semakin meninggi.


**Emosi Kharel mulai tersulut, maklum Kharel emang gampang emosi**


Semua yang ada diaula sekolah terdiam, takut. Apalagi siswa baru masih dihari pertama MOS uda dikejutkan dengan drama menengangkan begini.


Ketika panggilan Kharel ke empat kali, baru lah Briella muncul dari luar aula.


Sa.. Sayaa Kaa 'ucap Briella takut takut dari arah pintu.


**aslikkk Briella telat diwaktu yang tidak tepat**


Semua siswa yang di aula melihat ke arah Briella dengan tatapan kasihan.


Gimana enggak kasihan coba, hari pertama MOS uda bikin ulah aja.


Ketika Kharel mendengar suara Briella dari arah pintu, Kharel menoleh ke arah suara tepatnya kearah pintu masuk aula


*Auto pandangan pertama Kharel jatuh hati, baru kali ini Kharel merasakan debaran yang mengombrak abrik hatinya*


Seperti ada getaran.


|-eakkk getaran hahaha ponsel kali ye bergetar-|


Secepat kilat Kharel netralkan jantungnya yang berdebar.


Ohh kamu yang bernama Briella, kenapa kamu telat di hari MOS pertama? Apa kamu enggak punya jam dirumah? 'ucap Kharel dengan ekspresi marah tapi sebenarnya sudah enggak marah, sejak pandangan pertama tadi. Hihihi


Oke karna kamu sudah telat dihari pertama, kamu akan dihukum! Selama 3 hari MOS.


Hukuman hari ini, selesai kita melakukan kegiatan MOS kamu bersihkan seluruh aula.


Dan hukuman untuk besok, beda lagi.


Persiapkan dirimu, 'ucap Kharel dengan penuh penekanan.


**Meskipun Kharel Jatuh hati pandangan pertama kepada gadis itu, Kharel tetap tegas karna memang begitulah sifat Kharel.


Tegas dan ambisius**


MOS pun sudah berlalu, sekolah kembali kerutinitas yaitu belajar.


Kharel pun jadi sering bertemu bahkan dekat dengan Briella, semenjak kejadian waktu MOS itu mereka dekat karna selama 3 hari MOS yang memberi hukuman adalah Kharel.


****


Setelah lama Kharel termenung, Kharel pun keluar menuju meja makan untuk makam malam, sesampai di meja makan Kharel duduk. Dia melihat Nay masih berdiri dan menyuruh Nay duduk untuk makan bersama.


Nay pun duduk dihadapan Kharel mereka menikmati makan malam dengan tenang.


Kharel makan dengan lahap karna memang masakan Nay ter the best.


Selesai makan Nay pun berdiri hendak membersihkan meja, tapi Kharel menghentikan Nay.


Ayok ikut dengan ku ke ruang kerja biarkan saja mejanya bibik yang beresin, 'ucap Kharel


Nay pun mengikuti Kharel ke ruang kerja, Kharel duduk disofa dan Nay juga duduk di sofa berhadapan dengan Kharel.


**entah kenapa Nay setiap berhadapan dengan Kharel nyalinya menciut, aura yang langsung berbeda. Aura ketegangan**


Gimana keputusanmu, sudah waktunya kamu menjawab. Antara ganti rugi bayar hutang atau kita menikah hutang mu pun akan lunas, 'ucap Kharel.


Sudah Nay pikirin Tuan dan Nay sudah mengambil keputusan untuk menyetujui pernikahan ini, Saya bersedia jadi istri anda Tuan. 'ucap Nay.


Oke kalo gitu, kita secepatnya menikah dan semua hutangmu lunas.


Dan kamu hanya perlu jadi istriku, jangan mengusik privasiku atau mengurusi urusan pribadiku. 'ucap Kharel


Iya Tuan..


Tuan apa Nay bisa mengajukan syarat? 'ucap Nay


Hmmm apa itu 'ucap Kharel.


Tuan jangan mengurusi masalah pribadiku dan jangan melakukan hal diluar batas pada diriku, 'ucap Nay.


Oke,.. Aku pun tidak tertarik mengurusi urusan mu, tidak ada pentingnya buat aku.


Dan aku juga tidak akan melakukan diluar batas.


Cihhh menyentuh juga aku harus berpikir ulang, jadi enggak usah berpikir terlalu jauh, 'ucap Kharel.


Dan satu lagi kita akan berpisah jika memang hubungan kita tidak berjalan dengan baik, ' ucap Kharel


**


Gimana bisa berjalan dengan baik, menikah aja dadakan gini kenal juga enggak kenal kenal amat, baru ketemu malah. 'Batin Nay


Iya Tuan, saya setuju. 'ucap Nay singkat.


Hmmm


Yauda keluar sana 'ucap Kharel sinis.


Nay pun keluar dari ruang kerja Kharel, menuju kamar Nay.


Setelah Nay masuk ke kamar Nay masih dalam keadaan galau bahwa tidak bisa dipungkiri dia akan segera menikah, Nay memikirkan nasib pernikahanya gimana kedepannya.


Sedangkan diruang kerja Kharel menghubungi Sam, menyuru Sam untuk mengatur acara pemberkatan dan resepsi pernikahannya.


Setelah selesai menghubungi Sam, Kharel membuka laci meja kerjanya mengambil kota warna coklat yang didalamnya ada gelang yang bertuliskan -Bri N Rel-, Kharel memandangi gelang tersebut dan mengingat kembali kenangannya dengan Briella.


****


Semenjak Briella tamat SMP mereka sudah tidak perna bertemu lagi.


Briella pergi melanjutkan sekolahnya di negara Swiss karna sejak kecil Briella menyukai seni dan bercita cita jadi seorang pemain piano internasional, Briella sangat suka memainkan piano sehingga Briella memilih meninggalkan Kharel untuk mengejar cita cita nya.


Bersambung...