Married Without Love

Married Without Love
16. Riel Frustasi



Nay masuk keruang fitting mencoba gaunnya dibantu dua karyawan butik.


Nona cantik sekali, beruntung banget nona dapatin Bos Kharel. Kalian berdua sangat terlihat serasi nona, 'ucap karyawan tersebut.


Bos, 'batin Nay sambil mengeritkan alisnya.


Kedua karyawan membuka tirai penutup dan Nay berbalik melihat kearah Kharel serasa seperti ingin menanya pendapat Kharel.


**Kharel sibuk dengan ponselnya tidak meperhatikan bidadari dihadapannya**


Rell..... Gimana, 'ucap Nay.


Seketika Kharel menghentikan aktivitas nya serasa ingin memasukkan ponselnya kedalam saku jas.


Kharel pun begitu terkesima melihat Nay dengan baluatan gaun putih yang sangat pas ditubuhnya, sampai Kharel tidak sadar ponsel nya terjatuh karna tidak pas memasukkan kedalam saku jas.


Gimana gaunnya bagus enggak, ponsel mu jatuh itu 'tanya Nay sambil menunjukkan ke arah ponsel Kharel yang jatuh.


Seketika pertanyaan Nay membuyarkan lamunan Kharel.


Kharel pun replek mengambil ponselnya dan menjawab pertanyaan Nay.


mmm Bagus 'ucap Kharel singkat.


**


Kamu cantik banget Nay, bagaikan bidadari, 'batin Kharel.


Setelah selesai mencoba kedua gaun pengantin


Mereka pun pulang kerumah.


** Gaun pengantin Nay ada dua, satu warna putih untuk acara pemberkatan dan satu lagi warna peach untuk acara resepsi begitu juga dengan warna jus Kharel mengikuti warna gaun Nay**


Sesampainya dirumah, mereka pun masuk kamar masing masing.


Nay masuk kamarnya dan membersihkan diri dan beganti pakaian santai.


Lalu Nay keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat kue.


Sedangkan Kharel habis membersihkan diri, keluar kamar menuju ruang kerjanya.


Dan Kharel mulai sibuk dengan pekerjaannya.


Nay pun begitu sibuk didapur membuat kue.


****


Dilain tempat.


Terlihat seorang wanita dan pria sedang duduk di salah satu restoran.


Apa kamu hanya mempermainkan aku?


Sebenarnya kamu itu cinta sama aku enggak sih? 'ucap Risanti sambil menitikkan air mata.


Aku enggak tau, aku ga tau peraaan ku kepadamu seperti apa, aku bingung 'jawab Riel dengan ekspresi frustasi.


Kamu jahat Riel, kamu mempermainkan perasaan aku.


Kamu tega, gara gara kamu persahatan ku dengan Nay hancur, 'ucap Santi terisak.


Maaf, Sann...


Ta.. Tapi saat ini aku ga tau prasaanku gimana, 'ucap Riel.


Apa kamu enggak liat aku sudah memberikan segalanya untukmu, aku rela dijauhin sahabatku.


Dan sekarang aku bingun dengan sikap mu yang acuh begini, 'ucap Santi semakin terisak.


Tolong San jangan menangis


Maafkan aku tolong beri aku waktu, aku masih terpukul dengan sikap Nay kepadaku


Tak bisa ku pungkiri kalo aku benar mencintai Nay, dan aku baru sadar itu setelah Nay meninggalkanku.


Sedangkan perasaanku ke kamu aku belum tau pasti, apakah ini cinta atau hanya nafsu.


Jadi tolong beri aku waktu untuk semua ini San, 'ucap Riel dengan nada melas.


Apa hebatnya sih si Nay itu, kenapa semua orang begitu peduli padanya?


Kamu, dan Mintha juga lebih memilih Nay dari pada aku.


Dan juga kenapa selalu Nay yang selalu dinomor satukan, dan sekarang juga Nay sudah mendapatkan pria yang lebih segalanya dari kamu, aku benci aku BENCI Nay, 'ucap Santi penuh emosi.


Apa kamu bilang? Nay akan menikah? dengan siapa? Tidak ini tidak boleh terjadi. Aku mencintai Nay, harusnya aku yang akan menikahinya, 'ucap Riel sambil mengacak rambutnya frustasi.


Tanpa berkata kata Santi pergi meninggalkan Riel yang masih meratapi nasipnya.


**


Aku benci kamu Nay, 'guman Santi dengan air mata yang masih beruara dipipinya.


****


Dirumah kharel.


Nay sudah selesai membuat kue aromanya begitu terasa lezat, aroma kue yang dibuat Nay terasa hingga ruang kerja Kharel.


Kharel pun penasan dengan aroma kue yang begitu wangi itu, Kharel keluar dari ruang kerjanya dan melihat Nay di dapus yang sedang sibuk menata kue di piring.


Hmmm, kamu ngapain, 'ucap Kharel mengagetkan Nay.


Ohh my God..... Kagettttt!!!


Ini aku lagi bikin kue, kan kemaren aku uda izin minjam dapurmu buat bikin ini, 'ucap Nay sambil melanjut menata kue dipiring.


Oo, 'jawab Kharel singkat.


**


Hmmm kayanya enak tuh, dia ga nawaring gua lagi. Cihhh dasar cewek pelit, 'batin Kharel.


Uda sana lanjutin lagi kerjaan mu, nanti aku antar kue ini ke ruang kerjamu. Soalnya masih belum selesai aku nata kue nya.


mmm, 'jawab Kharel sambil berbalik badan berjalan ke ruang kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Nay pun selesai menata kue dipiring, dan Nay melanjutkan membersihkan dapur dibantu para pelayan.


Nay pun membagi bagi kan kue buatannya untuk para pelayan.


Dan semua pelayan memuji kue buatan Nay yang begitu enak dan lembut.


Setelah mereka selesai membersihkan dapur, Nay pun membuatkan kopi untuk Kharel. Nay meletakkan kopi dan piring berisikan kue buatannya tadi diatas nampan dan membawanya ke ruang kerja Kharel.


Bersambung...