
****
Kharel yang memperhatikan raut wajah Nay yang berubah merasa penasaran.
Sayang Kenapa cemberut ?'tanya Kharel sambil menarik kursi yang berada disebelah Nay.
Kenapa tadi tidak membangunkan ku saja? Aku kan tadi mau beli escream, 'ucap Nay dengan mata berkaca kaca.
Tidur kamu tadi sangat pules sayangg, aku tidak tega membangunkanmu.
Kan aku sudah beli begitu banyak dan rasanya juga berbeda beda sayangg.
'jelas Kharel dengan lembut.
Aku mau nya yang rasa durian, 'jawab Nay.
Membuat Kharel melongok kaget, bagaimana tidak terkejut Nay meminta rasa durian, padahal jelas jelas Nay tidak suka durian.
Kan kamu tidak suka durian sayang...kan ibu hamil tidak boleh makan durian juga sayangg, 'jelas Kharel dengan nada lembut.
Siapa bilang tidak boleh? Boleh kok makan durian lagian kan aku bukan minta durian asli aku cuma mau escream rasa durian, 'ucap Nay sambil menitikkan air matanya.
Kharel yang melihat Nay menangis, merasa bingung dan frustasi.
Yauda sayang aku akan pergi beli escream yang rasa durian, 'ucap Kharel.
Aku sudah tidak mau, 'ucap Nay sambil menangis sesunggukan.
Kharel terlihat sangat bingung.
Nay terus menangis sambil mengomel.
Nay hendak berdiri untuk pergi meninggalkan dapur.
Sayang, ayok makan dulu tadi siang kamu belum makan apa apa.
Sekarang ayok makan, mau makan apa biar ku ambilin. 'bujuk Kharel.
Tetapi Nay menolak.
Makan saja sendiri atau ajak saja kekasihmu itu, aku tidak lapar! 'ucap Nay ketus sambil berlalu meninggalkan Kharel menuju ruang nonton.
Kharel mengikuti Nay.
Sayang... Aku tidak punya kekasih aku itu cuma punya kamu,. 'ucap Kharel lembut.
Tetapi Nay tidak menjawab, dan semakin mempercepat langkah kakinya.
Sayanggg, jangan buru buru gitu kasian babynya sayanggg, 'ucap Kharel dengan sangat lembut.
Nay yang sudah tiba di ruang nonton mengambil remot tv dan menyalakannya,
Nay memilih menonton Masha and the Bear. Nay begitu menikmati tontonannya sehingga Nay tertawa terbahak bahak.
Kharel yang melihat hanya geleng geleng kepala.
Kharel kembali kedapur dan mengambil piring mengisinya dengan nasi dan laok pauk.
Lalu membawanya keruang nonton.
Kharel yang sudah duduk disamping Nay sambil memegang makanan yang ia bawa dari dapur, Nay seketika diam ketika Kharel sudah duduk disampinnya Nay berubah jadi cemberut.
Sayang... Jangan ngambek terus dong, sampai kapan cuekin aku nya, 'ucsp Kharel lembut.
Biarin, 'ucap Nay.
Ayok makan biar ku suapi, 'ucap Kharel.
Nay menggeleng tidak mau, tiba tiba Kharel mengambil remot dan mematikan tv.
Ayok sayang makan dulu biar aku kasih remotnya, 'bujuk Kharel.
Akhinya Nay membuka mulutnya dan Kharel menyuapi Nay, Kharel menyalakan tv nya kembali.
Nay menonton sambil disuapi oleh Kharel, Nay sibuk menonton tv dengan tertawa tawa sambil mengunnya makanan yang Kharel suapi.
Sayangg telat dulu makanannya baru tertawa sayanggg... Nanti keselek, 'perintah Kharel.
Issss bawel.. Uda ah sini biar aku makan sendiri saja, kamu pergi saja, 'ucap Nay sambil menarik piringnya.
Enggak, uda biar aku suapin.
'ucap Kharel.
Nay pun membiarkan Kharel menyuapinya hingga habis.
Beberapa menit kemudian.
Nay melihat di tv ada iklan pizza seketika Nay merasa sangat menginginkannya.
****
Mas...... Teriak Nay kencang. Membuat Kharel kaget hampir tersendak yang sedang makan di dapur.
Kharel menghampiri Nay.
Ada apa sayang triak triak, 'tanya Kharel.
Mas aku mau pizza yang tadi ada di iklan tv, ayok sekarang kita keluar beli pizza 'pinta Nay.
Yauda sayang mas saja yang pergi beli kamu tunggu dirumah, 'ucap Kharel.
Aku ikut, 'pinta Kharel.
Enggak tunggu dirumah saja, ini sudah mau mangrib sebentar lagi gelap. 'perintah Kharel yang dianggukan Nay.
Kharel mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah.
Ditengah perjalanan ponsel Kharel berdering.
📞📞📞
Halo Rell... Apa kita bisa bertemu?
Aku sangat merindukanmu, aku baru saja diperbolehkan pulang oleh dokter.
Aku tunggu kamu di restoran MM.
Ucap Briella dan langsung menutup telponnya.
Akhirnya Kharel memutuskan untuk menemui Briella, Kharel berencana untuk menyuruh Briella tidak memhubunginya lagi dan bermaksud untuk tidak saling berhubungan lagi.
Kharel memutar balik mobilnya dan kembali menuju restoran MM yang berdekatan dengan Toko Pizza.
Sesampainya di restoran Kharel melihat Briella yang sudah menunggunya, Kharel mendekat dan duduk tepat dihadapan Briella.
Rel,... Yang kemaren kamu katakan semuanya bohong kan? 'tanya Briella.
Bri... Aku minta maaf tetapi semua yang ku katakan memang benar adanya, dan aku mencintai istriku, 'jelas Kharel.
Briella menitikkan air matanya seakan dia tidak percaya dengan apa yang sudah Kharel katakan.
Kharel mencintai istrinya, Kharel lebih memilih istrinya dari pada dirinya sendiri.
Bersambung...