Married Without Love

Married Without Love
54. Pencabit Boneka



****


Kenapa lu diam aja Nay, lu sedih gua bakal nikah saama cowo yang lu cintai? 'Tanya Santi dengan raut sombongnya.


Nay menghela nafas, maaf ya Risanti gua malas berurusan sama lu, karna lu sama sekali tidak penting.


Gua sama sekali enggak sedih lu berdua bakal menikah.


Jadi tolong berhenti gangguin hidup gua, kalo masih mau hidup dengan tenang. Karna suami gua ga bakal tinggal diam! 'tegas Nay.


Santi pun menciut dan pergi meninggakan Nay dan Mitha.


****


Jam mata kuliah berakhir.


Sudah pukul 14:00 Nay dan Mitha keluar dari kelas.


Nay berencana akan pulang menggunakan Taksi karna tadi pagi diantar oleh suaminya.


Tiba tiba terlintar di benak Nay tentang boneka yang ia dambakan.


Thaa... Kita ketaman hiburan yokk... 'ajak Nay penuh harap.


Enggak salah lu Nay, semua lu baka marah kalo sampai tau lu pergi ke taman hiburan pagi. Lupa lu sama kejadian seminggu lalu? Uda deh Nay, jangan nambah masalah lagi. 'jelas Mitha.


Thaaa... Suami gua bakal enggak tau kalo lu diem aja,


ayok sih Tha... 'ajak Nay penuh harap.


Gua takut suami lu bakal tau dan akan marah Nay.... 'Ucap Mitha.


emmmm... Yauda deh ga jadi. 'ucap Nay.


Nay berencana akan pergi sendiri, karna percuma ngajak Mitha bakal tetap enggak mau.


Akhirnya keduanya berpisah di depan kampus.


Nay pun memutuskan untuk memesan taksi.


Nay menyuruh sang sopir taksi mengantarkan ke taman hiburan.


Sedangkan Kharel yang masih rapat belum mengetahui kalo Nay pergi tanpa seizinnya.


Nay sudah sampai di taman hiburan segera menghampiri box pencabit boneka, dan benar saja boneka yang Nay dambakan masih berada didalam box. Itu artinya belum ada orang yang bisa mendapatkannya.


Sudah beberapa kali Nay mencoba, sampai uang yang ada didompetnya habis tanpa sisa hanya untuk menukar koin.


Karna Nay sudah tidak bekerja lagi, Nay terpaksa mengambil uang dari ATM yang sudah Kharel berikan sejak dulu.


Nay yang sudah kehabisan uang terus berusaha dan tidak menyerah, Nay membuka dompetnya dan Nay melihat ATM yang dia belum perna pakai.


Dengan santai ia pergi ke ATM dan mengambil uang beberapa lembar Cukup banyak yang Nay ambil, karna Nay berpikir malas kalo harus mengambil bolak balik.


Lagi pula isi ATM nya begitu banyak karna Nay tidak perna menarik uangnya padahal rutin Kharel mengisinya setiap bulan.


Sedangkan Kharel dikantor sudah selesai rapat.


Kharel berjalan menuju ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.


Tiba tiba ponselnya berbunyi ada notif penarikan sejumlah uang dari ATM atas nama Nay.


Kharel berpikir kok tumbenan Nay mengambil uang, ini adalah kali pertama Nay menarik uang. 'batin Kharel.


Kharel tidak penasaran untuk apa Nay menarik uang dalam jumlah yang cukup banyak. Kharel hanya penasaran saat ini posisi Nay ada dimana.


Dia membuka ponselnya mencari posisi Nay.


Kharel dengan segera menyuruh Sam untuk membatalkan janji temu dengan clientnya.


Kharel beranjak pergi dari kantor dengan perasaan cemas.


Sedangkan Nay begitu asyik dengan pencabit boneka Nay tidak sadar sudah cukup lama ia berada disana.


Nay juga begitu baiknya yang kadang memberikan uang pada orang orang yang kehabisan uang dalam bermain wahana.


Kharel pun sudah sampai di taman hiburan, waktu sudah menunjukkan pukul 16:45 dan sudah ada perintah bahwa taman hiburan akan tutup jam 17:00, Nay yang mendengar hal itu sudah merasa galau dan tidak mau beranjak pergi.


Kharel melihat ke arah ponselnya untuk mengetahui posisi Nay.


Kharel sudah menemukan Nay, dan ia melihat Nay tidak mau pergi dari sana padahal sudah diusir oleh karywan taman hiburan tersebut.


Nay malah menangis sesunggukan, dia tidak mau pergi.


Kharel yang merasa geram dengan istrinya pun mendekat, Kharel melihat Nay menangis membuat hatinya melunak.


Nay.... 'panggil Kharel.


Nay terlonjak kaget, dia takut Kharel akan marah besar karna dia sudah nekat pergi tanpa seizinya.


**


Astaga... Mas Kharel tau dari mana aku disini, tamatlah riwayatku. Bakal kena marah lagi. 'batin Nay.


Masss... 'panggil Nay.


Ada apaa ini, 'tanya Kharel kepada para karyawan yang berusaha mengusirnya.


Maaf tuan Kharel... Nona ini tidak mau pergi dari sini padahal kami akan tutup. 'jelas manager itu.


**


Kok dia mengenal Kharel., 'batin Nay.


Nay hanya menunduk ketakukan.


Tetapi Kharel meredam emosinya karna ingat akan perkataan dokter.


Dia istriku, 'ucap Kharel.


Hal itu membuat para karyawan bersikap manis kepada Nay dan menundukkan kepala minta maaf atas perlakuan mereka.


Kamu sedang apa disini? 'tanya Kharel singkat.


Masss....


Ak.. Akuuu mau itu, 'ucap Nay sambil melirik box pencabit boneka.


Mau mesih pencabit boneka itu? 'ucap Kharel heran.


Enggakkk, aku mau Boneka dollphin yang ada didalam itu. 'ucap Nay.


Kita bisa beli di toko boneka, ayok kita pulang, 'ajak Kharel.


Tetapi Nay menangis dan tak ingin pergi. Nay menangis dengan mengeluarkan airmata yang cukup banyak.


Maaf tuan, sejak tadi nona memang berusaha mendapatkan boneka itu, tapi tak kunjung bisa, 'jelas Manager itu.


Kharel yang mendengar hal itu ibah.


Bersambungg...