Married Without Love

Married Without Love
32. Kinayia yang Cuek



Hai semua zeyenggnya Fii...


Trimakasih sudah setia membaca dan semoga kalian tidak bosan.


Mohon maaf kalo masih banyak kesalahan, tolong dimaklum.


Masih perdana menulis novel.


Jangan lupa vote dan likenya.


Dan follow akun Fii.


😊😊


Selamat membaca!


****


Akhirnya Kharel mengalah ia berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah Kharel selesai mandi, Kharel keluar dari kamar mandi dan melihat Nay yang menyembunyikan seluruh tubuhnya dibalik selimut.


Kharel keluar kamar berjalan kearah meja makan untuk makan malam.


Silahkan Tuan, apa nona tidak ikut makan malam? sejak tadi siang nona belum makan apa apa tuan. 'ucap pelayan.


siap kan saja, nanti biar aku bawakan ke kamar.


Kharel pun sudah selesai makan makanannya.


Dan kini ia sudah membawa nampan yang berisi nasi laok dan segelas air putih.


Kharel meletakkan nampa di atas nakas, Kharel tau Nay belum tidur.


Kharel menarik selimut Nay dan melihat Nay yang pura pura tertidur, melihat wajah Nay yang sembab dan pipi merah Kharel merasa menyesal.


Kharel melihat lengan Nay yang tadi ia cengkram.


Kharel mengelus lengan Nay yang memerah tiba tiba Nay meringis kesakitan. Ternyata Kharel menyembuh luka, luka dari bekas Cincin Kharel yang tadi mencegkram tangan Nay.


Nay membuka matanya, karna dia merasa sakit dilengannya.


Kharel menarik Nay kepelukannya, dan Nay hanya diam saja tanpa ada penolakan karna memang dia rindu dipeluk Kharek dan entah kenapa ia, selalu ingin didekat Kharel.


Tetapi tetap diam, dia tidak mau langsung memaafkn Kharel.


Maafin aku Nay, tadi aku emosi. Aku marah karna takut kamu kenapa kenapa. 'ucap Kharel masih dalam memeluk Nay.


Lalu Nay melepas pelukan Kharel tanpa menjawab sepata kata pun.


Lalu Nay melihat di atas nakas sudah ada makanan, ia langsung mengambil piring berisikan nasi, laok pauk dan sayur dan melahapnya hingga tanpa sisa dan menghiraukan Kharel yang terus memandangi Nay.


Nay sangat menyukai makanannya.


Kharel yang melihat hal itu begitu senang, tetapi sedikit heran karna jarang jarang Nay serakus itu.


Nay pun sudah selesai memakan makanannya, lalu kembali meletakkan piring kosong tersebut dan meminum air putih hingga habis.


Setelah itu Nay kembali menarik selimutnya dan kembali merebahkan tidurnya.


Lalu kembali ke kamar,sambil membawa kotak P3k.


Kharel naik keatas ranjang, melihat Nay yang sudah tidur. Kharel menarik tangan Nay begitu pelan pelan, lalu mengobati lengan nai yang terluka. Sambil berkata *maafkan aku Nay* dan menkecup kening Nay.


Lalu ia ikut merebahkan badannya,  ia mengeser kedekat Nay dan memeluk Nay. Kharel merasakan kenyamanan memeluk Nay, Kharel begitu tenang merasa sesuatu yang perna hilang kembali ia dapatkan yaitu kenyamanan.


Kharel kembali mengecup kening Nay dan juga mengecup kedua mata Nay yang cantik tetapi masih terlihat sembab.


****


Pagi pagi sekali Nay sudah terbangun dan Nay beranjak dari tempat tidur. Dan mengambil sesuatu dari tas kecilnya dan membawanya ke toilet.


Cukup lama Nay di dalam toilet, sudah sekitar 15 menit Nay menunggu hasil tespeknya hingga hasilnya menunjukkan dua garis, dia sudah mengira hal itu karna dia sudah telat datang bulan.


Melihat hasil tespeknya yang positif Nay begitu bahagia akan menjadi seorang ibu.


Tetapi Nay punya rasa sedih, karna Kharel ternyata tidak benar benar mencintainya dan dia takut Kharel tidak akan menerima hal ini.


Jadi Nay memutuskan untuk tidak memberitahu Kharel.


Nay, sudah berada di dapur membuat sarapan pagi bersama para pelayan.


Nay seketika berpikir untuk bertanya kepada bik Rosinta, pelayan yang sudah bekerja bersama keluarga Mayer, sejak Kharel kecil.


Bik...  Apa Nay boleh bertanya? 'tanya Nay.


Ada apa nona, 'ucap bik Rosinta.


Ini tentang Kharel, apa dulu dia perna punya mantan? 'tanya Nay.


Hmmm kalo mantan sih setau bibik tak ada nona, tetapi Dulu tua Kharel perna sangat menyukai Seorang gadis teman sekolanya.


Kalo enggak salah namanya Bri Bri Bri


Duh bibik lupa pokoknya ada Bri bri nya, 'jawab bibik.


Oh begitu yah bik, jadi sekarang gadis itu dimana, 'tanya Nay.


Dulu dia pergi keluar negeri non, kalo sekarang saya tidak tau non. 'jawab bik Rosinta.


Ohhh iya deh bik... 'ucap Nay.


Sedangkan Kharel yang baru saja bangun tidur, langsung mandi dan bersiap siap untuk Berpakaian. Kharel keluar dari kamar mandi menuju ruang berpakaian.


Kharel melihat diruang ganti Nay sama sekali tidak menyiapkan pakaian kerjanya, Kharel merasa Nay masih marah.


Kharel sama sekali tidak berpikir bahwa Nay sudah mengetahui semuanya, kalo ia sering bertemu dengan Briella.


Kharel pun membuka pintu lemarinya dan mengambil pakaiannya sendiri.


Setelah selesai berpakaian Kharel keluar dari kamar mereka menuju meja makan. Ia melihat Nay sudah menyiapkan sarapan diatas meja makan.


Kharel menarik kursi meja makan tetapi Nay sama sekali tidak mengambilkan makanan untuk Kharel, akhirnya Kharel mengambil makanannya sendiri.


Bersambung...