
****
Kharel menarik kursi meja makan tetapi Nay sama sekali tidak mengambilkan makanan untuk Kharel, akhirnya Kharel mengambil makanannya sendiri.
Dimeja makan begitu hening, sama sekali tidak ada percakapan.
Nay memakan sarapannya begitu lahap.
Kharel yang melihat Nay merasa heran.
**
Kenapa dia begitu rakus, tidak seperti biasanya, tapi kok dia terlihat semakin cantik.
Nay menyelesaikan sarapannya dan berlalu begitu saja. Nay menganggap seperti tidak ada orang lain diruangan itu, dia bersikap siapa lu siapa gua.
Hmmmm Kharel menghembuskan napasnya frustasi, sambil melihat Nay yang berjalan menuju kamar mereka.
Kharel merasa risau, merasa begitu frustasi melihat sikap Nay yang tiba tiba berubah. Kharel tidak suka dengan sikap Nay yang cuek seperti itu.
**
Apa seperti ini rasanya dicuekin tidak diperdulikan. Hmmm 'batin Kharel lalu pergi meninggalkan rumah berangkat kerja.
Sepanjang jalan Kharel memikirkan sikap Nay.
Tiba tiba ponselnya berdering bunyi pesan masuk.
Kringg...
📩
Rell... Apa hari ini kamu sibuk? Aku ingin makan siang diresto ZZ, kamu bisa kan?
Isi pesan dari Briella.
Tetapi Kharel hanya membaca tidak membalas pesan dari Briella.
Beberapa menit kemudian, Briella mengirim pesan lagi.
📩
Aku tunggu ya Rel..
Isi pesan Briella.
****
Kharel hari ini begitu tidak fokus, pikirannya di penuhi dengan wajah dan sikap Nay. Pekerjaannya semua terbengkalai, Kharel yang duduk di meja kerjanya mengadahkan kepalanya ke atas sambil memegang kepalanya yang begitu terasa pusing.
****
Jam makan siang tiba, Kharel melihat jam ditanganya dia pergi keluar kantor untuk makan siang.
Briella kembali mengiri pesan lagi.
📩
Rel.. Aku tunggu di resto ZZ ya.
Isi pesan Briella.
Kharel yang membaca pesan dari Briella, akhirnya memutuskan menemui Briella.
Kharel berniat akan menceritakan semuanya kepada Briella, bahwa dia sudah punya istri.
Dirumah Kharel dan Nay.
Bunyi telpon rumah berdering, Nay yang sudah berada dirumah mengangkat telpon yang berdering.
📞📞📞📞
Nay: Halo...
Briella: Iya haloo, apa Kharelnya ada bik?
Nay: maaf mba, Kharel tidak ada dirumah. Kharel masih dikantor, anda siapa ya?
Oh iya mba, maaf saya bukan bik Rosinta.
Dan Kharel tidak ada dirumah, masih dikantor, Yauda saya tutup ya mba. Trimakasih, 'jawab Nay ketus.
Bik... Bik 'panggil Nay.
Iya nona, kenapa? 'jawab Bik Rosinta.
Bik... Apa bibik kenal dengan gadis bernama Briella? tadi ada yang telpon katanya namanya Briella, 'ucap Nay.
Ohh itu non, yang kemaren nona perna tanya tentang orang perna tuan cintai, itu dia Briella, 'jawab bik Rosinta Jujur.
**
Ternyata gelang yang ada dilaci kerja Kharel yang kemaren aku lihat punya Briella, itu artinya Kharel masih mencintainya. 'batin Nay.
Oh yauda bik, makasih ya, 'ucap Nay.
Nay pergi masuk ke dalam kamar.
Nay duduk termenung dan manangis, ia berpikir bagaimana nasipnya dan nasip anaknya kelak.
Akhirnya Nay memutuskan tidak akan memberi tahukan semuanya kepada Kharel, Nay takut kehadiran anaknya tidak diterima, dan Nay juga memutuskan akan bekerja kembali.
****
Direstoran ZZ
Briella bingung dengan siapa tadi dia berbicara.
Briella merasa kalo yang tadi berbicara denganya bukan pelayan atau bik Rosinta.
Briella menunggu Kharel cukup lama, tetapi Briella yakin Kharel akan datang menemuinya.
Akhirnya yang ditunggu tunggu datang, Kharel terlihat berjalan dari arah pintu masuk restoran dan mulai mendekat ke arah Briella.
Briella merasa begitu bahagia melihat Kharel yang benar benar datang menemuinya.
Rel... Akhirnya kamu datang, 'ucap Nay sambil memeluk Kharel.
Jangan begini Bri semua orang melihat kita, lepasin... 'ucap Kharel.
Briella melepaskan pelukannya, dan berkata, 'ada apa Rel biasanya kamu enggak protes, walaupun banyak yang melihat',ucap Briella"
Kharel hanya diam, dan duduk dikursinya.
Briella memesan makan siang untuk mereka berdua.
Tanpa sepengetahunan mereka berdua, seseorang telah memotret adegan mesra Briella dan Kharel yang tadi berpelukan.
Dan foto foto yang baru saja difotret Risanti langsung di kirim kepada Nay.
Risanti merasa bahagia, karna selama ini dia tidak menyukai Nay bahagia.
Dan juga karna Riel lebih mencintai Nay ketimbang dirinya bahkan Mitha salah satu teman baiknya lebih memilih Nay.
Risanti merasa iri, sehingga dirinya begitu dendam kepada Nay.
Nay yang melihat isi pesan dari Santi sedikit terkejut, Nay baru ingat kalo wanita yang pernah menambraknya di perputakaan itu adalah Briella. Air mata Nay jatuh begitu deras sambil bergumam.
**pantes saja, ternyata dia wanita yang cantik pantes Kharel masih mencintainya. Sedangkan dibandingkan diriku tidak sebanding dengan Briella** gumam Nay sambil menangis tersendu sendu.
Nay menghentikan tangisnya dan memutuskan akan pergi dari rumah itu, dia memutuskan untuk meninggalkan Kharel dan mengurus anaknya sendiri tanpa Kharel ketahui.
Nay mengambil kopernya dan mengambil beberapa pakain dan keperluannya. Lalu ia menghubungi Mitha, untuk menjemputnya ditaman nanti.
📞📞📞
Nay: Halo Mitha, tolong jemput gue ditaman NN dan beberapa hari ini gue ingin tinggal bersamamu, apa boleh?
Miha: oke Nay, lu tunggu disana dulu ya, lu otw.
Tanpa bertanya apa apa Mitha langsung meng iya kan perkataan Nay. Karna ia tau Nay pasti lagi ada masalah, jadi dia memutuskan untuk bertanya pada saat sudah bertemu.
Bersambung...