
****
Tuhh kan ssyanggg tadi dengar kan kata dokter, mas harus sering ikut senam nemamin aku. 'ucap Nay.
Iya syaangggg... Kan mas baru dua kali tidak ikut, itupun karna pekerjaan yang tidak bisa digantikan orang lain. 'jelas Kharel.
Issss minggu depan enggak mau tau, mas harus nemanin Nay senam. Atur jadwal mas. 'pinta Nay dengan Nada memerintah.
Iya sayanggg, 'jawab Kharel.
Sayang mau makan apa? Kita harus makan dulu setelah itu pergi ke tempat studio foto.
Kestudio foto? 'tanya Nay sedikit heran.
Hmmm 'jawab Kharel tersenyum.
Beberapa saat kemudian mereka telah menyelesaikan makan siang.
Sekarang mereka sudah tiba di studio foto.
Mereka pun mengambil beberapa gaya foto.
Lalu mereka melihat hasil foto mereka, dan semua terlihat sangat sempurna.
Sayangg apa kamu menyukainya? 'tanya Kharel.
Iya sayang, aku menyukai semuanya. 'jawab Nay.
Setelah selesai aktifitas di studio meraka pun beranjak meninggalkan studia tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 06 sore, mereka tiba dirumah, raut wajah Nay terlihat lelah. Bagaimana tidak lelah walau pun hanya duduk dimobil dan hanya foto studio sudah sangat menguras tenaganya.
**maklum bumil,**
Sayangg, ayok mandi dulu biar seger lagian uda sore, ntar lagi gelap ga bagus bumil mandi malam. 'ucap Kharel lembut.
Bisa cuci muka aja ga sih mas, malas banget kena air dingin. 'ucap Nay.
Sayangg kamu kok jadi malas mandi gini sih, seharian kita dari luar sana pasti badan kamu lengket. Lagian kan mandi pake air anget bisaa, ayok biar mas nyiapain air angatnya.
Atau mau mas yang mandikan,'goda Kharel.
eeeee enggak... Yauda aku mau mandi, 'jawab Nay.
**
Bumil aneh aneh aja segala mandi malas, harus digoda dulu baru mau. Batin Kharel sambil menggelengkan kepalanya.
Inget sayang, jangan lama didalam, jangan main busa sabun. 'perintah Nay.
Secepat kilat Nay menyelesaikan mandinya, Kharel yang melihat merasa heran. Tapi dia tidak mau bertanya, hanya membiarkan saja.
Uda siap, sana sekarang kamu yang mandi mas. Nay uda lapar ni. 'ucap Nay.
Nay menyiapkan pakaian Kharel lalu
Nay keluar kamar dan Menunggu Kharel di meja makan.
Dimeja makan.
Mereka sangat menikmati makannya apalagi Nay yang melahap semua makanannya tanpa sisa dan masih nambah.
Tetapi Kharel hanya tersenyum bahagia melihat Nay yang begitu lahap.
Selesai makan Kharel mengajak Nay untuk duluan masuk kamar.
Hmm, mas? 'tanya Nay.
Iya mas bikin susu untuk mu dulu, ntar mas nyusul. 'jawab Kharel.
Dikamar.
Sayang ini habiskan dulu susunya, memberikan gelas susu. Dan Nay meminumnya sampai habis.
Lalu Nay merebahkan tubuhnya, diikuti Kharel Naik ke atas ranjang dan mengangkat kaki Nay kepangkuannya dan mengambil minyak dari laci didekat kasur.
Lalu Kharel memijat kaki Nay yang bengkak.
Nay membiarkan Kharel memijat kakinya.
Nay akhirnya tertidur dengan pulesnya.
Lalu Kharel menghentikan pijatanya.
Kharel masuk kamar mandi membersikan tangannya.
Setelah itu Kharel naik kekasur dan ikut merebahkan dirinya, lalu dia mengelus perut Nay yang buncit dan mencium perut Nay kiri kanan, seperti biasanya.
Sayang daddy baik baik disana yaa.. Love you all, 'ucap Kharel.
Lalu dia menarik selimut, menyelimuti Nay dan menarik Nay kedekapannya dan mengecup kening Nay.
Sayangg, trimakasih sudah mau menjadi ibu dari anak anakku, maafkan aku yang dulu perna jahat kepadamu. 'ucap Kharel sambil mengeratkan pelukannya.
Nay mengeliat mengambil posisi nyamanya membalas pelukan Kharel.
**
Dia tampak kesusahan mencari posisi tidur yang nyaman, yang sabar ya sayangg. 'batin Kharel yang memandangi Nay lalu memejamkan matanya lalu tertidur.
Pagi sekali suara bunyi ponsel Kharel berdering.
Setelah menerima telpon dari Sam, Kharel menatap Nay yang masih terlelap Kharel tidak tega meninggalkan Nay.
Lalu Kharel mengecup kening Nay dan kedua mata Nay.
Nay mengeliat dan terbangun.
Sayanggg, tumben uda bangun.'tanya Nay.
Iya sayanggg, mas harus siap siap pagi ini mas harus berangkat ke negara J ada urusan mendadak. 'jelas Kharel.
Hmmm, kok dadakan sih mas..? Berapa hari mas, 'tanya Nay.
Paling lama seminggu sayanggg, kamu enggak apa apa kan soalnya
Enggak bisa diwakilkan.
sebenarnya mas mau ngajak kamu tapi kasian anak kita. Perjalanan cukup lama, 'jelas Kharel lembut.
Hmmm, yauda enggak apa apa sayangg. Yauda mas mandi sana, biar Nay siapkan koper mas, 'jawab Nay.
Lalu Kharel mengecup Kening Nay dan beranjak turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi.
Nay merasa sedih, akan ditinggal selama seminggu dalam keadaan Hamil.
Ia berusaha menahan tangisnya, mau ga mau dia harus rela ditinggal selama seminggu. Akhirnya air matanya Jatuh sambil merapikan baju baju Kharel kekoper.
Bersambung...