Married Without Love

Married Without Love
25. Emosi Kharel Meledak



Haii zeyengggnya Fii,


jangan lupa like dan votenya.


Sekalian difollow yah hihi


Mohon maaf karna masih banyak kesalahan,.


Masih pemula hihihi.


Selamat membaca!


😊😊


****


Kamu langsung pulang saja, pake mobilku itu, dan batalkan semua janji pertemuan hari ini dengan siapa pun itu da juga aku tidak kembali kekantor.


Kamu urus semua urusan hari ini, dan satu lagi selidiki semua tentang Rey dan perusahaannya jangan sampai ada yang terewat. 'ucap Kharel kepada Sam.


Sam pun mengiakan perintah Kharel dan minta izin pulang kepada Kharel karna Nay sudah masuk duluan kedalam rumah.


Sam langsung memutar mobil pergi meninggalkan rumah Kharel.


**


Somoga si bos tidak lewat batas sama nona Nay, 'guman Rey sambil menyetir mobil dengan kecepatan rata rata.


Lalu Sam mengambil ponselnya dan memilih salah satu kontak nomor dan menghubunginya.


📞📞📞


Halo, Selidiki semua tentang perusahaan RDAN MAHENDRA dan juga pemiliknya, jangan sampe tertinggal sedikit pun, dan jangan sampai dia mengetahuinya.


Kalo sudah selesai segera hubungi saya,.'ucap Sam kepada sesorang yang baru saja ia telpon.


Setelah mendaptkan jawaban dari seseorang tersebut, lalu Sam langsung mematikan telponnya.


Hhmmm pekerjaan nambah lagi, 'gurutu Sam


****


Nay yang sudah berada didalam kamar berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak cepat.


Tetapi Nay semakin tak tenang, Nay takutan memikirkan nasipnya. Melihat raut wajah Kharel tadi dimobil membuat Nay menciut dan sekarang mereka tinggal berdua dirumah itu.


Karna para pelayan tinggal di pafilium belakan rumah mereka.


**


Bagaimana ini, bagaimana nasipku selanjutnya, kenapa bisa kebetulan gini. 'batin Nay.


Ceklekkk


Suara hendel pindu terbuka dan brakk suara pintu terbanting dengan keras.


Nay langsung terlonjak kaget dan replek menoleh ke arah pintu, Kharel berdiri didepan pintu menunjukkan raut wajah yang sudah memarah karna sudah dari tadi menahan amarah.


Nay yang duduk di sisi rangjang ketakutan, ia hanya tertunduk tak berani menatap Kharel.


Semakin dekat jarak mereka, Nay semakin ketakukan badanya bergetar lemas dan tanpa ia sadari air matanya sudah membasahi pipi nya,


Padahal dari tadi ia sudah menahan air matanya supaya tidak jatuh.


Tetapi pada akhinya tanpa persetujuannya Air matanya tetap jatuh membasahi wajahnya yang begitu cantik.


Kharel sudah berada tepat didepan Nay, wajah Kharel sangat tepat didepan wajah Nay.


****


Kenapa hanya tertunduk, lihat aku! 'marah Kharel hinggal berdengung, untung kamar tersebut kedap suara jadi tidak ada yang mendengar.


Kenapa kamu tidak bilang kalo kamu kerja diperusahaan laki laki itu, bukanya dulu kamu sudah berjanji tidak akan berhungan dengan laki laki itu.


Apa kamu sudah lupa dengan janji mu itu, apa kamu suda ingat apa yang terjadi padamu setelah bertemu dengan laki laki itu. 'tanya Kharel penuh emosi.


Maaf, aku tidak tau kalo Rey yang punya perusahaan tempat ku bekerja, 'jawab Nay dengan masih menunduk


Alasan!


Sekarang juga kirimkan surat pengunduran dirimu, tidak ada penolakan.


Dan kamu tidak diperbolehkan keluar rumah selain pergi kuliah, 'ucap Kharel.


Ketika Kharel menaikkan wajah Nay yang tertunduk, betapa terkejutnya Kharel melihat wajah Nay yang sudah berurai air mata hinggal matanya memerah.


Nay akhirnya memberanikan diri membuka matanya, karna Kharel sudah menaikkan wajahnya.


Nay membuka matanya dengan perlahan, ia melihat Kharel dengan masih samar karna kelopak matanya dipenuh dengan air mata.


Ketika kharel melihat Nay sudah membuka mata, Kharel melihat dalam mata Nay, ia bisa melihat bahwa sorot mata Nay memancarkan aura ketakukan yang amat besar.


Seketika itu Kharel langsung melemah dan tersedar sudah membuat Nay ketakukan.


Replek Kharel memeluk Nay dan meredakan amarahnya.


Kalo kamu sudah tau akan terjadi hal seperti ini kenapa memilih kerja diperusahaan itu.


Jelas jelas kamu mengetahui kalo au tidak suka dengan Rey apalagi ketika melihat kamu dekat denganya, 'ucap Kharel lembut dalam keadaan masih memeluk Nay.


Maaf Khaa.. Tapi memang benar aku tidak tau hal itu. 'jawab Nay masih dalam ketaukan.


Kharel bisa merasakan bahwa Nay sangat ketakutan karna dari tadi Nqy masih gemetaran.


Sudah, apapun itu...


Segera keluar dari perusahaan itu. 'perintah Kharel.


Iya, besok aku akan mengantarkan surat pengunduran diriku. 'jawab Nay dengan nada lemah sambil melepaskan pelukan Kharel


Yasudah maafkan aku, dan sekarang kamu istrahat. Enggak usah pergi kuliah temani aku dirumah. 'ucap Kharel sambil memandang wajah Nay dekat sangat dalam dan lekat.


Akhirnya terjadilah hal yang seharusnya terjadi yaitu malam pertama mereka pada saat siang itu.


Bersammbung...