
Nay yang dari tadi sibuk menerima telpon dari mertuanya pun kewalahan.
Mamah Vita begitu heboh, mamah Vita berencana akan mengumumkan kepada teman teman sosialitanya. Begitu juga dengan papah Verel, papah Varel ingin sekali membritahu semua teman dan rekan bisnisnya bahwa ia akan memiliki cucu.
Dikantor Kharel.
**
Tuk tuk tukk
Sam mengetuk pintu ruangan Kharel.
Setelah mendapat izin masuk, Sam membuka pintu dan masuk mendekati Kharel.
Sam memberikan amplot berwarna cok berisi kan infomasi tentang Risanti.
Semua ada didalam amplot bos.
Risanti teman Nona Nay yang sudah merebut Riel dan menghianatinya, Risanti melalukan ini semua karna ia merasa iri dan benci kepada nona Nay. 'jelas Sam.
Hmmm 'jawab Kharel sambil melihat teliti semua isi amplot yang diberikan oleh Sam.
Dan juga perintah bos yang meminta nona Nay dikawal dari kejauhan sudah aman terkendali begitu juga beberapa alat penyadab lainnya selain di ponsell yang bos pasang, sekarang juga sudah dipasan dibeberapa sepatu jam tangan dan tas nona supaya lebih mudah mengetahui gerak gerik nona. 'jelas Sam panjang lebar.
Sangat bagus, saya mau Nay aman. 'ucap Kharel.
Tapi bos apa nona tidak akan terganggu, mungkin nona akan merasa ini semua berlebihan dan nona akan merasa risih. 'sanggah Sam.
Ini demi keamanan Nay dan anakku, aku tidak mau ambil resiko dan juga Nay berencana untuk meninggalkanku. Jadi cara apapun akan ku lalukan supaya Nay tetap disisiku. 'jawab Kharel.
Sam mengangguk mengerti.
Oh ya bos gimana mengenai nona Briella, apa bos masih ingin tetap bersamanya? Dan juga sekarang ini Nona Briella masih dirawat kemungkinan tiga hari lagi baru bisa pulang. 'ucap Sam.
Aku sudah menjelaskan semuanya kepada Briella, semoga saja dia mengerti.
Untuk sementara ini aku tidak bisa meninggalkannya karna dia kecelakaan disebabkan olehku, dia syok ketika mendengar semua perkataan ku tentang Nay, sehingga dia mengalami kecelakaan. 'jawab Kharel panjang lebar.
Tapi bos, bagaimana kalo sampe nona Nay tau. Saya rasa nona sudah cukup terluka setelah mengetahui tentang Briella, saya Khawatir nona akan semakin menjauhi bos, 'ucap Sam.
Aku juga bingung Sam, disatu sisi aku merasa bersalah kepada Briella, dan disatu sisi aku tidak mau Nay pergi dari hidupku. 'jawab Kharel frustasi sambil menekan pelipisnya.
Tapi kalo bisa saya kasih sarah sebaiknya bos menjauhi nona Briella, dan lebih memperhatikan Nona Nay apalagi saat ini nona sedang mengandung pasti nona sangat membutuhkan anda. 'saran Sam.
Kharel mengangguk tanda mengerti.
Yauda Sam kamu boleh pergi dan aku juga hari ini ingin pulang langsung pada jam makan siang, jadi tolong atur kembali jadwalku, 'ucap Kharel.
Siap bos 'jawab Sam sambil pergi berjalan meninggalkan ruangan.
****
Dikampus.
Nay lu kok uda masuk kuliah aja sih, harusnya kamu dirumah aja dulu. 'ucap Mitha.
Gue bosan Tha di rumah, enggak tau kenapa rasanya berada diluar rumah begitu menyenangkan, 'ucap Nay.
Tumben biasanya lu mah anak rumahan, kenapa tiba tiba jadi berubah gini, 'ucap Mitha heran.
Lu lupa gue lagi hamil. Mungkin bawaan si baby kali, 'jelas Nay.
Ohh ia ya juga, gue lupa. 'ucap Mitha.
Nay dan Mitha sibuk mengombrol dan tanpa sepengetahuan mereka berdua semua percakapan mereka didengan oleh Santi.
Santi yang mendengar Nay hamil sangat tidak senang, santi berencana untuk mencelakai Nay.
Sedangkan Kharel yang membuka ponselnya begitu kaget ketika melihat posisi Nay berada di kampus.
**
Bagaimana bisa dia sudah masuk kuliah, sedangkan dia baru saja sembuh. 'batin Kharel.
Kharel yang melihat Nay dikampus langsung pergi menemuinya, Kharel tau bahwa hari ini pak Sarif izin libur.
Kharel mengira Nay naik taksi atau bus kekampus sehingga ia berencana untuk menjemput Nay.
Sepanjang jalan Kharel khawatir dia merasa tidak tenang, meskipus dia sudah menugaskan dua pengawal untuk Nay.
Tetapi Kharel saat ini begitu merasa tidak tenang, Kharel menaikkan laju Mobilnya begitu kencang.
Sesampainya dikampus dia mencari Nay, dia sibuk mencari kesana sini tanpa ia sadar ia jadi pusat perhatian para mahasiswa lainnya, karna Kharel begitu mempesona.
Mata kuliah Nay yang baru saja selesai, ia merasa kebelet dan akhirnya ia pergi ketoilet tanpa ditemani Mitha.
Nay keluar dari kelas untuk pergi ke toilet, Nay tidak sadar bahwa Santi mengikutinya dari belakang. Nay masuk kedalam toilet, Santi yang menunggu didepan pintu toilet berencana ini menyeka kaki Nay supaya Nay terjatuh.
Suara pintu toilet pun terbuka, Nay yang hendak melangkahkan kakinya dijegat kaki Santi.
Keseimbangan Nay pun tidak stabil ketika hendak tersungkur tiba tiba lengan yang kekar menahannya dan Nay pun tidak jadi terjatuh kelantai.
Santi yang melihat bahwa Nay diselamatkan oleh suaminya,
Santi begitu ketakukan wajahnya berubah menjadi merah padam.
Karna semua orang tahu bahwa Kharel itu orang yang kejam dan dingin.
Santi segera ingin pergi, tetapi lenganya di cengkram kuat oleh tangan Kharel, Kharel terlihat sangat marah mencengkram lengan Santi begitu kuat.
Kharel berusaha menahan emosi ingin rasanya ia mengbogem orang yang ingin mencelakai Nay istrinya, tapi Kharel sangat tidak bisa menghajar wanita.
Bersambung...