Married Without Love

Married Without Love
12. Cincin



Haii zeyenggnya Fii...


Trimakasih sudah membaca cerita Fii.


Mohon maaf bila masih banyak kesalahan.


Jangan lupa kasih Vote dan like nya, supaya Fii semangat terus.


#pemula


😊😊


Selamat membaca...


****


Nay dan Kharel berjalan menuju kasir.


Mau bayar cash atau tidak tuan? tuan tadi request mengukir inisial


Jadi cincin baru bisa diambil dua hari lagi tuan 'ucap kasir toko.


Saya bayar cash dan tolong antarkan cincinnya kerumah saya. 'ucap Kharel.


Total semuanya 550 juta tuan, 'ucap sang kasir.


**Aslikk Nay syokk mendengar total harga cincin pernikahan mereka, ingin rasanya Nay mengganti dan memilih harga yang lebih murah tetapi Kharel sudah lebih dulu mengeluarkan kartu yang berwarna hitam dari dompetnya**


**


Bagaimana bisa dia mengeluarkan uang segampang itu uwahhh sekaya apa sih pria ini, punya black cart lagi 'batin Nay


Uda, santai saja enggak usah syokk gitu 'bisik Kharel ditelinga Nay, Sambil senyum


Kharel tau Nay kaget mendengar harga cincin yang baru mereka beli barusan.


Nay pun melirik kearah Kharel  hanyak tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Setelah itu mereka keluar dari toko berlian berbarengan.


Hmm kamu mau beli apa lagi? Mau beli pakailan, tas, sepatu atau apa gitu? 'tanya Kharel sambil jalan keluar dari toko.


Enggak ada yang mau dibeli kok, aku uda punya pakaian, tas, sepatu. Enggak terlalu penting juga, mmm kita ke supermarket aja. 'ucap Nay


Mau beli apa kesupermarket? 'tanya Kharel.


Nay mau belanja bahan bahan membuat kue, besok kan hari Sabtu dan aku enggak ada jadwal kuliah. Nah dari pada aku dirumah enggak ada kerjaan mending aku bikin kue, hihi enggak apa apa kan aku pake dapur mu? 'tanya Nay sambil tersenyum.


mmm, ' jawab Kharel.


**


PS


**Semenjak kejadian dihotel Nay sudah resmi berhenti bekerja, Nay dipecat karna telah meninggalkan pekerjaannya disaat jam kerja.


Sedangkan restoran tempat Nay kerja di hari weekend sedang diliburkan karna gedung restoran lagi direnovasi.**


****


Mereka pun berjalan menuju supermarket.


Masih lama? Mau beli apaan lagi, lama banget aku bosan ni.


Sini trolinya biar aku yang dorong, 'ucap Kharel seraya mengambil alih troli dari tangan Nay.


Iya, tinggal beli tepungnya aja kok 'jawab Nay.


Yauda ayokkk, dimana tempat tepungnya, 'tanya Kharel sambil berjalan mengikuti Nay menuju rak tempat tepung berada.


**


Dihhh baru juga gua milih milih apa yang mau dibeli, uda komentar aja ini cowok hmmm, 'batin Nay


Belanja pun selesai.


Nay dan Kharel mengantri dikasir.


Sepanjang Nay dan Kharel berjalan, sejak masuk Mall semua mata tertuju kepada Nay dan Kharel apa lagi mata para cewek cewek semua teralihkan ke Kharel, aura ke tampanan Kharel membuat para wanita terpesona melululantakkan hati mereka mereka.


Sehingga membuat Kharel risih dan ingin cepat cepat pulang.


Tiba giliran mereka, Kasir yang melihat Kharel pun sedikit gerogi dan senyum senyum sendiri.


Uda mba. 'tanya Nay.


Oh ia mba maaf, total semuanya Rp. xxx. xxx, 'kata sang kasir.


Nay pun mengeluarkan dompetnya hendak mengambil kartu ATM nya.


Tetapi Kharel sudah terlebih dahulu mengeluarkan kartu ATM nya dan memberikannya kepada sang kasir.


hmmm, kenapa kamu yang bayar? 'tanya Nay sambil mengeritkan alisnya.


Emang kamu punya uang? Kamu kan sekarang pengangguran, 'ucap Kharel.


**


Dihhhh sombong amatttt 'batin Nay


Iya ia, aku sekarang pengangguran tapi kan aku masih ada uang tabungan walaupun enggak banyak, seenggaknya masih cukup nge bayar belanjaanku ini. 'jawab Nay dengan cepat sedikit mengomel tidak terima dikatain ga punya duit dan penggangguran.


**meskipunsebenarnya itu semua fakta haahah**


mmm, yauda anggap aja itu sedakah dari aku untuk mu, 'ucap Kharel singkat.


Nay hanya melirik ke arah Kharel dan tidak menjawab.


Tetapi didalam hati berkata.


**


Blaguu bener ini cowok, mentang mentang punya duit banyak uda sok berkuasa aja, sekaya apa sih lu itu!


****


Mereka pun berjalan keluar Mall menuju parkiran Kharel menenteng tiga kantong belanjaan Nay, Nay pun membiarkan Kharel membawa belanjaannya.


Setibanya di parkiran Kharel membuka mobil dan meletakkan belanjaan Nay di kursi belakang dan Kharel pun melajukan mobilnya keluar parkiran menuju jalan raya, dengan kecepatan rata rata.


Bersambung...