Married Without Love

Married Without Love
11. Kharel si Tampan nan Perfect



****


Ehh Nona sudah pulang, nona mau masak untuk siapa?


Apa nona mau makan? Biar saya masak kan, 'ucap bik Rosinta.


Iya bik Nay mau masak untuk Tuan Kharel, 'jawab Nay.


Apa non, Tuan Kharel tumben tuan uda pulang, maaf non saya tidak tau tuan sudah pulang kirain pulang sore jadi saya tidak ada masak buat makan siang. 'ucap bik Rosinta.


Iya bik, enggak apa apa. Ini Nay mau masak makan siang, 'ucap Nay.


Yauda nona biar saya bantu, 'ucap bik Rosinta.


****


Terlihat Kharel keluar dari kamarnya, sudah rapi memakai pakaian casual baju koas putih, celana pendek warna coklat cream dan jam tangan kulit warna coklat dan memakai sepatu sneaker warna putih.


Terlihat sangat tampan, santai, perfect dan wangi.


**aslikkkk kekiniaan bangetttt siapapun yang melihatnya bakal klepek klepek**


Kharel berjalan menuju dapur setelah mendengar suara Nay dari arah dapur.


**


Ternyata dia sudah pulang ngampus, 'batin Kharel


Hei kamu, 'panggil Kharel


Nay berbalik badan, Nay terpeson melihat pemandangan dihadapannya.


**


bagaimana bisa uda tampan makin tampan lagi, duhhh waww banget sih calon suami gue, hihi 'batin Nay.


Kenapa bengong, Kamu ngapain di dapur? Bukannya tangan mu sakit? 'tanya Kharel


mmm


Maaf Tuan, oh kalo tangan Nay uda baikan kok tuan, berkat saleb dari tuan.


Tuan mau kemana? Silahkan Tuan makan siang dulu, 'ucap Nay sambil Nay menarik kursi dan membalik piring yang ada diatas meja makan dan menarok nasi ke piring tersebut.


Kharel pun duduk, aku mau ngajak kamu keluar beli cincin pernikahan kita nanti, tadinya mau sekalian makan diluar saja, aku pikir kamu belum pulang kuliah. 'ucap Kharel.


****


Makan siang pun selesai, Nay berdiri hendak membersikan meja.


Sudah enggak usah dibersikan, biar pelayan aja. Sekarang kamu siap siap enggak pake lama, aku enggak suka menunggu, 'perintah Kharel.


Iya Tuan, 'jawab Nay.


Nay langsung bergegas masuk kamarnya dan membersihkan diri dikamar mandi, setelah itu Nay ganti pakaiannnya dengan dress selutut warna biru campur putih, memakai sepatu sneaker putih motif bunga bunga dan tas sling bag kecil warna coklat cream serta gelang kecil imut menghiasi tangan Nay yang putih mulus, mempoles sedikit wajahnya, dan memakai lipstik warna pink.


Setelah rapi, Nay keluar kamar menghampiri Kharel yang sudah menunggu didalam mobil.


**Dari dalam mobil Kharel tampak memperhatikan Nay yang begitu cantik meskipun hanya berdandan tipis. Tak bisa dipungkiri Kharel mengagumi Nay yang cantik nan anggun**


Nay mengetok kaca mobil membuka pintu mobil dan duduk di samping Kharel.


Maaf uda membuatmu menunggu Tuan, 'ucap Nay.


Mereka pun berangkat meninggalkan rumah, Kharel menyetir dengan kecepatan rata rata.


Sepanjang jalan didalam mobil begitu sunyi, hanya suara mesin mobil dan klakson kemacetan yang terdengar


Ketika lampu merah mobil berhenti, kharel pun buka suara.


Oh ia, kamu jangan manggil aku Tuan terus. Emang kamu pelayan ku? 'ucap Kharel.


Jadi manggil apa dong? 'tanya Nay.


Terserah kamu saja yang penting jangan Tuan, 'kata Kharel.


mmm kalo Nay panggil Pak gimana? Atau Kakk? 'tanya Nay.


Cih, emang aku uda tua dipanggil pak. Kak lagi apaan itu, emang aku kakak mu, yang bagusan dikit ngapa 'ucap Kharel.


Yauda Nay panggil pake nama aja enggak apa apa kan? 'tanya Nay.


mmm enggak masalah, yauda panggil nama saja 'ucap Kharel.


Siap, 'jawab Nay sambil memperlihatkan senyum indahnya.


****


Mereka pun telah sampai disebuah mall besar milik Kharel.


Mereka pergi ke toko perhiasan, sesampainya ditoko mereka disambut dengan rama.


Silahkan Tuan, Nona mau pilih perhiasan mana.


Ini model terbaru tuan, nona. 'ucap sang pelayan toko sambil menunjukka beberapa cincin, kalung, anting, gelang yang ada di dalam etalase kaca.


mmm kami mau beli cincan pernikahan, 'ucap Kharel.


Yang ini tuan, cincin keluaran baru. 'ucap sang pelayan toko sambil mengambil beberapa cincin dan meletakkannya diatas etalase.


Kamu pilih yang mana? 'tanya Kharel


Nay pun memilih cincin model polos tetapi terlihat mewah.


**


Wahh kenapa pilihannya sama dengan yang ingin ku pilih, 'batin Kharel


Kami pilih ini dan tolong ukir inisial kami, 'ucap Kharel sambil menuliskan inisial mereka dikertas.


**Nay tidak memperhatikan apa yang Kharel tulis**


Pilihan nona sangat bagus sekali model terbaru,


Silahkan dibayar dibagian kasir Tuan, 'ucap pelayan toko.


Nay dan Kharel berjalan menuju kasir.


Mau bayar cash atau tidak tuan? tuan tadi request mengukir inisial


Jadi cincin baru bisa diambil dua hari lagi tuan 'ucap kasir toko.


Saya bayar cash dan tolong antarkan cincinnya kerumah saya. 'ucap Kharel.


Bersambung...