Married Without Love

Married Without Love
30. Direstoran Seafood



****


Hmm Bri, aku berangkat ke kantor ya sejam lagi aku ada meeting. 'ucap Kharel.


Oh yauda Rell. 'jawab Briella sambil langsung memeluk Kharel.


Kharel merasa pelukan Briella berbeda dengan pelukan Briella, tidak sehangat pelukan Nay.


Tetapi Kharel tidak terlalu memikirkan hal itu, karna sat ini yang ia rasa sangat bahagia bisa kembali bersama Briella.


Setelah mereka selesai berpelukan Kharel pamit.


Hati hati dijalan, 'ucap Briella sambil melambaikan tangannya.


****


Seminggu sudah berlalu.


sikap Kharel berubah kepada Nay.


Akhir akhir ini Kharel sering pulang larut dan tidur di ruang kerjanya.


Seperti pagi ini, Kharel pagi pagi sudah pergi dan tidak memakan sarapan yang sudah disiapkan Nay.


Mas kok buru buru, sarapan dulu. Ini sudah ku siapkan. 'ucap Nay.


Ga perlu, aku makan diluar saja aku ada urusan penting. 'jawab Kharel lalu berlalu pergi keluar rumah.


**


Ada apa dengan Mas Kharel, apa aku ada salah. Kenapa sekarang Mas berubah, jarang sarapan dirumah bahkan pulang kerja selalu larut dan lebih memilih tidur diruang kerjanya. Apakah sesibuk itu, Hmmm. 'batin Nay.


Sebelum berangkat kekantor Kharel biasanya singgah ke apartement Briella mereka sarapan bersama bahkan Kharel sering mengantarkan Briella ketempat kerja barunya.


Briella, sering minta diantar karna beralasan belum hapal daerah kota itu, karna sejak pergi keluar negeri dia tidak perna pulang jadi semua tampak berubah dan lain untuk Briella.


Dirumah.


Nay sudah siap siap berangkat kuliah, seperti biasa Nay diantarkan oleh pak Sarif.


Pak Nanti jemput saya jam 10 an yah, soalnya saya cuma ada satu mata kuliah perintah Nay kepada pak Sarif.


Pak Sarif mengiyakan perkataan Nay.


Lalu Nay turun dari mobilnya dan memasuki gedung kampusnya.


****


Sesi kuliah pun selesai, pak Sarif sudah menunggu Nay.


Nay yang masuk kedalam mobil menyuruh pak Sarif untuk berhenti di toko buku dan perpustakaan.


Pak Sarif melajukan mobilnya, tiba di toko buku Nay sibuk dengan memilih milih buku untuk referensi menyusun skripsinya.


Tiba tiba seseorang menambrak tubuh Nay.


Maaf mba enggak sengaja, 'ucap Briella tulus.


Oh enggak apa apa mba, 'ucap Nay takkala tulus.


Hmm sekali lagi aku minta maaf ya mba, 'ucap Briella.


Nay pun mengangguk dan tersenyum.


****


Hingga waktu makan siang tiba.


Nay melirik jam ditangannya, tiba tiba rasanya ia sangat ingin bertemu Kharel,.


Akhirnya Nay, memutuskan untuk singgah dikantor suaminya sekalian makan siang bersama.


Nay pun mengajak pak Sarif menuju kantor Kharel.


Sesampainya di kantor Kharel.


Nay turun dari mobilnya, melangkah kan kakinya menuju resepsionis.


Mba... Apa pak Kharelnya ada diruangannya?


Anda keperluan apa ya Mba, apa sudah buat janji duluan?'Kata salah satu resopsionis.


Hmm harus buat janji dulu ya? 'ucapp Nay.


Iya mba, 'jawab resepsionis itu.


Tiba tiba salah satu resepsionis tiba dari toilet. Melihat Nay yang sedang berbincang dengan temannya sama sama resepsionis.


Nona, apa nona mau ketemu pak Kharel? 'tanya salah satu respesionis yang baru saja tiba dari toilet.


Iya apa pak Kharelnya ada? 'tanya Nay.


Maaf nona tadi selesai rapat setengah jam yang lalu pak Kharel pergi keluar. Saya kira pak Kharel akan makan siang dengan anda nona, karna pak Sam tidak ikut. 'ucap Sang resepsionis.


Ohh begitu, kalo begitu saya pergi dulu ya. Trimakasih infonya. 'ucap Nay rama. Sambil berlalu dan menghubungi pak Sarif.


****


Ehh itu siapa yang cari cari pak Kharel, 'tanya salah satu resepsionis tadi kepada temannya.


Itu istri pak Kharel! 'jawaban dari resepsionis yang menyambut Nay dengan lembut.


Apa? Ohh God bagaimana ini tadi aku tidak bersikap rama. 'ucap temannya itu.


Hmm uda santai aja nona Nay itu baik hatinya, lagian kamu kan baru disini jadi wajar saja. Nona Enggak akan marah kok, tidak akan mengadu sama pak Kharel.


****


Nay meminta Pak Sarif untik mengantarkannya kesalah satu restoran seafood. karna sejak tadi Nay sudah lapar dan sangat ini makan seafood, entah kenapa bisa sangat ingin makan di seafood padahal Nay tidak terlalu suka makan seperti itu, kecuali cumi goreng.


****


Sesampinya direstoran.


Nay langsung turun dari mobil dan langsung masuk kedalam restoran, ketika hendak mencari cari tempat yang nyaman untik dia duduki.


Tiba tiba matanya tertuju pada sosok yang sangat ia kenal, ia melihat suaminya makan siang dengan seorang wanita, mereka terlihat mesra.


Nay langsung membalikkan badannya dan pergi meninggalkan restoran, seketika rasa laparnya hilang. Nay pergi dengan hati yang begitu sakit bagaikan tertusuk duri dan air matanya membasahi pipi cantiknya.


****


Sedangkan Kharel dan Briella yang sedang makan siang terlihat begitu mesra, Briella sering terlihat menyuapi Kharel. Tetapi entah kenapa setiap Briella bersikap manis, Kharel merasa berbeda sedikit risi.


Wajah cantik nya yang terlintas dipikirannya.


Bersambung...