
****
Tiba tiba halilintar yang dinaiki Nay tersendat.
Mungkin ada kesalahan teknis atau hanya sebagian dari permainan.
Entahlah yang Kharel liat saat ini Wahana tidak bergerak sekitar 10 detik, membuat jantung Kharel berdetak cepat.
Setelah sekitar 10 detik Halilintar pun bergerak kembali dan memberhentikan permainan para pengunjung yang menaiki halilintar pun turun begitu juga Nay.
Petugas taman hiburan memohon maaf karna wahana halilintar tanpa tak terduga terjadi kesalahan teknis.
****
Nay berjelan menuju Kharel yang terlihat sangat panik dan wajah yabg begitu masam, membuat Nay sedikit merinding.
Nay tau bahwa saat ini Kharel sedang Khawatir dan marah.
Sa.. Sayangg... 'ucap Nay.
Ayok pulang! Ucap Kharel sedikit kesal.
Tetapi mata Nay tertuju pada box capit boneka, Ia sangat menginginkan boneka yang ada di box pencapit. Ia ingin sekali memainkan box capit itu tapi diurungkan karna Kharel terlihat tidak bersahabat.
Pulang! Ucap Kharel kesal.
Nay sedikit menoleh ke arah Kharel dengan rasa takut.
Tetapi tak bisa dipungkiri mata Nay beralih ke box capit boneka lagi.
Kenapa masih berdiri disitu, apa yang kau lihat, 'ucap Kharel sedikit meninggi sambil melihat kearah mata Nay yang tertuju ke box pencapit boneka. Tetapi Kharel tidak tau kalo Nay mengiginkan boneka yang ada didalam box.
Nay tersadar, lalu melangkahkan kakinya mengikuti Kharel.
****
Mereka segera pulang, terlihat wajah Kharel yang geram.
Kesal karna Nay tidak mau mendengarkan karna hampir saja terjadi hal yang tak diinginkan.
Kenapa kamu begitu keras kepala?
Kenapa tidak mendengar perkataanku.? 'ucap Kharel marah dan keras, yang sambil mengemudikan mobilnya.
Nay kaget dengan suara Kharel yang begitu keras, Nay menunduk tidak berani menatap Kharel. Terlihat matanya sudah memerah menahan tangis.
Kharel melirik kearah Nay.
Dengan cepat Kharel memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan mendekat ke arah Nay.
Nay begitu ketakuan, air matanya lolos begitu saja.
Kharel tetap mendekat dan sambil mengangkat tangan, semakin membuat Nay ketakuan dalam pikiran Nay Kharel akan memukulnya.
Kharel memasangkan safety bell Nay, Kharel melihat Nay sudah menangis melihat Nay menangis membuat hati Kharel melunak.
**
Betapa cerobohnya istriku ini, memasang sabuk pengaman saja dilupakan saking ketakutannya. Padahal aku tidak mungkin berbuat kasar. 'batin Kharel yang melihat Nay menangis.
Tiba tiba saja Nay merocos.
Kamu pikir itu kemauanku, aku juga enggak tau kenapa aku jadi aneh begini.
Kamu tidak tau rasanya, karna bukan kamu yang Hamil.
'ucap Nay kasar dan masih menangis sesunggukan.
Kharel terlonjak kaget melihat aksi Nay yang begitu menyeramkan.
Kharel sadar harusnya dia tidak Membentak Nay, karna memang ini bukan lah keinginan Nay tapi cabang baby nya yang membuat Nay melalukan hal aneh aneh.
Sayanggg, maafkan mas yang uda membuat kamu ketakutan.
Mas tadi hanya panik dan takut terjadi sesuatu kepadamu sayanggg...
Mass enggak merasa direpotkan kok, mas akan tetap peduli mau itu kamu lagi hamil atau tidaknya, tadi itu mas hanya panik dan Khawatir sayanggg, 'ucap Kharel lembut.
Nay tetap marah tidak luluh, biasanya Nay paling gampang luluh hatinya.
Nay hendak membuka pintu, dipikiran Nay ingin kembali ke taman bermain untuk mendapatkan boneka yang dia incar.
Kharel dengan cepat mengunci pintu mobil, karna ia tau Nay hendak turun.
Tindakan Nay membuat Kharel emosi, Kharel berpikir Nay ingin turun karna marah.
Padahal Nay hanya ingin kembali ke taman hiburan untuk mendapatkan boneka yang ia incar.
Nay.... 'bentak Kharel.
Nay seketika membeku, lemas mendengar pekikan Kharel.
Kenapa kamu begitu keras kepala, aku tau Kamu sedang hamil dan sensitif setidaknya jangan melakukan tindakan bodoh yang membahayakan mu, kamu tidak mememikirkan perasaab orang orang yang menyayangimu kalo sampai terjadi hal yang tak dinginkan. 'jelas Kharel masih dengan nada marah.
Nay tetap diam ketakukan mata cantiknya sudah mengeluarkan bulir air yang semakin deras.
Kharel menahan untuk tidak luluh melihat Nay yang sudah dari tadi menangis.
Kharel melajukan mobilnya kembali
Hanya keheningan sejak tadi dimobil Kharel, Nay sibuk dengan pikirannya sibuk memikirkan Kharel yang marah kepadanya, dan sibuk memikirkan boneka incarannya, hasrat untuk mendapatkan boneka yang di box capit begitu tinggi. Pikiran Nay mengutamakan boneka itu.
Sesampainya dirumah
Kharel turun duluan tanpa membukakan pintu mobil Nay.
Kharel masuk kerumah saja tidak melihat ke arah Nay yang masih duduk dimobil.
Nay melihat Kharel yang berjalan masuk rumah tanpa menunggunya.
Nay hanya menghela nafas sabar
Setelah lama duduk dimobil Nay merasa perutnya sedikit kontranksi, mungkin efek hari ini yang sudah begitu kelelahan bermain ditaman hiburan.
Nay berusaha bersikap biasa seperti orang yang tidak merasa kesakitan, Nay takut Kharel mengetahuinya.
Nay takut Kharel tidak akan mengizinkannya lagi untuk pergi keluar rumah.
Nay masuk kedalam kamar mereka, Nay mendengar suara percikan air Pertanda Kharel sedang mandi.
Kharel yang sedang mandi menyalakan air dingin dari shower untuk menenangkan pikirannya.
Sedangkan Nay merebahkan tubuhnya ditempat tidur, Nay menarik selimut untuk menutupi tubuhnya karna sedang menahan kontraksi yang hilang timbul membuat Nay mengepalkan tangannya begitu kuat dan tubuhnya yang berkeringat padahal suhu rungan dingin.
Bersambung...