Married Without Love

Married Without Love
57. Bertemu Debayi



****


6 bulan sudah usia kandungan Nay yang tampak begitu besar. Terlihat seperti sudah mau lahiran karna perut Nay yang besar dan Nay melai kesulitan untuk begerak bebas.


Sifat Nay yang kadang melow, kadang juga sangat garang dan maunya juga banyak banget yang membuat Kharel sering kewalahan.


Mungkin efek hamil kembar.


Kharel yang melihat Nay seperti kewalahan membawa perutnya yang buncit membuat Kharel ibah dan sedih hawatir juga.


Bagaimana tidak hawatir umur Nay juga masih mudah dan harus mengandung anak kembar itu membuat Nay akan lebih extra mengeluarkan tenaga.


Dimeja makan.


Mass nanti jangan lupa kita cek kandungan jam 11, 'ucap Nay.


Iya sayanggg, mas tidak akan melewatkan pertemuan mas dengan anak kita. Mas akan cepat dari kantor, 'jawab Kharel.


Setelah selesai sarapan, Nay mengantarkan Kharel kedepan rumah dengan berjalan pelan pelan sambil dituntun Kharel.


Kharel yang melihat Nay berjalan kewalahan, membuat Kharel selalu enggan meninggalkan Nay lama lama. Setiap hari Kharel berusaha pulang cepat dan pekerjaannya sebagian diambil alih Sam asistennya.


Sayangg, maafin mass yah tiap hari ninggalin kamu dirumah, 'ucap Kharel lembut.


Ihhh mass lebay deh, Nay kan tau mas kerja. Sebagai Presdir lagi,


Pimpinan tanggung jawabnya besar.


Lagian Nay enggak keberatan kok mas, mas juga kan selalu bantu Nay dan nurutin apa yang Nay mau. 'jawab Nay sambil memeluk Kharel.


Yauda nanti mas akan datang cepat, mas berangkat dulu ya. 'ucap Kharel sambil mengecup kedua pipi Nay dan kening Nay. Tak lupa Kharel mencium perut Nay kiri kanan.


**Sayanggnya daddy jangan nakal yah, jangan buat mommy capek dan jaga mommy kalian yah sayanggg, 'ucap Kharel sambil mengelus perut Nay dan mendapat tendangan dari dalam perut Nay.


Lalu Kharel pergi meninggalkan Nay.


Setelah Kharel pergi bekerja Nay masuk keruang kerja Kharel untuk mengirim revisian skripsinya ke dosen pembimbingnya, karna sekarang Nay bimbingan lewat email atau pesan Chat. Efek hamil Nay sidah cukup besar, Kharel meminta kepads pihak universitas untuk melonggarkan Nay dan kuliah secara online.


****


Didalam mobil Kharel dan Nay sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit, benar Kharel menjemput Nay lebih awal karna Kharel tidak sabar bertemu dengan anak mereka.


Wajah Kharel terlihat begitu bersamangat mengingat akan berjumpa dengan anak anaknya, sampai ia melupakan masalah pekerjaannya.


Sesampainya dirumah sakit, Kharel begitu mesra menuntun Nay berjalan menuju ruang tunggu bagian kandungan.


Kharel menyematkan tas Nay di tubunya sambil memegan tangan Nay menuntun Nay berjalan.


Sekitar yang begitu rame orang orang dan juga ibu hamil lainnya begitu terpesona melihat Kharel dengan ketampananya dan melihat kesiagaan Kharel.


Setiap mata yang melihat mereka akan memuji pasangan itu ada jugs yang merasa iri.


Mereka berdua menunggu antrian.


Kharel terus saja mengelus perut Nay yang selalu mendapatka respon dari dalam perut Nay membuat Nay meringgis kesakitan karna tendangan anak mereka.


Sayanggg anak selalu cepat respon tiap daddynya sentuh, mereka pasti sangat bahagia dan mas sudah tidak sabar bertemu mereka. 'ucap Kharel yang hanya dibaalas senyuman oleh Nay.


Sayangg... Jangan dielus terus dong dedenya nendang terus sakit tau mas lagian malu diliat banyak orang, 'ucap Nay.


Ngapain malu sayangg... Lagian mas mau main sama anak anak kita sayanggg, 'ucapp Kharel.


Sayang kalo mau main tunggu mereka lahir dulu, mereka nendang terus mas tiap mas sentuh, kan Nay kesakitan mas, 'ucap Nay.


Iya iyaaa bumil bawel, ihh bumil bawel banget sihhh... Gemessssinn, 'ucap Kharel sambil mencubil pipi gembul Nay.


Akhirnya pemeriksaan giliran Nay, Nay masih saja deg deg an setiap akan cek up begitu juga Kharel.


Kharel menggenggam tangan Nay membawa masuk keruang pemeriksaan.


Selamat pagi menjelang siang pak Kharel dan ibu Kinayia, 'ucap dokter dengan ramahtama.


Silahkan buk baring, 'ucap suster yang membantu Dokter.


Setelah itu dokter melakukan pemeriksaan dengan mengeser geses alat USG nya, setelah menemukan keberadaan babynya dokter memperjelas di monitor.


Anak anak ibu dan bapak sangat sehat, dokter memperlihatkan wajah baby yang jenis kelaminnya perempuan sedangkan yang laki laki tidak mau memperlihatkan wajahnya.


Mereka yang diruangan tersebut tertawa, karna baby yang laki laki tidak mau menunjukkan wajahnya.


Tuh liat jagoanmu sayanggg, pasti kayak kamu cuek, sampe menampakkan wajahnya aja dia enggan, 'ucap Nay.


Iya dong kaya daddy nya pasti tampannya juga sama kayak daddy nya 'jawab Kharel bangga.


Disambit dengan tawa orang orang yang ada diruang itu.


Dokter pun memperlihatkan detak jantung baby mereka.


Detak jantungnya juga normal semua, 'Ucap Dokter.


Setelah selesai USG mereka konsultasi dan dokter menyarankan.


Ibu Nay kurangi minum yang dingin dingin ya, biar baby tidak terlalu besar supaya mempemudah persalin nanti, dan rajin olah raga, 'ucap Dokter.


Saya ikut senam ibu hamil kok dok, karna saya ingin persalinan secara normal.


,'jawab Nay.


Bagus itu bu Kinayia, Senam bumil sangat bagus untuk kenlancaran proses bersalin dan untuk baby nya juga apalagi kalo diikut sertakan dengan suami, 'ucap dokter.


Bersambungg..