
****
Nay naik ke atas ranjang dan membaringkan dirinya membelakangi Kharel.
**
Baru digituin uda nangis, tapi itu semua demi kesehatannya 'batin Kharel tetapi tetap merasa iba melihat wajah sedih Nay.
Sayang sudah tidur? 'tanya Kharel.
Nay hanya semakin membenankan dirinya didalam selimut, dan Kharel tau Nay belum tidur.
Kharel mendekat dan menarik Nay kedalam pelukannya.
Sayang... Mas seperti itu karna tak ingin kalian kenapa kenapa, 'ucap Kharel memberikan pengertian.
Nay hanya mendongokkan kepalanya melihat Kharel.
Kharel mengecup kening Nay, enggak bagus ibu hamil cemburut seperti ini, 'Ucap Kharel.
Hmm 'jawab Nay.
Kharel menyuruh Nay untuk tidur dan Nay menurut lalu tertidur dipelukan Kharel.
****
Jam 2 malam terbangun karna bermimpi makan Coklat.
ternyata hanya mimpi, 'gumam Nay.
Lalu Nay menggeser tangan Kharel lalu pelan pelan turun dari kasur dan keluar membuka pintu sangat pelan.
Nay berhasil membuka pintu tanpa menimbulkan suara, tetapi Kharel sudah terlebih dahulu sadar sejak Nay menggeser tangannya.
Nay, dengan kali jinjit jinjit berjalan ke arah kulkas yang didapus, Nay membuka kulkas dengan mata yang berbinar binar.
Nay segera mengambil coklat yang sudah ia mimpikan tadi.
Lalu memakannya diatas meja, Nay tiba tiba mendengar suara kaki berjalan ke arah dapur.
Nay dengan sigap menunduk dan bersembunyi di bawah kolong meja makan. Dia lupa kalo bungkusan coklatnya tertinggal di atas meja.
Kharel melirik ke arah meja makan dan melihat ada bekas plastik coklat tapi yang memakan tidak terlihat, kharel mendekati meja makan dan melihat sekeliling Nay tidak ada.
Lalu kharel menghidupkan lampu, Kharel melihat gaun piama Nay terlihat sedikit membuat Kharel tau kalo istrinya sedang sembunyi dikolong meja.
Kharel pura pura tidak tau, lalu Kharel membuka kulkas sambil bergumam sedikit keras supaya Nay dengar dan keluar sendiri.
**Hmmm tadi aku lupa membuang ini semua, mumpung ingat aku buang saja sekarang** ucap Kharel sedikit keras.
Nay yang mendengar hal itu, replek berdiri.
Tukkk
Suara benturan kepala Nay mengenai meja, dia sampe lupa kalo dia sedang berada dikolong meja.
Kharel melihat hal itu ingin sekali tertawa melihat tingkah Nay.
Hmmm ngapain dikolong, 'tanya Kharel.
Nay pun keluar dari kolong dengan cengegesan dan mulut yang belepotan dengan bekas coklat.
Masss... Jangan dibuangg jajanan Nay. 'ucap Nay lembut sambil mendekati Kharel.
Hmmm, kenapa harus makan coklat malam malam sayanggg, lampunya juga enggak kamu hidupin kalo kamu nabrak gimana sayanggg,,'ucap Kharel.
Maaf Mas...
Nay mempiin ini coklat, lagian bukan kemauan aku tapi kemauan anakmu mas, inget mas ada dua nyawa didalam sini 'ucap Nay sambil mengelus perutnya yang sedikit sudah menonjol.
Hmmm, kalo mau sesuatu pergi kemana mana bilang sama mas, kamu itu ceroboh sayang, 'jadi mas enggak mau kalian kenapa kenapa, 'Ucap Kharel sambil mengelus perut Nay.
****
Keesokan harinya Nay memaksa ikut kebandara, mau enggak mau Kharel menurutinya daripada Nay merengek meminta ikut bersama mama papanya mending dituruti saja.
Mereka pun mengantarkan papa mama dan oma nya kebandara.
Cukup lama Nay nangis sampai membuat Kharel frustasi bingung mau lakuin apa.
Nay berubah ubah kadang seperti laki laki terlihat tomboy kadang seperti wanita yang sangat manja.
Sayang, uda jangan nangis lagi. 'pinta Kharel sambil menyetir.
Mas yang salah harusnya mas halangi mereka pulang, Nay mau sama mereka 'ucap Nay dengan nada yang sesunggukan.
Lagian kan mama bakal sering datang sayangg, dan nanti kalo uda kuat janin yang diperut
Mas akan mengajak kamu ketempat oma dan maama.,,'bujuk Kharel lembut sambil mengelus perut Nay sayang.
Janji? 'tanya Nay penuh harap.
Iya sayang...
Ayok kita pulang, 'ajak Kharel.
Nay pun mengangguk, lalu mereka berdua berlalu pergi.
Sepanjang perjalanan pulang Nay masih terlihat murung.
**
Entah kenapa istriku ini jadi sangat gampang menangis, kadang sangat keras kadang lembut. Cukup sulit ngadapin bumil modelan ini, hmmm aku harus mencari cara supaya dia kembali cerita 'batin Kharel.
Sayangggg, hari ini kita pergi ke taman hiburan yok. 'ajak Kharel.
Nay yang mendengar kata Taman hiburan raut wajahnya langsung berubah begitu sumringah sambil menatap kearah Kharel yang sedang mengemudi.
Seriuss sayanggg???
Iyaaa aku mau sayanggg... 'jawab Nay dengan gembira.
**
Nahh kan, uda kayak bunglon suka berubah ubah. Tadi sedih sekali ajak pergi main langsung bahagia. 'batin Kharel sambil menggelengkan kepalanya.
Nay sepanjang perjalan menuju taman hiburan begitu bahagia terlihat Nay sambil bersenandung ria. Seperti anak kecil saja.
Kharel yang melihat Nay begitu bahagia juga ikut bahagia.
****
Setelah sampai ditaman hiburan berbagai wahana mereka coba, Nay yang begitu semangat sangat tidak kenal lelah.
Padahal sudah cukup banyak wahana yang mereka mainin.
Sayanggg, aku mau naik itu.... Ayokkkk 'ucap Nay sambil menunjukkan Ke arah atas melihat wahana halilintar yang sedang bergerak cepat.
Sayangg jangan itu bahaya kamu lagi hamil muda sayanggg, mas tidak mau ambil resiko 'ucap Kharel.
Issssss 'lirik Nay ke arah Kharel melihat dengan jengkel.
Nay langsung berlari dan ikut mengantri.
Membuat Kharel membelalak kaget melihat Nay yang tidak tau takut.
Kharel menatap Nay kesal yang tidak mau mendengar ucapan Kharel.
Nay pun sudah menaiki wahana halilintar, Nay begitu bersemangat.
Dan entah kenapa Kharel tidak ikut menaik bersama Nay.
****
Setelah halilintar berputar Kharel terlihat khawatir, dia menyesal kenapa membiarkan Nay naik sendiri.
Ego Kharel menang dari pada harus mengalah.
Setelah beberapa putar suara teriakan teriakan terdengar riuh orang orang yang ikut menaiki halilintar begitu ketakuan dan bercampur bahagia.
Bersambung...